Nama : Hesti Badria
NPM : 2313053206
Kekerasan di lingkungan sekolah, terutama yang melibatkan penganiayaan antar siswa, merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian mendalam dari pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat luas. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus tragis telah mencuat, di mana anak-anak meninggal dunia akibat konflik fisik dengan teman sebayanya di sekolah.
Pada September 2015, seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Kebayoran Lama, Jakarta, meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekelasnya. Awalnya, peristiwa ini diduga dimulai dari perkelahian mulut yang kemudian berlanjut ke kekerasan fisik di lingkungan sekolah. Kasus ini menunjukkan bagaimana konflik kecil antar siswa bisa berkembang menjadi tragedi serius bila tidak segera dicegah atau diintervensi.
Pada Agustus 2017, kasus serupa terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, di mana seorang siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah mengalami perkelahian di halaman sekolah. Dugaan awal menyebutkan bahwa korban telah dirundung dan bahkan dilempar dengan minuman beku oleh pelaku. Kasus ini semakin mempertegas urgensi penanganan kasus bullying di sekolah.
Pada bulan November 2017 di Bandung, Jawa Barat, terjadi duel antara siswa kelas 2 SD dengan siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam dalam rangka Hari Guru. Insiden ini dipicu oleh gangguan dari korban yang diduga menyalakan motor bising, yang mengganggu pelaku. Akibatnya, perkelahian ini berujung pada kematian salah satu siswa.
Kasus-kasus tersebut menyoroti betapa pentingnya peran pengawasan dari pihak guru dan orang tua. Ketiadaan pengawasan yang memadai di lingkungan sekolah bisa menyebabkan siswa merasa bebas melakukan apa saja, termasuk tindakan kekerasan. Tanpa arahan dan kontrol yang cukup, perilaku agresif atau tindak kekerasan antar siswa bisa saja bereskalasi hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Pengawasan yang ketat, baik dari pihak sekolah maupun orang tua, serta pendidikan karakter yang menanamkan empati, sikap saling menghargai, dan pengendalian diri sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.