Posts made by Ummu Hafifah

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

by Ummu Hafifah -
Nama: Ummu Hafifah
NPM: 2313053171
Kelas: 3F

Berdasarkan jurnal "Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi" oleh Hidayati, analisis yang saya dapatkan mengenai jurnal tersebut yaitu seabagai berikut.

Abstrak
Pada bagian abstrak, di dalamnya menekankan bagaimana pendidikan nilai sangat penting untuk membangun karakter siswa. Pendidikan nilai tidak hanya memberi tahu orang apa yang harus diketahui, tetapi juga membantu mereka menjadi orang yang memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan nilai bertujuan untuk memastikan bahwa siswa memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam berbagai situasi. Berbagai pendekatan, seperti pembelajaran berbasis pengalaman, digunakan untuk memastikan ini.

Pendahuluan
Dalam bagian pendahuluan jurnal ini, dijelaskan mengapa pembelajaran nilai sangat penting untuk pendidikan formal. Penulis berpendapat bahwa pendidikan tidak hanya harus bersifat teori dan kaku, tetapi juga harus melibatkan pengalaman hidup yang dapat membantu siswa belajar berpikir kritis dan kreatif. Tujuan utama pendidikan adalah untuk menghasilkan siswa yang kuat dan bermoral sehingga mereka dapat menjalani hidup mereka sesuai dengan nilai-nilai luhur yang mereka pelajari dan memberikan peran positif bagi masyarakat.

Pembahasan
Di pembahasan ini, menjelaskan berbagai pendekatan untuk mengajarkan pendidikan nilai yang efektif. Setiap mata pelajaran harus memiliki pendidikan nilai yang melibatkan pengalaman fisik dan mental siswa. Dibagian pembahasan ini juga menekankan bahwa proses refleksi sangat penting bagi peserta didik agar mereka tidak hanya memahami nilai-nilai secara teori, tetapi juga merasakan dan menghayati nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Nah jurnal ini berisi penjelasan tentang proses pendidikan nilai, yang dibagi menjadi beberapa tahap:

1. Persiapan
Pada tahap ini, sangat penting untuk mempersiapkan siswa untuk menerima nilai-nilai yang akan diajarkan. Ini termasuk memberi tahu siswa tentang nilai-nilai yang sesuai dan membuat lingkungan yang mendukung proses pembelajaran.

2. Fokus/Integrasi
Pada tahap ini, siswa diminta untuk fokus dan menyatukan nilai-nilai yang telah mereka adopsi ke dalam pikiran dan perilaku mereka. Untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai tersebut, disarankan untuk menggunakan metode diskusi dan kerja sama.

3. Asimilasi/Transformasi
Pada tahap ini, diharapkan siswa dapat mengasimilasi nilai-nilai yang diajarkan ke dalam diri mereka sendiri. Ini berarti berpikir tentang nilai-nilai tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari diri mereka sendiri.

4. Realisasi atau Aktualisasi
Realisasi atau aktualisasi ialah tahap terakhir di mana pentingnya menerapkan nilai-nilai dalam kehidupan nyata. Pendidikan nilai berhasil jika siswa dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang mereka pelajari, baik dalam konteks sosial maupun pribadi.

Pada jurnal yang saya analisis juga mencantumkan berbagai sarana yang dapat membantu pendidikan nilai, seperti cerita, lagu, dan suasana doa. Semua sarana ini dapat membantu siswa memahami dan menghayati nilai-nilai yang diajarkan. Lagu-lagu yang mengandung nilai-nilai luhur, misalnya, dapat menimbulkan perasaan positif dan membantu siswa memahami nilai-nilai tersebut. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana pendidikan nilai sangat penting untuk membangun karakter peserta didik. Pendidikan nilai diharapkan dapat menghasilkan orang yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moral dan karakter yang kuat. Hal ini sangat penting untuk menghasilkan generasi masa depan yang tidak hanya berpengetahuan tetapi juga bermoral dan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

by Ummu Hafifah -
Nama: Ummu Hafifah
Npm: 2313053171
Kelas: 3F

HASIL ANALISIS JURNAL "PENDIDIKAN DAN NILAI MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH"

ABSTRAK
Peranan pendidikan di Aceh adalah membentuk moral dan budi pekerti peserta didik dengan menyelenggarakan pendidikan yang berlandaskan Islam yang tidak hanya mengikuti standar nasional tetapi juga memuat nilai-nilai Islam sesuai dengan Qanun Aceh. Pendidikan ini menitikberatkan pada keterusterangan, tanggung jawab, keteladanan, dan penerapan kurikulum yang sejalan dengan ajaran Islam sehingga proses pembelajaran di Aceh cenderung ke arah budaya Islam yang berbasis syariah.

PENDAHULUAN
Pendidikan di Aceh berperan penting dalam membentuk moral siswa dan menghadapi perubahan sosial yang cepat dengan mengintegrasikan hukum Islam ke dalam sistem, sesuai dengan UU No.44 tahun 1999 dan UU No.18 tahun 2001. Pemerintah Aceh telah menerapkan peraturan daerah sebagai berikut: Qanun Aceh No. 23 tahun 2002 dan No. 9 tahun 2015 bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang mempunyai kemampuan akademik tinggi dan berakhlak mulia. Di tengah perubahan sosial, lembaga pendidikan Aceh berperan aktif dalam menjaga moral generasi muda sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Dengan melakukan hal tersebut, mereka melatih generasi muda yang siap dengan tantangan global dengan prinsip-prinsip Islam yang kuat.

TINJAUAN LITERATUR
Pendidikan nilai dan moral menitikberatkan pada pengamalan moralitas melalui tindakan nyata dengan nilai-nilai moral yang terlihat (Lickona, 2004). Di Indonesia, nilai-nilai seperti religiusitas dan kejujuran dipadukan ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler (Kemendiknas, 2010), dan di Aceh, kurikulum nasional dipadukan dengan pendidikan Islam dan muatan lokal. Pendidikan nilai harus diintegrasikan ke dalam seluruh mata pelajaran dan kegiatan, dengan komunikasi nilai yang berkesinambungan dan peran penting guru (Sutiyono, 2013). Dalam Islam, moralitas terdiri dari Hikmah, shaja”ah, Iffah, dan Adl, yang memandu hubungan baik dengan Tuhan dan masyarakat serta mendorong perilaku positif.

PEMBAHASAN
Pendidikan di Aceh didasarkan pada Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 yang memadukan kurikulum Islam dengan muatan lokal seperti bahasa daerah dan sejarah Aceh, untuk membentuk generasi berakhlak mulia, mengedepankan hak asasi manusia dan kearifan local budaya. Kurikulum ini telah diterapkan sejak tahun 2018 dengan fokus memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam pendidikan, namun kendala besar seperti infrastruktur yang belum berkembang dan kurangnya pemahaman mengakibatkan terbatasnya penerapan kurikulum ini. Pendekatan pendidikan ini mencakup kegiatan ekstrakurikuler budaya Aceh yang memperkuat identitas budaya dengan tetap berpegang pada syariat Islam, serta siswa berdasarkan prinsip transparansi dan adaptasi terhadap teknologi dan Revolusi Industri 4.0. termasuk dukungan pendampingan untuk pengembangan karir. Meski sesuai dengan peraturan pemerintah, namun integrasi nilai-nilai Islam ke dalam muatan pendidikan masih belum konsisten dan seperti kurikulum 2013 seringkali hanya mencakup aspek umum saja. Pendidikan di Aceh terus berupaya untuk menyelaraskan visi sekolah, strategi pembelajaran, dan muatan lokal berbasis syariat Islam guna memperkuat identitas dan keberlanjutan masyarakat.

KESIMPULAN
Pendidikan di Aceh berpatokan pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 dan berpedoman pada ajaran Islam. Sistem pendidikan di Aceh menekankan transparansi, akuntabilitas, keteladanan, budaya Islami, dan kurikulum Islami, serta berfokus pada nilai-nilai dan syariat Islam dalam proses pembelajarannya.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

by Ummu Hafifah -
Nama: Ummu Hafifah
NPM: 2313053171
Kelas: 3F

Berdasarkan video "Mirisnya Kekerasan di Lingkungan Sekolah" yang saya tonton, di dalamnya terdapat kasus penganiayaan di sekolah. Seperti yang ditunjukkan dalam video viral, beberapa kasus tragis di mana anak-anak meninggal karena perkelahian di sekolah, seperti:
1. Pada tanggal 1 September 2015: Seorang siswa kelas 2 di SD Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, meninggal karena berkelahi tanpa pengawasan guru.

2. Pada tanggal 2 Agustus 2017, seorang siswa kelas 2 di Sukabumi meninggal karena dilecehkan dan dipukul dengan minuman beku.

3. Pada tanggal 3 November 2017, dua siswa kelas 5 di Bandung berkelahi, salah satu di antara mereka meninggal karena tidak terpantau guru.

Ketiga peristiwa tersebut menunjukkan bahwa dukungan orang tua dan pengawasan yang lebih baik di sekolah sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan anak. Kekhawatiran tentang peningkatan risiko kekerasan di sekolah dan penjualan senjata tajam di kalangan remaja adalah masalah yang cukup berat juga.

Selanjutnya, tindakan pihak berwenang dipicu oleh rekaman kekerasan di sekolah.
1. Penyebaran video kekerasan membuktikan bahwa pengawasan dan pendidikan pencegahan diperlukan.
2. Perkelahian kecil menunjukkan masalah serius dan dapat fatal. Untuk menghindari konflik fatal, orang harus dididik. Sekarang, lingkungan sekolah yang aman terancam kekerasan. Kasus kekerasan menunjukkan bahwa reformasi pendidikan diperlukan.
3. Kasus pelecehan teman sebaya meningkat, dengan mayoritas korban di bawah 12 tahun. Krisis sistem pendidikan dan kurangnya pengawasan orang dewasa perlu ditangani. Keluarga sering memilih jalan damai daripada pergi ke pengadilan. 

Kasus kekerasan di sekolah menunjukkan bahwa pengawasan dan pendidikan karakter harus direformasi. Metode ini dapat membuat lingkungan sekolah lebih aman dan mendukung pertumbuhan anak.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

by Ummu Hafifah -
Nama: Ummu Hafifah
NPM: 2313053171
Kelas: 3F

Berdasarkan video yang saya tonton dengan judul "Apakah Moral? The Trolley Problem", hasil analisisnya sebagai berikut:
Dalam video tersebut membahas dilema moral yang disebut sebagai "masalah troli". Kita dapat menyelamatkan lima orang tanpa mengorbankan satu dalam skenario pertama dengan menarik tuas untuk mengalihkan kereta. Banyak orang memilih pilihan ini karena lebih menguntungkan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Tapi dalam skenario kedua, seseorang yang besar harus ditarik dari jembatan untuk menghentikan kereta, menyelamatkan lima orang di rel. Lima orang tetap dalam bahaya karena, meskipun situasinya sama, banyak orang merasa tidak nyaman untuk mendorong. Ini menunjukkan bahwa struktur dan pandangan kita tentang etika dapat memengaruhi keputusan yang kita buat.

Kedua skenario ini menunjukkan bahwa pilihan yang sering disarankan untuk mengorbankan satu orang untuk menyelamatkan banyak orang adalah yang terbaik. Namun, prinsip moral yang kita anut tidak selalu mendorong kita untuk membuat keputusan. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya membuat keputusan dalam situasi yang melibatkan nilai hidup. Dalam video ini, kita diminta untuk mempertimbangkan bagaimana kondisi saat terjadi, perasaan, dan nilai moral memengaruhi pilihan yang kita buat setiap hari.

Selain itu, mempertanyakan moralitas ketika mengorbankan individu demi kepentingan kelompok dianggap wajar. Kita sering menggunakan alasan moral untuk membenarkan tindakan yang merugikan, terutama dalam kasus diskriminasi atau konflik. Dalam situasi di mana kita menghadapi dilema moral, seperti memilih untuk menyelamatkan satu orang yang kita cintai atau lima orang, kita harus mempertimbangkan apakah keputusan kita benar-benar moral. Pada akhirnya, moralitas mungkin hanya refleks dari egoisme dan kepentingan pribadi manusia.