Selamat siang, Pak.
Izin memperkenalkan diri
Nama : Paska Deswita Manalu
NPM : 2313053057
Kelas : 6B
Izin menjawab diskusi, Pak.
1. Metodologi yang digunakan dalam situasi PKR adalah kombinasi direct instruction, pembelajaran mandiri terstruktur, dan scaffolding. Guru terlebih dahulu memberikan instruksi yang jelas, seperti langkah kerja, contoh, dan target yang harus dicapai (direct instruction). Setelah itu, siswa diarahkan pada aktivitas mandiri seperti LKS (pembelajaran mandiri terstruktur). Scaffolding berperan sebagai bantuan awal yang kemudian dikurangi secara bertahap. Dengan pendekatan ini, saat guru berpindah fokus ke kelompok lain, siswa tetap bisa melanjutkan pembelajaran tanpa mengalami stagnasi atau kebingungan.
2. Dalam PKR, strategi tutor sebaya didasarkan pada peer teaching yang terarah. Guru perlu memilih siswa yang sudah memahami materi dan memberikan batasan peran yang jelas agar tidak mengganggu proses belajarnya sendiri. Selain itu, peran tutor tidak dilakukan terus-menerus, tetapi bergantian, sehingga tutor tetap punya kesempatan berkembang. Dengan cara ini, tutor sebaya tidak hanya membantu temannya, tetapi juga memperkuat pemahamannya sendiri tanpa menghambat kemajuan akademiknya.
3. Untuk evaluasi formatif berkelanjutan, metodologi yang digunakan adalah penilaian autentik dan observasi berkelanjutan (continuous assessment). Guru dapat melakukan penilaian melalui pengamatan, tanya jawab singkat, serta pengecekan hasil kerja siswa selama proses berlangsung. Penilaian ini tidak harus formal, tetapi tetap sistematis dan dicatat sesuai tingkat kelas masing-masing. Dengan cara ini, guru tetap bisa memantau perkembangan individu siswa di dua tingkat yang berbeda tanpa kehilangan fokus pada capaian kurikulum.
Sekian jawaban saya.
Terima kasih.
Izin memperkenalkan diri
Nama : Paska Deswita Manalu
NPM : 2313053057
Kelas : 6B
Izin menjawab diskusi, Pak.
1. Metodologi yang digunakan dalam situasi PKR adalah kombinasi direct instruction, pembelajaran mandiri terstruktur, dan scaffolding. Guru terlebih dahulu memberikan instruksi yang jelas, seperti langkah kerja, contoh, dan target yang harus dicapai (direct instruction). Setelah itu, siswa diarahkan pada aktivitas mandiri seperti LKS (pembelajaran mandiri terstruktur). Scaffolding berperan sebagai bantuan awal yang kemudian dikurangi secara bertahap. Dengan pendekatan ini, saat guru berpindah fokus ke kelompok lain, siswa tetap bisa melanjutkan pembelajaran tanpa mengalami stagnasi atau kebingungan.
2. Dalam PKR, strategi tutor sebaya didasarkan pada peer teaching yang terarah. Guru perlu memilih siswa yang sudah memahami materi dan memberikan batasan peran yang jelas agar tidak mengganggu proses belajarnya sendiri. Selain itu, peran tutor tidak dilakukan terus-menerus, tetapi bergantian, sehingga tutor tetap punya kesempatan berkembang. Dengan cara ini, tutor sebaya tidak hanya membantu temannya, tetapi juga memperkuat pemahamannya sendiri tanpa menghambat kemajuan akademiknya.
3. Untuk evaluasi formatif berkelanjutan, metodologi yang digunakan adalah penilaian autentik dan observasi berkelanjutan (continuous assessment). Guru dapat melakukan penilaian melalui pengamatan, tanya jawab singkat, serta pengecekan hasil kerja siswa selama proses berlangsung. Penilaian ini tidak harus formal, tetapi tetap sistematis dan dicatat sesuai tingkat kelas masing-masing. Dengan cara ini, guru tetap bisa memantau perkembangan individu siswa di dua tingkat yang berbeda tanpa kehilangan fokus pada capaian kurikulum.
Sekian jawaban saya.
Terima kasih.