Kiriman dibuat oleh Allya Septia Faradina

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Jurnal yang berjudul “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” ditulis oleh Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, dan Mohd Zailani Mohd Yusoff. Jurnal ini publikasikan pada September 2021 dalam Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3. Hasil analisis saya yaitu jurnal ini membahas tentang integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan di Aceh melalui kurikulum Islami yang didasarkan pada Qanun Aceh. Pada jurnal ini dijelaskan bagaimana pendidikan di Aceh yang memiliki otonomi khusus dapat melakukan pendekatan Islami yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter moral siswa.

Pada bagian tinjauan literatur penulis menguraikan berbagai konsep pendidikan nilai dan moral dari berbagai perspektif, seperti Lickona yang mengaitkan nilai dengan perilaku moral, dan Yildirim & Dilmac yang menekankan keterkaitan nilai dengan emosi, pikiran, dan perilaku manusia. Dalam tinjauan ini, penulis menyoroti delapan belas nilai yang perlu diintegrasikan dalam pembelajaran. Nilai- nilai tersebut diatur dalam sistem pendidikan nasional yang kemudian dikaitkan dengan pembelajaran yang ada di Aceh. Di daerah tersebut, nilai-nilai moral dan pendidikan berbasis Islam diprioritaskan, sejalan dengan kekhususan otonomi daerah tersebut.

Secara keseluruhan, pada bagian pembahasan memberikan gambaran tentang upaya Aceh dalam mengintegrasikan pendidikan nilai dan moral berbasis Islam ke dalam sistem pendidikan. Kurikulum Islami di Aceh dirancang untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan selaras dengan syariat Islam pada seluruh aspek pembelajaran. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasi kurikulum ini. Banyak sekolah di Aceh yang masih kesulitan menerapkan kurikulum ini secara penuh. Pemerintah dianggap tidak serius dalam mempersiapkan segala kebutuhan pengimplementasian kurikulum islami tersebut.

Pada kesimpulan penulis menekankan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015. Pendidikan di Aceh tidak hanya mengikuti standar nasional tetapi juga menambahkan elemen-elemen yang sesuai dengan syariat Islam. Hal tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai moral Islam.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal-1

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Jurnal yang berjudul "Penerapan Nilai Moral Pancasila dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah" ditulis oleh Benu A. Y. et al dkk. Jurnal ini dipublikasikan pada Januari 2022 dalam Jurnal Pemimpin-Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1. Hasil analisis saya terhadap jurnal ini yaitu jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan moral Pancasila untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda. Pada bagian pendahuluan, penulis membahas mengenai pengertian moral baik secara umum maupun menurut para ahli. Selain itu, penulis juga menjabarkan contoh-contoh pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap: perizinan ke sekolah, pemaparan materi tentang nilai-nilai anti-korupsi, dan pemberian kuis pertanyaan kepada siswa.

Pada bagian hasil dan pembahasan, penulis memaparkan pelaksanaan kegiatan sosialisasi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di kelas VA dengan jumlah siswa 23 orang. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik. Pada bagian pembahasan juga memaparkan tentang keterkaitan antara nilai moral dan hukum, fungsi nilai, moral, dan hukum masyarakat, serta pentingnya sistem hukum sebagai pelindung kepentingan masyarakat. Penulis menyimpulkan bahwa dengan menanamkan nilai moral Pancasila sejak dini dianggap penting untuk mencegah dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Dari penjelasan video tersebut, menunjukkan adanya masalah serius terkait kekerasan di lingkungan SD. Pada tahun 2015-2017, terjadi tiga kasus fatal yang melibatkan siswa SD kelas dua dan lima yang berusia sekitar 7-11 tahun. Dugaan penyebab kasus tersebut perkelahian hingga perundungan. Kasus-kasus ini terjadi di beberapa wilayah di Jawa dan semuanya berakhir dengan kematian. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, diperlukan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak. Langkah-langkah yang dapat diambil yaitu melalui penguatan pendidikan karakter dan implementasi program anti-kekerasan di sekolah. Pengawasan di lingkungan sekolah juga perlu ditingkatkan serta harus melibatkan peran orang tua. Sekolah perlu menyediakan layanan konseling untuk mendukung kesehatan mental siswa. Sekolah harus menerapkan kebijakan yang tegas terhadap kekerasan, kerja sama dengan pihak berwenang seperti kepolisian juga dapat membantu dalam edukasi dan penanganan kasus-kasus tersebut. Evaluasi dan pemantauan berkala terhadap efektivitas program-program yang diterapkan sangat penting untuk memastikan strategi yang digunakan sudah efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif bagi seluruh siswa.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 3F

Berdasarkan video tersebut, terdapat beberapa nilai-nilai Pancasila yang perlu kita teladani dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena dapat membantu menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkeadilan. Nilai-nilai Pancasila yang dapat kita teladani dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
1. Sila Pertama
- Bersyukur
- Percaya dan taat kepada Tuhan
- Melaksanakan ibadah sesuai keyakinan
- Toleransi beragama
- Menghormati perbedaan agama
2. Sila Kedua
- Sikap saling membantu
- Kemanusiaan dan empati
- Bersikap sopan santun
- Menghargai sesama manusia
3. Sila Ketiga
- Cinta tanah air dan bangsa Indonesia
- Menggunakan produk dalam negeri
- Menghargai keberagaman suku, agama, dan budaya
- Melestarikan budaya daerah
4. Sila Keempat:
- Demokrasi
- Kerja sama dalam kelompok
- Menerima hasil keputusan bersama
- Menghargai pendapat orang lain
- Musyawarah untuk mencapai mufakat
5. Sila Kelima:
- Bersikap adil terhadap sesama
- Menghargai karya orang lain
- Hidup hemat
- Melaksanakan hak dan kewajiban
- Gotong royong

Untuk meneladani dan menerapkan nilai-nilai tersebut di era modern yang penuh tantangan, terutama di kalangan generasi muda, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan relevan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu menanamkan makna Pancasila melalui pendidikan formal dan informal yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari. Peran teladan dari para pemimpin, pendidik, dan tokoh masyarakat juga sangat krusial dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Mereka harus mampu menunjukkan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menghadapi tantangan modern saat ini. Selain itu, media sosial dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, berbagi konten positif tentang keberagaman budaya Indonesia dan berpartisipasi dalam dialog antaragama secara online. Dengan menyeimbangkan interaksi dunia nyata dan maya, serta terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, kita dapat menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan realitas kehidupan modern.

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 4

oleh Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181

Izin bertanya, bagaimana pembelajaran IPS dapat berperan dalam mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi yang semakin melebar di Indonesia? Apakah ada risiko bahwa pembahasan isu ini dalam pembelajaran justru dapat mempertajam kesenjangan sosial di antara siswa dan bagaimana strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk membahas isu-isu ini secara konstruktif? Terima kasih.