Kiriman dibuat oleh Naira Nathania Maida

Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

Pancasila sebagai sistem filsafat mencerminkan nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, lahir dari refleksi kritis atas sejarah, budaya, dan agama bangsa.

-Aliran-aliran filsafat
1. Filsafat rationalisme (mengagungkan akal)
2. Berfilsafat materialisme (mengagungkan materi)
3. Berfilsafat individualisme (mengagungkan individualitas)
4. Berfilsafat hedonisme (mengagungkan kesenangan)

-Manfaat mempelajari filsafat:
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki.
2. Melatih kemampuan berfikir logis
3. Melatih berfikir dan bertindak bijaksana
4. Melatih berfikir rasional dan komprehensif
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarahsan hidup, menghasilkan tindakan yang bijaksana.

Pengertia filsafat pancasila
Filsafat pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok2 pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

-Sistem filsafat pancasila memiliki ciri2 sebagai berikut:
1. Suatu kesatuan bagian2/unsur/elemen/komponen.
2. Bagian2 tersebut mempunyai fungsi sendiri2
3. Saling berhubungan dan saling ketergantungan.
4. Keseluruhan nya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu.
5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang komplek.

Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan, yaitu Ortologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Jawab:
Proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 merupakan tantangan besar, terutama karena perubahan dari pendidikan fisik menjadi pendidikan online. Sementara upaya untuk tetap menjalankan pendidikan adalah langkah yang baik, namun ada berbagai kesulitan, termasuk akses, kualitas pembelajaran, dan dampak ekonomi pada orang tua dan guru.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawab:
Untuk memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 dengan tetap menjaga korelasinya dengan penerapan nilai-nilai Pancasila, diperlukannya menjamin pemerataan akses terhadap pendidikan, mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum sekolah, serta melibatkan siswa dalam kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai seperti gotong royong dan cinta damai.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawab:
Contoh kasus pengembangan karakter pancasila di lingkungan saya adalah peduli lingkungan. Setiap 2 minggu sekali warga di lingkungan rumah saya bersuka rela berkumpul untuk bergoton royong membersihkan lingkungan sekitar. Menurut saya ini merupakan salah satu contoh pengembangan karakter pancasilais.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Jawab:
Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai yang dikandung didalamnya sebagai cara berpikir, bersikap, dan berperilaku. Pancasila sebagai dasar negara, dimana seharusnya itu menjadi acuan masyarakat dalam berprilaku sehari-hari dimanapun dan kapanpun serta menjadi acuan dasar dalam membuat peraturan, dan menjadi landasan untuk melakukan berbagai hal.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016


1.Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut dan bagaimakah korelasinya dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawab:
Kasus penolakan jenazah korban COVID-19 di Jawa Tengah adalah tindakan yang sangat disayangkan. Dalam konteks implementasi nilai Pancasila, tindakan tersebut bertentangan dengan beberapa prinsip Pancasila, seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta Persatuan Indonesia.
Oleh karena itu, tindakan penolakan jenazah korban COVID-19 perlu diperbaiki agar sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila dan memastikan penghormatan terhadap martabat manusia serta persatuan dalam keberagaman.

2. Berikanlah saran dan solusi mu sebagai mahasiswa mengenai kejadian tersebut supaya tidak terulang lagi di kemudian hari!
Jawab:
Sebagai mahasiswa, kita dapat berperan dalam mencegah terulangnya kejadian penolakan jenazah korban COVID-19 di kemudian hari dengan berbagai cara seperti edukasi masyarakat, memdukung lembaga kesehatan, dll. Dengan peran dan kontribusi mahasiswa, kita dapat membantu mencegah terulangnya kejadian penolakan jenazah korban COVID-19 dan memastikan masyarakat lebih sadar akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan dalam menghadapi pandemi.

3. Apakah penolakan jenazah korban covid-19 termasuk pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2? Bukankah jenazah tersebut sudah tidak bernyawa? Jelaskan dengan argumentasimu secara jelas!
Jawab:
Penolakan jenazah korban covid-19 merupakan pelanggaran terhadap sila ke-2 karena meskipun jenazah tersebut tidak lagi bernyawa, tindakan tersebut mencerminkan ketidakadilan dan kurangnya sikap beradab terhadap orang yang telah meninggal dunia.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

Pancasila hendaknya dapat menjadi perekat kesatuan bangsa karena dengan adanya keanekaragaman membantu bangsa Indonesia untuk selalu mengedepankan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila perlu diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena pancasila sebagai dasar negara dan alat pemersatu serta perjuangan bangsa untuk memerdekakan diri dan cita cita bangsa.

Modal sosial adalah sekelompok norma, nilai, jaringan sosial, dan kepercayaan yang memungkinkan kerja sama dan koordinasi dalam masyarakat. Dalam konteks Pancasila, modal sosial mencakup nilai-nilai seperti gotong royong (kerja sama kolektif), musyawarah (konsultasi dan perundingan), dan toleransi antaragama. Modal sosial ini dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Pancasila dan tantangan revolusi industri 4.0 dapat dilihat dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan permusyawaratan, dan keadilan sosial yang telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia. Saat covid-19 kita dapat melihat gerakan gotong royong di semua lapisan bangsa. Hal ini merupakan bukti bahwa jiwa Pancasila telah diaplikasikan dengan cara berpikir, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusiaan, dan solidaritas.

Implementasi dari tranformasi nilai nilai kearifan lokal. Kearifan lokal adalah kondisi sosial dan budaya yang mengandung khasanah nilai nilai budaya yang menghargai dan adaptif dengan alam sekitar dan tertata eecara abjad dalam tatanan adat istiadat masyarakat.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

Sampai sekarang, tidak ada sumber hukum atau filsafat dalam bernegara di Indonesia yang melebihi pancasila dan atas dasar pancasila, Indonesia dapat menentukan arah dari kepentingan nasionalnya.
Kuatnya loyalitas masyarakat Indonesia terhadap pancasila sebagai dasar negara, membuat ideologi-ideologi lain kurang mendapat dukungan. Gagasan mengenai dasar negara, mulai dibicarakan pada tanggal 29 Mei 1945, ketika rapat BPUPKI. Tujuannya membahas dasar negara Indonesia yang merdeka.

5 prinsip dasar negara menurut Soekarno
1. Prinsip kebangsaan
Menurut Soekarno Indonesia harus berdiri sebagai sebuah bangsa dalam negara. Bangsa adalah keinginan manusia untuk bersatu atas dasar persamaan nasib.
2. Prinsip internasionalisme
Dasar negara Indonesia adalah kecintaannya pada perdamaian dunia.
3. Prinsip mufakat
Soekarno mempercayai bahwa mufakat adalah tradisi dari Indonesia, maka dari itu setiap golongan dari masyarakat yang memiliki pemdapat berbeda diberikan tempat untuk menyampaikan pendapatnya.
4. Prinsip keadilan sejahtera
Soekarno menganggap kemerdekaan tanpa kesejahteraan sebagai nihil.
5. Prinsip Ketuhanan
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu mengamalkan ajaran agama. Maka dari itu, prinsip ketihanan yang saling menghormati satu agama dengan yang lainnya adalah sebuah keharusan.
5 prinsip tersebut dapat diringkas menjadi Trisila yang isinya Sosio-Nasionalisme, Sosio-Ekonomi, dan Ketuhanan.

Pancasila pernah memiliki kontroversi pada piagam jakarta, sila-1 pancasila berbunyi "ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya". Karena ada banyaknya kontroversi maka sila ke-1 pancasila diubah menjadi "ketuhanan yang maha Esa".
Cara membuat pancasila menjadi hidup yaitu dengan menjadikan pancasila menjadi relevan untuk hidup masyarakat.