Posts made by Dea Permata Sari 2311011131

Nama : Dea Permata Sari
Npm : 2311011131

Analisis Jurnal Pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi ilmu pengetahuan dan teknologi

Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon  dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pedidikan

Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Memberi pengaruh baik atau buruk terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai penganut ideologi Pancasila menyikapi perkembangan teknologi informasi tersebut. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila

Ilmu dan pengetahuan merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan, namun tidak selamanya bahwa pengetahuan itu sebagai ilmu, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tertentu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Ilmu sebagai pengetahuan (knowledge) adalah pengertian ilmu pada umumnya. Ilmu dikatakan sebagai aktivitas (activity) adalah serangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilaksanakan manusia sebagaimana dikatakan oleh Charles Singer, ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan. Istilah Ilmu juga merupakan suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat diperiksa kebenarannya.

Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan Negara. 

Nama : Dea Permata Sari

Npm : 2311011131

Analisis video Pancasila sebagai dasar Pengembangan IPTEK

IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) pada dasarnya digunakan untuk membantu manusia dalam menghadapi berbagai keperluan hidupnya. Penggunaan IPTEK tentunya memiliki dampak yang positif dan negatif, tergantung dari pribadi masing-masing bagaimana cara menggunakannya dengan bijak.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa : IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya. 

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab : IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK merupakan hasil budaya yang beradab dan bermoral

3. Persatuan Indonesia : Pengembangan IPTEK harus dapat mengembangkan rasa Nasionalisme,  kebesaran Bangsa serta Keluhuran Bangsa. 

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan memiliki sikap terbuka untuk dikritik. 

5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia : IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, antara diri sendiri maupun dengan Tuhan nya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungan. 


Pengaruh IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang dijalankan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat memperkuat pembangunan berkelanjutan, menciptakan kemajuan yang seimbang, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Integrasi antara IPTEK dan Pancasila akan memainkan peran penting dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuju pencapaian tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.


Nama : Dea Permata Sari

Npm : 2311011131

Dari hasil analisis tentang video tersebut dapat diketahui bahwa Pancasila sebagai sistem etika merupakan pengembangan dimensi moralitas dalam diri setiap individu sehingga memiliki kemampuan menampilkan sikap spiritualitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pentingnya mengetahui nilai- nilai yang terkandung didalam Pancasila yaitu:

1. Nilai ketuhanan yaitu nilai tentang hubungan individu dengan tuhannya

2.Nilai kemanusiaan yaitu nilai humanus, rasa kemanusian, 

3. Nilai kesatuan yaitu nilai untuk memiliki rasa kesatuan 

4. Nilai kerakyatan yaitu nilai yang harus dimiliki, ketika ada masalah harus diselesaikan dengan bermusyawarah

5. Nilai Keadilan, yaitu nilai untuk empati,  tolong menolong antar sesama, dan bersikap adil. 

Nama : Dea Permata Sari

Npm : 2311011131

Analisis Jurnal:

Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia (Membaca Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik)

Di dalam Jurnal tersebut dijelaskan bahwa Moral selalu berkaitan dengan tingkah laku seseorang yang dapat diukur dari sudut pandang baik atau buruk, sopan atau tidak sopan, susila atau tidak susila. Etika berkaitan dengan dasar Filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia dengan pandangan hidup dari masyarakat tertentu (Etika adalah Ilmu Pengetahuan yang membahas Prinsip-prinsip Moralitas). 

Etik berasal dari bahasa Yunani yaitu "Ethis"  Yang berarti watak. Sistem etika berkembang melalui 5 (lima) tahapan:

-  etika teologi ( berasal dari doktrin Agama) 

- etika Ontologi ( Tahapan Perkembangan dari Etika Agama) 

- Positivasi berupa Kode Etik 

- etika fungsional Tertutup

- etika fungsi terbuka

Politik hukum juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya dinamika yang demikian itu karena diarahkan Ius Constituendum . 

Nama : Dea Permata Sari

Npm : 2311011131

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Jawab: Proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 memiliki beberapa tantangan, yaitu :  Tantangan Aksesibilitas: Pandemi telah memperlihatkan kesenjangan akses pendidikan. Tidak semua siswa memiliki perangkat atau koneksi internet yang memadai. Dalam hal ini, perlu dilakukan upaya untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang setara. 

Pembelajaran Jarak Jauh: Pembelajaran jarak jauh menjadi solusi utama selama pandemi. Namun, pendidik harus memastikan bahwa kualitas pembelajaran tetap tinggi dan siswa terlibat aktif.

B.   Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?

Jawab : Untuk memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 agar tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Pembelajaran Kemanusiaan: Penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti empati, solidaritas, dan keadilan, dalam kurikulum dan interaksi di dalam kelas (bahkan secara daring).

2. Pendidikan Karakter: Fokus pada pengembangan karakter dan moral siswa.

3. Keterlibatan Siswa: Berikan ruang bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kegiatan pengabdian masyarakat, meskipun dalam format daring.

C.   Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!

Jawab : Gotong Royong: Di sebuah lingkungan perumahan, warga secara sukarela berkumpul untuk membersihkan lingkungan bersama-sama. Ini mencerminkan nilai gotong royong Pancasila, yang berarti kerja sama dalam kebaikan bersama. Ini dapat ditingkatkan dengan sering mengadakan kegiatan gotong royong.

D.   Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

Jawab : Hakikat Pancasila mengacu pada inti atau esensi dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dalam konteks pengaktualisasian nilai-nilai tersebut sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat, hakikat Pancasila mencerminkan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila dan bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hakikat Pancasila bukan hanya sekadar konsep, melainkan prinsip-prinsip yang dijalankan secara konkret dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan menerapkan hakikat Pancasila, masyarakat dapat membangun masyarakat yang adil, bermoral, dan berkeadilan yang mencerminkan nilai-nilai dasar Pancasila.