Posts made by Agustin Dwi Rahayu 2311011093

Nama : Agustin Dwi Rahayu
NPM : 2311011093

Pancasila Sebagai Modal Sosial Bangsa di Tengah Tantangan Revolusi Industri 4.0

Pancasila merupakan kekuatan integeratif dimana pancasila sendiri hendaknya dapat menjadi perekat kesatuan bangsa. Pancasila juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena pancasila merupakan alat pemersatu bangsa indonesia.

Modal Sosial (kepercayaan) dapat dikatakan sebagai kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasikan kehidupan manusia. Modal sosial juga dinilai sebagai kemampuan masyarakat untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam berbagai kelompok organisasi.

Pancasila dan tantangan revolusi 4.0 dilihat dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan sosial yang telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bangsa indonesia.

Kearifan lokal adalah kondisi sosial dan budaya yang terkandung khasanah nilai-nilai budaya yang menghargai dan adaptif dengan alam sekitar juga tertata dengan secara adat istiadat masyarakat.

Pembentukan karakter siswa bermakna sebagai pendidikan nilai, budi pekerti moral dan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik atau buruk, memelihara yang baik, serta mewujudkan hal baik dalam kehidupan sehari hari.
Nama : Agustin Dwi Rahayu
NPM : 2311011093

Sikap yang Bung Hatta ambil dalam kisah tersebut menunjukkan keprofesionalannya dalam bekerja, ia tidak membocorkan kebijakan negara yang memang harus dirahasiakan dijaga dengan baik, walaupun ia tidak bisa membeli sepatu impiannya dan membuat istrinya kecewa, namun ia telah menunjukkan sikap jujur dan tanggung jawab yang ia miliki.
Nama : Agustin Dwi Rahayu
NPM : 2311011093

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa

Membangun Karakter Bangsa Indonesia

Bung Karno amat sering menyampaikan pentingnya membangun karakter bangsa. Awal rintisan membangun bangsa Indonesia sebelum sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dalam lagu kebangsaan hasil gubahan WR Supratman Indonesia raya menyatakan bahwa Indonesia Raya dapat dibangun melalui membangun jiwanya. Syair lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut tidak cukup cuma dinyanyikaan melainkan ditindak lanjuti dengan aksi membangun bangsa ini mulai dari membangun Jiwa atau karakter Bangsanya. Namun, yang terjadi pada bangsa Indonesia dalam pembangunannya justru dimulai dan menitik beratkan pada aspek fisik material. Dan tidak aneh kalau hasilnya adalah lahirnya anak-anak bangsa yang berorientasi pada faktor fisik material, individualistis.

Pengertian dan Konsep Mem- bangun Karakter Bangsa

Pengetahuan kewarganegaraan berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya seperti kehidupan politik, undang-undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi dan seterusnya. Sedang watak kewarganegaraan atau karakter kewarganegaraan/ bangsa berkenaan dengan nilai-nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang yang melandasi dan mengarahkan sikap dan tindakannya sehingga terminifestasikan dalam perilaku seseorang warganegara. Dalam kontek karakter bangsa, maka kualitas mental atau moral, kekuatan moral seseorang warga bangsa mampu berperilaku berbasis nilai dasar bangsa dalam wujud kegiatan hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia di segala bidang.. Oleh karena itu membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut terwejantahkan / termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing- masing dan dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.

Mencari jabaran Pancasila dan Implementasinya

Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila sebelum terbentuknya negara dan bangsa Indonesia pada dasarnya terdapat secara sporadis dan fragmentaris dalam kebudayaan bangsa yang tersebar di seluruh kepaulauan nusantara baik pada abad kedua puluh maupun sebelumnya, di mana masyarakat Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi dan berakulturasi dengan kebudayaan lain. Nilai-nilai tersebut merupakan suatu local genius dan sekaligus sebagai suatu local wisdom bangsa Indonesia yang kemudian disintesiskan secara dialektis kemudian dituangkan ke dalam sebuah dasar negara yang sering disebut sebagai dasar falsafah negara (staats philosofiche grondslag).
Nama : Agustin Dwi Rahayu
NPM : 2311011093

Pancasila merupakan dasar negara yang kuat, konsisten dan dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Tidak ada sumber hukum atau filsafat dalam bernegara di Indonesia yang melebihi Pancasila.

Gagasan mengenai dasar negara mulai dibicarakan pada tanggal 29 Mei 1945 ketika rapat BPUPKI. Beberapa tokoh menyampaikan pendapatnya namun belum ada persetujuan tentang dasar negara Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pendapatnya dan dapat diterima oleh BPUPKI, yaitu :
1. Kebangsaan
2. Internasionalisme
3. Mufakat
4. Kesejahteraan
5. Ketuhanan

5 prinsip Pancasila dapat disingkat menjadi Trisila, yaitu :
1. Sosio-Nasionalisme
2. Sosio-Ekonomi
3. Ketuhanan

Trisila dapat disingkat menjadi Gotong Royong

Untuk membuat Pancasila menjadi relevan dikalangan generasi muda yaitu dengan cara memberikan kebebasan untuk menafsir, memperdebatkan, dan mendialogkan dengan cara mereka sendiri-sendiri.
Nama : Agustin Dwi Rahayu
NPM : 2311011093

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!
Menurut saya dengan terhadinya bom bali tentunya merusak citra indonesia dimata publik, karna yang menjadi korban tak hanya warga indonesia, melainkan warga negara asing juga menjadi korbannya, ini juga menyebabkab kerugian terhadap indonesia sendiri karena indonesia dicap buruk. Jika mengikuti nilai agama seharusnya tidak ada agama yang memperbolehkan seseorang untuk mencelakai orang lain yang juga merupakan saudaranya sendiri, sedangkan indonesia sendiri dikenal memiliki nilai luhur yang baik. menurut saya sesorang seperti itu yang mengatasnamakan suatu kaum untuk berbuat kejahatan harus diberikan sanksi yang berat agar kejadian seperti bom bali tersebut tidak terjadi lagi dikemudian hari.

2. Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!
Tentunya sila pertama karena ia membawa nama suatu kaum agama, sila kedua karena tidak memiliki rasa empati terhadap sesama manusia, sila ketiga karna tindakan yang dilakukan dapat memecah belah suatu negara, sila ke empat karna ia tidak mematuhi aturan negara dan semena mena terhadap nyawa manusia. Sanksi yang pantas diberikan adalah menanggung seluruh kerugian, mananggung pengobatan para korban, serta penjara seumur hidup atau hukuman mati, karna orang seperti itu seharusnya mendapat sanksi yang setimpal. Karna jika tidak ditegaskan tentunya orang seperti itu pasti akan ada lagi ada lagi, karena mereka berpikir bahwa mereka tidak akan mendapatkan hukuman yang berat.