Kiriman dibuat oleh NABELA AGISTA JOSI

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Jawab:

Menurut pendapat saya, proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 merupakan tantangan besar bagi sistem pendidikan di Indonesia. Dengan adanya pandemi covid-19, maka pembelajaran diterapkan dari rumah atau yang lebih dikenal dengan pembelajaran secara online atau daring. Terdapat dampak positif dan negatif dari penerapan pembelajaran secara online tersebut. Dampak positifnya, yaitu, mulai dari siswa, orang tua, bahkan guru, dituntut untuk melek teknologi. Pembelajaran dari rumah, menjadikan para siswa, guru, dan orang tua, mau tidak mau harus menggunakan teknologi berupa handphone atau laptop, dan harus bisa mengoperasikan aplikasi belajar yang digunakan, seperti zoom, meet, google classroom, dan lain sebagainya. Orang tua sangat berperan bagi siswa, khususnya yang masih duduk di sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Orang tua mau tidak mau harus lebih aktif agar anak mereka tidak tertinggal oleh pembelajaran secara online tersebut. 

Namun, dampak negatifnya ialah bagi orang tua yang kurang mampu untuk memfasilitasi pembelajaran secara online, merasa keberatan, karena harus ada handphone yang mendukung untuk mengikuti pembelajaran. Dengan begitu, terdapat risiko peningkatan angka putus sekolah akibat krisis ekonomi yang mengharuskan orangtua memilih antara memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan anak. Selain itu juga, harus memiliki sinyal yang bagus agar pembelajaran berjalan lancar. Sedangkan bagi siswa yang tinggal di daerah pedalaman mengalami kesusahan untuk mendapatkan sinyal yang bagus. Selain itu juga, tidak semua orang tua mau tau bagaimana proses pembelajaran secara online anaknya. Padahal, peran orang tua dalam pembelajaran online tersebut sangat penting untuk mendukung pembelajaran berjalan lancar.

Walaupun begitu, pendidikan tetap menjadi kunci untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.


B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?

Jawab:

Mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila yaitu dengan meningkatan keterampilan guru. Guru perlu dilengkapi dengan keterampilan dan pelatihan untuk mengajar secara online. Mereka harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif berlandaskan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong dan keadilan.

Selain itu, pentingnya peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak-anak dari rumah. Mereka dapat mendorong implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan memastikan anak-anak memahami pentingnya persatuan, toleransi, dan keadilan.

Pemerintah juga perlu memastikan akses yang adil dan setara terhadap pendidikan online, terutama bagi keluarga yang mungkin kesulitan menyediakan perangkat dan akses internet. Ini akan membantu mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. Pemerintah juga harus merancang proses pembelajaran online yang sesuai dengan situasi pandemi dan tetap mendukung pengembangan karakter siswa berdasarkan Pancasila. Isi pembelajaran harus mencakup nilai-nilai Pancasila.


C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasila, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!

Jawab:

Salah satu contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasila di lingkungan saya adalah praktik gotong royong yang semakin diperkuat selama pandemi COVID-19. Gotong royong adalah salah satu nilai Pancasila yang mengedepankan semangat tolong-menolong dan kebersamaan dalam mengatasi berbagai masalah bersama. Di lingkungan saya, selama pandemi, kami melihat peningkatan nyata dalam partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan gotong royong, terutama terkait dengan bantuan kepada yang membutuhkan.


D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

Jawab:

Hakikat Pancasila merujuk pada inti dari Pancasila sebagai dasar dan panduan dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat Indonesia. Pancasila adalah dasar negara Indonesia, yang mengatur sistem pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara, serta nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga. Ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah panduan utama dalam pembentukan kebijakan, hukum, dan tindakan pemerintah. 

Pancasila sebagai paradigma berpikir maksudnya Pancasila mencerminkan cara berpikir yang demokratis. Ini menghargai perbedaan dan keragaman dalam masyarakat, mendorong dialog, dan konsensus sebagai cara untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. Sedangkan Pancasila sebagai paradigma bersikap dan berperilaku maksudnya Pancasila mendorong masyarakat untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama: Nabela Agista Josi

NPM: 2311011125


1. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut dan bagaimakah korelasinya dengan implementasi nilai Pancasila?

Jawab:

Menurut saya, kasus penolakan jenazah korban Covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah, menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ke-2, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Tindakan tersebut tidak mencerminkan rasa kemanusiaan, solidaritas, dan kasih sayang terhadap sesama manusia, yang merupakan nilai-nilai yang mendasari Pancasila.


2. Berikanlah saran dan solusi mu sebagai mahasiswa mengenai kejadian tersebut supaya tidak terulang lagi di kemudian hari!

Jawab:

Sebagai mahasiswa, beberapa saran dan solusi untuk mencegah terulangnya kejadian penolakan jenazah korban Covid-19 di kemudian hari yaitu sebagai berikut.

1). Mengikuti mata kuliah umum, Pendidikan Pancasila di tingkat Universitas dengan baik. Dengan begitu, dalam jiwa mahasiswa akan tertanam jiwa Pancasila.

2). Menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan positif, informasi yang akurat, dan kampanye kemanusiaan. Media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.


3. Apakah penolakan jenazah korban covid-19 termasuk pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2? Bukankah jenazah tersebut sudah tidak bernyawa? Jelaskan dengan argumentasimu secara jelas!

Jawab:

Penolakan jenazah korban Covid-19 bisa dianggap melibatkan pelanggaran terhadap Sila Pancasila ke-2, yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab." Meskipun jenazah tersebut tidak lagi bernyawa, pelanggaran terhadap kemanusiaan terjadi dengan perlakuan terhadap keluarga dan rekan-rekan korban, serta minimnya simpati dan empati yang mendasari kehidupan masyarakat. Tindakan penolakan jenazah korban Covid-19 merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan kurangnya empati dalam masyarakat. Tindakan tersebut melukai nilai-nilai moral dan etika yang seharusnya menjadi bagian dari perilaku masyarakat yang bermartabat. Penolakan jenazah tersebut juga merupakan perlakuan yang menyakiti keluarga dan rekan korban. Mereka harus menghadapi tekanan emosional ketika jenazah anggota keluarganya ditolak. Jadi, meskipun jenazah tersebut tidak bernyawa, penolakan jenazah dalam kasus tersebut termasuk pelanggaran terhadap Sila ke-2 Pancasila, karena hilangnya perilaku berperikemanusiaan dan adil terhadap semua individu, bahkan setelah mereka meninggal dunia.



manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama : Nabela Agista Josi
NPM : 2311011125

Dalam jurnal menyatakan bahwa, Kaelan yang mengutip pendapat Notonagoro menyatakan bahwa “Secara historis Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai-nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara. Bangsa Indonesia secara historis ditakdirkan oleh Tuhan YME, berkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya sebagai suatu bangsa dengan jati dirinya sendiri. Secara kultural dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara” (Kaelan,2011:8).

Menurut saya, kalimat tersebut menggambarkan bahwa sebelum negara terbentuk, nilai-nilai yang mendasari Pancasila telah hadir dan terwujud dalam pola pikir masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya produk hukum belaka, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai yang telah melekat dalam jiwa dan sejarah bangsa.

Pancasila diakui sebagai suatu sistem nilai yang mendalam yang tidak hanya lahir dari proses hukum saja, tetapi juga muncul dari kebijaksanaan yang bersumber pada keyakinan dan nilai-nilai yang diakui secara kultural dan spiritual. Pandangan ini menghargai bahwa bangsa Indonesia memiliki akar yang kuat dalam keyakinan akan takdir yang diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Nama : Nabela Agista Josi 

NPM : 2311011125


Setelah membaca kisah inspiratif Bung Hatta di atas, kita bisa tau bahwa Bung Hatta menyembunyikan suatu kebijakan negara yang seharusnya disembunyikan dari keluarganya, karena kebijakan negara tersebut bersifat rahasia. Bahkan istrinya sendiri pun tidak tau. Beliau pun sampai belum bisa membeli sepatu impian beliau. Namun, kebijakan ialah kebijakan, yang tidak bisa dihindari. Kebijakan negara yang menyangkut kehidupan seluruh bangsa Indonesia, beliau mendahulukan kepentingan bersama (negara) dibandingkan kehidupan pribadinya. Beliau juga sosok yang sangat amanah, bisa menjaga rahasia kebijakan negara tersebut dari istrinya. Di mana biasanya pasangan kita lah yang harus tau dahulu kegiatan atau tindakan yang akan kita lakukan. Beliau memilih untuk menginformasikan kebijakan tersebut langsung ke seluruh masyarakat Indonesia, tidak istrinya dahulu, sesuai dengan sifat kebijakan negara tersebut yang bersifat rahasia.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama : Nabela Agista Josi
NPM : 2311011125

Pancasila Sebagai Modal Sosial Bangsa di Tengah Tantangan Revolusi Industri 4.0

Dalam video mengungkapkan bahwa, "Pancasila merupakan kekuatan yang integratif di mana hendaknya Pancasila menjadi perekat kesatuan bangsa karena keanekaragaman budaya dan suku yang ada adalah rahmat bagi bangsa Indonesia untuk selalu mengedepankan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara."

Saya setuju dengan kalimat tersebut. Keanekaragaman budaya, suku, agama, dll, merupakan salah satu rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa, yang harusnya kita syukuri dan kita jaga, karena itu merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Kita seharusnya tetap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Karena dalam Pancasila, terkandung nilai untuk toleransi dalam perbedaan yang ada.

Modal sosial adalah kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasi kehidupan manusia. Atau jika diartikan dalam satu kata adalah trust/kepercayaan.

Pancasila merupakan perwujudan modal sosial. Alasannya karena salah satu wujud dari modal sosial adalah trust/kepercayaan yang membangun jati diri bangsa Indonesia kepada sebuah kondisi dan mereka mempunyai satu rasa dan senasib pada masa penjajahan bangsa saat itu.

Dalam video juga mengungkapkan, "Pancasila dengan tantangan revolusi industri 4.0 bisa dilihat Pancasila dengan nilai-nilai keberagaman, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial yang telah mampu terbukti menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia." 

Saya setuju, buktinya hingga sekarang, bangsa Indonesia masih memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dll. Dengan masihnya keberagaman tersebut, membuktikan bahwa Pancasila mampu untuk menjadi landasan hidup bagi masyarakat bangsa Indonesia.

Pancasila, revolusi 4.0, dan modal sosial tidak jauh dari beragamnya budaya dan nilai Pancasila yang sesuai dengan modal sosial yang masih dipegang teguh hingga saat ini dalam masyarakat Indonesia. Contohnya tradisi "Mempolong Merenten" yaitu semboyan kerukunan suku Lombok Utara di mana polong renten artinya sebagai modal sosial atau mediasi, paling penting bagi perdamaian antar pihak yang berkonflik. Tujuannya menyalurkan dan mengungkapkan rasa hormat kepada orang lain dan antar umat beragama sebagai pedoman tingkah laku dan menghormati yang lebih tua.

Kearifan lokal adalah kondisi sosial dan budaya yang terkandung hasanah nilai-nilai budaya yang menghargai dan adaptif dengan alam sekitar dan tertanam secara ajeg dalam tatanan adat istiadat masyarakat.