Posts made by Noval Ardiansyah

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Noval Ardiansyah -
Nama: Noval Ardiansyah
Npm: 2311011096

Filsafat Pancasila
Hakikat Filsafat Pancasila

Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006). Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Menurut Abdulgani (dalam Ruyadi, 2003), Pancasila merupakan filsafat negara yang lahir sebagai collective ideologie (cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu “sistem” yang tepat. Sedangkan Notonagoro (dalam Ruyadi, 2003) menyatakan bahwa Filsafat Pancasila memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah, yaitu tentang hakikat dari Pancasila.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila

Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui
penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Noval Ardiansyah -
Nama: Noval Ardiansyah
Npm: 2311011096


A. Menurut saya sebagai mahasiswa yang pernah melaksanakan, pendidikan secara online tersebut cukup efektif apabila dalam keadaan pandemi seperti covid 19. Tetapi, apabila pendidikan secara terus-terusan dilakukan secara online maka banyak pelajar atau mahasiswa yang kurang memahami materi-materi yang dijelaskan karena minimnya pengawasan dari pengajar. Bahkan banyak anak-anak yang masih SD, tugasnya dikerjakan oleh orang tua atau kakak-kakaknya. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya pemahaman dan menyebabkan kemalasan para pelajar atau mahasiswa untuk memahami materi dan mengerjakan tugas.

B. Supaya proses pendidikan di tengah pandemi covid 19 lebih efektif dan tetap berkolerasi dengan implementasi nilai pancasila adalah dengan melakukan pengawasan lebih terhadap pelajar dan mahasiswa agar mengerjakan tugas sendiri dan tidak mencontek. Lalu dengan melakukan zoom secara on cam supaya pengajar dapat melihat mahasiswa ataupun pelajar memperhatikan materi yang dijelaskan. Dan dengan memberikan akses internet yang baik atau bantuan kuota kepada mahasiswa ataupun pelajar.

C. Contoh kasus pengembangan karakter Pancasila jujur, disiplin, tanggungjawab :
- Mahasiswa yang tidak jujur atau mencontek dalam mengerjakan UTS.
- Mahasiswa yang tidak disiplin. Yaitu mahasiswa yang terlambat datang ke kelas.
- Mahasiswa yang tidak bertanggungjawab, yaitu mahasiswa yang tidak bisa mengerjakan tugasnya.
- Mahasiswa yang kurang peduli dan ramah lingkungan. Banyak mahasiswa yang kurang peduli dan kurang ramah lingkungan, seperti meninggalkan sampah begitu saja setelah seminar atau kuliah umum.
- Mahasiswa yang kurang santun. Terdapat beberapa siswa yang kurang sopan santun dalam pergaulan. Seperti dalam bahasa ataupun perkataan.
- Mahasiswa yang tidak menerapkan gotong royong. Seperti contohnya pada saat Jumat bersih ada mahasiswa yang tidak melakukan bersih-bersih, tetapi hanya mengobrol saja.
Pendapat saya adalah seharusnya, mahasiswa-mahasiswa tersebut menerapkan nilai-nilai Pancasila yang telah ia pelajari supaya hal-hal tersebut tidak terjadi lagi.

D. Pancasila berfungsi sebagai paradigma masyarakat Indonesia, memberikan kerangka berpikir, berperilaku, dan bertindak.Ini adalah cara memandang dunia yang memengaruhi cara orang memandang dan berinteraksi dengan lingkungannya

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Noval Ardiansyah -
Nama: Noval Ardiansyah
Npm: 2311011096


1. Menurut saya, mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai pancasila yaitu keadilan sosial, kemanusiaan, dan hak asasi manusia.

2. Saran dan solusi dari saya sebagai mahasiswa supaya kejadian tersebut tidak terulang lagi adalah dengan memberikan pendidikan karakter dan nilai-nilai pancasila kepada anak-anak dan masyarakat. Sehingga masyarakat dapat menerapkan pendidikan karakter dan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dan kejadian tersebut tidak terulang kembali.

3. Menurut saya, kejadian tersebut termasuk ke dalam pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2, karena kejadian tersebut menunjukkan bahwa kurangnya rasa kemanusiaan dan keadilan. Meskipun seseorang tersebut sudah meninggal tetapi kita sebagai manusia seharusnya tetap menghargai nya.
Nama: Noval Ardiansyah
Npm: 2311011096


PENGERTIAN FILSAFAT

Pengertian menurut arti katanya, kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani "Philosophia" terdiri dari kata Phile artinya Cinta dan Sophia artinya Kebijaksanaan.
Cinta artinya hasrat yang besar, atau yang berkobar-kobar, dan atau yang sungguh-sungguh.
Kebijaksanaan artinya wa Kebenaran sejati, atau kebenaran yang sesungguhnya.

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

1. Berfilsafat Rationalisme mengagungkan akal.
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas.
4. Berfilsafat Hedonisme mengagungkan kesenangan

MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT

1. Memperoleh kebenaran yang hakiki.
2. Melatih kemampuan berfikir logis.
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana.
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif.
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, menghasikan tindakan yang bijaksana.

PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

"Sistem" memiliki ciri-ciri sebagai berkut.

Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen, bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri, saling berhubungan dan saling ketergantungan, keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem), terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.

WAWASAN FILSAFAT meliputi bidang atau aspek penyelidikan:

Ontologis Epistemologis, dan Aksiologis.

-Ontologis menurut Aristoteles adalah imu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada. keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafiska.

-Epistemologis adalah cabang fisafat yang menyelidiki asal syarat susunan metode, dan validitas ilmu pengetahuan.

-Aksiologs Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nila manfaat dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Noval Ardiansyah -
Nama : Noval Ardiansyah
Npm : 2311011096
Tugas : Analisis Jurnal

Jurnal ini membahas tentang kurangnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia serta mencari cara untuk merevitalisasi dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut. Hal ini menekankan pentingnya pembentukan karakter dan perlunya memahami makna menjadi manusia yang berkarakter dan berkontribusi terhadap kebudayaan. Jurnal tersebut juga menyoroti pentingnya etika dalam pedoman perilaku di berbagai bidang dan menyarankan agar pedoman operasional nilai-nilai Pancasila dipelajari secara terbuka dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Membangun Karakter Bangsa
Indonesia membangun karakter bangsa sebenarnya sudah terpikirkan oleh bangsa Indonesia melalui para the founding father sebelum Indonesia merdeka. Ir. Soekarno menyampaikan perihal membangun karakter bangsa. Terdapat dalam syair lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman. Syair lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut tidak cukup hanya dinyanyikan saja, melainkan ditindak lanjuti dengan aksi membangun bangsa ini mulai dari membangun karakter bangsanya.

Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa

Berdasarkan perspektif
pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu, pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge),
kecakapan kewarganegaraan (civic
skill), dan watak kewarganegaraan/civic disposition.

Pendidikan Karakter
membangun peradaban bangsa bahwa karakter adalah kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nam, reputasi; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan dari orang lain; watak, tabi’at, mempunyai kepribadian. Seseorang berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyaarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidup. Dalam kontek karakter bangsa, maka kualitas mental atau moral, kekuatan moral seseorang warga bangsa mampu
berperilaku berbasis nilai dasar bangsa dalam wujud kegiatan hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di segala bidang.

Mencari jabaran Pancasila dan
Implementasinya

Secara Historis pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk
negara 

Secara kultural
dasar-dasar pemikiran tentang
Pancasila dan nilai-nilai Pancasila
berakar pada nilai-nilai kebudayaan
dan nilai-nilai religius yang dimiliki
oleh bangsa Indonesia sendiri
sebelum mendirikan negara.

Sebagai dasar falsafah, Pancasila yang merupakan suatu pilihan bangsa Indonesia melalui The Founding Fathers adalah core philosophy bangsa Indonesia, bahwa dalam hidup kenegaraan dan kebangsaan Pancasila sebagai dasar filsafat negara yang secara yuridis tercantum dalam tertib hukum Indonesia, yaitu dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila adalah sebagai sumber nilai dalam realisasi normatif dan praksis dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan.

Mengngingat pembangunan karakter harus bersifat berlanjut terus menerus (sustainable), maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai (values) yang bersifat berlanjut. Membangunan karakter merupakan pembangunan manusia, maka sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nillai-nilai kemanusiaan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius
orang lain
2. Hormat terhadap martabat
manusia sebagai pribadi atau
subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa
yang mengatasi segala
sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan
demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan
(equlity) dan (equity).