Posts made by Auren Wang

MKU PKN 2F -> ANALISIS KASUS

by Auren Wang -
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 2F
Program Studi : PGSD
Jurusan : Ilmu Pendidikan
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

1. Menurut pendapat saya, dibalik globalisasi yang menimbulkan dampak positif, globalisasi juga menimbulkan dampak negatif di dalamnya sehingga masyarakat akan cenderung terlalu mengikuti budaya luar, bahkan sampai adanya keinginan untuk menyimpang terhadap identitas negara Indonesia, seperti Pancasila. Hal tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia masih belum menerapkan jati diri pada dirinya sendiri dan cenderung bersikap "Plegmatis" dengan orang lain terhadap perkembangan globalisasi yang padahal memberikan dampak negatif. Oleh sebab itu, peran kita dalam menyikapi tindakan kita sangatlah diperlukan. Dalam hal ini, hendaknya kita menjadikan inspirasi atau contoh dari negara tetangga kita, yakni masyarakat atau warga dari negara Jepang dalam mempertahankan Identitas negaranya sehingga nantinya kita semua akan "wait and see" terhadap perkembangan negara ini dalam era globalisasi. Bila pemerintah maupun masyarakat tidak ikut andil dalam menanggulangi dampak negatif dari globalisasi, maka cepat ataupun lambat bangsa Indonesia akan mengalami disintegrasi. Hal tersebut disebabkan globalisasi dapat menimbulkan pola pikir masyarakat yang telah berubah sehingga terjadi penyimpangan terhadap identitas bangsa.

2. Menurut saya, yang dapat kita lakukan terhadap kebudayaan bangsa Indonesia sebagai pemersatu dibalik keberagaman dan plural nya bangsa Indonesia ialah memahami dan menjaga kebudayaan daerah, menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, menjaga keanekaragaman maupun kelestarian budaya, mencintai dan membeli produk dalam negeri, dan saling menghargai antara satu sama lain.

MKU PKN 2F -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Auren Wang -
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 2F
Program Studi : PGSD
Jurusan : Ilmu Pendidikan
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Bakti Saraswati
2. Volume : 05
3. Nomor : 01
4. Halaman : 9-16
5. Tahun Penerbit : Maret 2016
6. Judul Jurnal : Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa
7. Nama Penulis : Ida Bagus Brata

B. Abstrak Jurnal
1. Jurnal Paragraf : 1 Paragraf
2. Halaman : Setengah halaman
3. Ukuran Spasi : 1.0
4. Uraian Abstrak :
Abstrak dalam jurnal ini terdapat dalam 2 versi, yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jurnal ini mengkaji tentang permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi yang sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh sebab itu, hendaknya kearifan lokal dijadikan sebagai elemen budaya yang digali, dikaji, dan direvitalisasi kan sebab esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.
5. Keyword Jurnal : Kearifan lokal, Identitas bangsa

C. Pendahuluan Jurnal
Dalam pendahuluan jurnal, peneliti mengemukakan bahwa Identitas masa dan ruang memiliki makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Identitas seseorang ditentukan oleh keanggotaannya di dalam berbagai kesatuan sosial. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Oleh sebab itu rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia.

D. Kerangka Konseptual dan Teoritik Jurnal
Berdasarkan jurnal tersebut, peneliti mengemukakan bahwa secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Hal tersebut di dukung dengan pernyataan dari Haryati Subadio (1986:18-19) yang mengatakan bahwa kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau kepribadian budaya suatu bangsa. Sementara itu konsep kearifan lokal (local genius) yang dikemukakan oleh Quaritch Wales (dalam Astra,2004:112) adalah keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat/bangsa sebagai hasil pengalaman mereka di masa lampau. Atas dasar itulah kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional serta mengelola berbagai jenis sumber daya untuk kelestarian sumber daya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan. Dengan mengikuti sejarah perjalanan bangsa ini, maka akan dengan mudah dapat dilihat bahwa persoalan agama, etnisitas, dan identitas merupakan isu sensitif yang sering kali dapat dimanipulasi untuk memicu reaksi-reaksi emosional yang sering kali apabila tidak diantisipasi dengan baik berpotensi menimbulkan hal-hal yang bersifat fatal. Disinilah peran kearifan lokal diperlukan dalam menjaga identitas bangsa Indonesia.

E. Hasil dan Pembahasan
Dalam hal ini, peneliti mengemukakan bahwa terdapat kecenderungan yang muncul seperti adanya semacam penolakan terhadap keseragaman yang ditimbulkan oleh kebudayaan global (kebudayaan asing), sehingga muncul hasrat untuk menegaskan keunikan kultur dan bahasa sendiri. Hal ini sudah wajar sebab Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya sudah mengandung masalah legitimasi kultural sehingga pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata. Meskipun begitu, hubungan antar suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini belum seburuk seperti di beberapa negara lain, namun masalah ini tetap tidak bisa diabaikan begitu saja. Oleh sebab itu, diperlukan nya upaya dalam memulihkan maupun membangkitkan kembali ingatan dan kesadaran kolektif masyarakat lokal dengan ciri ataupun identitas budaya nya masing-masing serta meningkatkan kesadaran kolektif bersama agar semakin kuat tumbuhnya kesadaran identitas nasional yang memang telah ada sejalan dengan perkembangan historis bangsa ini.
Disinilah peran dari nilai-nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu.

F. Kesimpulan
Berdasarkan jurnal tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa diperlukannya pembelajaran yang tepat pada masyarakat agar budaya segala kekerasan yang terjadi terkikis oleh budaya yang damai.
Peneliti juga menyebutkan bahwa Kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sangatlah banyak ataupun beragam jenisnya sehingga secara selektif dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.

G. Kelebihan Jurnal
Jurnal ini menjelaskan semua penjelasanya dengan lengkap sehingga pembaca dapat memahami keseluruhan isi dari jurnal tersebut. Dalam jurnal ini juga topik yang diangkat relevan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan identitas bangsa terutama khususnya bagi anak remaja yang akan memasuki usia dewasa.

H. Kekurangan Jurnal
Dibalik kelebihan jurnal nya, jurnal ini juga memiliki kekurangan di dalamnya. Kekurangan jurnal ialah jurnal ini tidak mengemukakan metode penelitian seperti apa yang dilakukan dalam mengkaji hasil dari penelitian yang dilakukan sehingga hal ini akan membuat para pembaca bingung. Selain itu, jurnal ini juga terlalu banyak mengambil istilah-istilah yang sulit dipahami oleh para pembaca dan mengambil berbagai pendapat dari para ahli yang mana peneliti hanya seperti merangkum dari berbagai pendapat ahli tersebut serta hanya sedikit memberikan opini pribadi nya terkait topik yang sedang dibahas.

MKU PKN 2F -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

by Auren Wang -
Nama : Auren Wang
NPM : 2313053184
Kelas : 2F
Program Studi : PGSD
Jurusan : Ilmu Pendidikan
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Berdasarkan video tersebut, dijelaskan bahwa identitas nasional sangatlah penting pada setiap bangsa. Hal tersebut disebabkan identitas nasional yang dimiliki pada setiap bangsa berfungsi sebagai identitas dari karakter bangsa itu sendiri serta dapat menjaga keutuhan bangsa. Identitas nasional juga memiliki 4 unsur yang terkandung di dalamnya, antara lain sebagai berikut :
1. Suku Bangsa :
Dalam hal ini, suku bangsa merupakan golongan sosial yang telah ada sejak kita lahir di dunia ini (askriptif) berdasarkan ciri maupun golongan yang berbeda-beda. Terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis sebanyak kurang lebih 300 dialek dari populasi penduduk di Indonesia yang berjumlahkan sebanyak 210 juta populasi. Berdasarkan jumlah tersebut, diperkirakan bahwa separuh dari populasi tersebut ialah etnis jawa dan sisanya hanyalah etnis-etnis yang mendiami diluar pulau jawa seperti suku Makassar dan Bugis (3,68%), Batak (2,4%), Bali (1,88%), Lombok (1,66%), Aceh (1,4%), dan suku-suku lainnya.

2. Agama :
Dalam hal ini, bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang agamis dengan agama Islam, Kristen, Khatolik, Budha, Hindu, dan Konghucu.

3. Kebudayaan :
Pada dasarnya, kebudayaan merupakan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial dengan perangkat-perangkat pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukungnya supaya dapat menafsirkan ataupun memahami lingkungan dengan harapan dapat bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.

4. Bahasa
Bahasa biasanya dipandang sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi serta digunakan sebagai sarana komunikasi dalam menjalin interaksi dengan orang lain, baik secara lisan, tulisan, gerakan, dan isyarat.

Identitas Nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia pada Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 35 dan 36C. Adapun Identitas Nasional sebagai sarana dalam menunjukan jati diri bangsa Indonesia sebagai berikut :
1. Bahasa Nasional/Persatuan ialah bahasa Indonesia.
2. Bendera negara yaitu sang merah putih.
3. Lagu kebangsaan Indonesia Raya.
4. Lambang negara yaitu pancasila.
5. Semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
6. Dasar Falsafah yaitu pancasila.
7. Konstitusi hukum negara yaitu UUD 1945.
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
9. Konsepsi wawasan nusantara.
10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menjunjung tinggi wawasan nusantara serta memahami identitas negara Indonesia. Dalam hal ini, hendaknya kita bertanggung jawab dalam meneruskan warisan ekonomi bangsa agar identitas negara jita tidak lagi terjajah oleh bangsa lain. Jadilah pengembala bagi rakyat Indonesia agar tidak terlepas dari identitas nasional.