Posts made by Riko Prasetya

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 2

by Riko Prasetya -
NAMA : RIKO PRASETYA
NPM : 2353053013

Model pembelajaran marketplace activity adalah pendekatan belajar yang mengutamakan partisipasi siswa dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui kerja sama tim yang mirip dengan proses jual-beli di pasar. Metode ini memungkinkan informasi diperjualbelikan di antara kelompok siswa, yang menghasilkan pertukaran pendapat dan pemahaman yang saling berbagi. Tujuan dari model ini adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis di mana siswa tidak hanya menerima pelajaran secara pasif tetapi juga bertindak sebagai pengelola dan penyebar.

Salah satu masalah utama dalam menerapkan model kegiatan pasar adalah ketidakseimbangan partisipasi siswa. Siswa yang lebih percaya diri cenderung mendominasi proses penyampaian informasi, sementara siswa yang lebih pemalu atau kurang percaya diri mungkin tidak merasa nyaman untuk berpartisipasi aktif.

Terdapat kemungkinan besar bahwa model pembelajaran marketplace activity dapat meningkatkan partisipasi siswa, mendorong mereka untuk bekerja sama dalam belajar, dan meningkatkan keterampilan komunikasi dan pemikiran kritis mereka. Namun, model ini sangat bergantung pada bagaimana guru mengelola pembelajaran, terutama dalam hal pembagian kelompok, pengaturan waktu, dan pemberian umpan balik yang konstruktif. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, partisipasi yang sama, pemahaman yang mendalam tentang informasi, dan fleksibilitas dalam penerapan metode ini sangat penting.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

by Riko Prasetya -
NAMA : RIKO PRASETYA
NPM : 2353053013

Video tersebut memperlihatkan bahwa taman kanak-kanak memiliki peran penting dalam pengembangan moral dan nilai-nilai agama pada anak usia dini. Pada masa keemasan anak, TK berperan dalam membentuk kepribadian, seperti cara berpakaian, berperilaku, dan kesopanan dalam berinteraksi sosial. Berdasarkan pandangan Piaget, anak usia TK memiliki moralitas heteronomous, di mana perilaku mereka cenderung labil, sementara menurut Kohlberg, anak usia ini belum sepenuhnya dapat menyerap nilai moral.

Guru berperan penting dengan memberikan pengajaran melalui percakapan, mengajarkan berdoa, merapikan bekas makanan, serta memperkenalkan kegiatan ibadah sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan. Kegiatan seperti karya wisata juga membantu anak mengenal lingkungan dan budaya sekitar. Oleh karena itu, pengembangan moral dan nilai agama sangat penting untuk anak-anak usia dini karena mereka masih dalam tahap belajar dari apa yang diajarkan oleh guru.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

by Riko Prasetya -
NAMA : RIKO PRASETYA
NPM : 2353053013
KELAS : 2353053013

Berdasarkan jurnal yang saya baca, beberapa poin yang dapat saya analisis adalah:

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan model Moral Reasoning dan untuk mengetahui peningkatan keberanian mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan setelah menggunakan model Moral Reasoning pada siswa SMP NU NURUL HUDA Pakis Kabupaten Malang.
Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis Kabupaten Malang sebanyak 38 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Variabel yang diteliti meliputi aktivitas siswa, aktivitas guru, perkembangan moral siswa, dan pelaksanaan PTK melalui 3 siklus. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan guru.
Hasil belajar pada siklus I masih kurang, namun meningkat pada siklus II dan III. Dengan demikian, penerapan model Moral Reasoning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Model pembelajaran Moral Reasoning dilakukan dengan memberikan cerita dilematis, membentuk kelompok diskusi, memberikan kesempatan mengemukakan pendapat dan keputusan, serta memberikan motivasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian siswa.
Secara garis besar, penelitian ini berfokus pada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Moral Reasoning di kelas. Metode PTK digunakan untuk mengukur dampak penerapan model tersebut secara sistematis dan terukur.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

by Riko Prasetya -
NAMA : RIKO PRASETYA
NPM : 2353053013
KELAS : 3F

Berdasarkan hasil analisis yang saya dapatkan, artikel tersebut menjelaskan mengenai penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pendidikan moral anak TK PKK Sosrowijayan dikembangkan secara formal di sekolah. Pendidikan moral dikembangkan secara terintegrasi dengan kegiatan harian anak. Pengembangan pendidikan moral anak di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta kurang optimal, karena pengembangan moral pada anak tidak memiliki ruang khusus dalam pengembangannya. TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta lebih mengutamakan pengembangan intelektual anak. Hal ini terlihat dari adanya jam tambahan calistung (catat tulis hitung) untuk TK B selama satu jam setelah pembelajaran TK selesai. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa alasan orang tua menyekolahkan anaknya di TK PKK
Sosrowijayan Yogyakarta adalah bahwa lulusan TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta sudah bisa calistung.

Pendidikan moral di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta dapat dilihat dari beberapa aspek untuk menunjang pendidikan moral anak, yaitu: Materi TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta. Materi yang dikembangan di TK PKK Sosrowijayan sesuai dengan Permendiknas No 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Kajian dokumen kurikulum TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta menunjukkan bahwa materi moral yang disampaikan sesuai dengan acuan pemerintah kurikulum KTSP.
Pengembangan moral anak di TK PKK Sosrowijayan menunjukkan bahwa ada masalah dengan evaluasi meskipun terdapat upaya yang baik untuk menerapkan materi dan teknik pendidikan moral. Guru lebih cenderung berkonsentrasi pada hasil akhir, seperti kemampuan menulis, membaca, dan berhitung, daripada proses belajar anak. Hal ini dapat menyebabkan internalisasi prinsip moral, yang seharusnya menjadi tujuan utama pendidikan moral, terhambat. Oleh karena itu, disarankan agar guru menggunakan metode yang lebih bervariasi dan melakukan evaluasi yang lebih objektif; untuk mendukung proses evaluasi yang lebih holistik, lembar observasi harus digunakan.

Secara keseluruhan walaupun ada upaya untuk meningkatkan moral di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta, fokusnya lebih pada kemajuan akademik dan tantangan lingkungan yang tidak mendukung. Sekolah harus mempertimbangkan untuk membangun praktik dan evaluasi yang lebih berfokus pada aspek moral, serta untuk membuat lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan moral anak.

PGSD_PIPSSD_F_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Riko Prasetya -
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, baik terima kasih atas pertanyaan yang sudah diberikan.

Saya Riko Prasetya dengan NPM 2353053013 izin menjawab pertanyaan yang sudah diberikan.

Untuk mengetahui bagaimana cara guru dapat memilih dan menggunakan sumber belajar yang tepat untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa dalam pembelajaran IPS Guru dapat memilih dan menggunakan sumber belajar yang tepat dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas.
2. Menentukan isi pesan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
3. Mencari bahan pembelajaran yang sesuai.
4. Mempertimbangkan penggunaan sumber belajar orang, seperti dosen atau pakar.
5. Menentukan peralatan yang diperlukan untuk mentransmisikan isi pesan.
6. Memilih teknik penyajian yang sesuai.
7. Menentukan setting tempat kegiatan berlangsung.
8. Menggunakan semua sumber belajar yang telah dipilih secara efektif dan efisien.
9. Melakukan penilaian terhadap sumber belajar yang digunakan.

Untuk siswa berkebutuhan khusus, media dan sumber belajar mungkin perlu disesuaikan. Misalnya, penggunaan media visual seperti gambar, video, atau infografis dapat membantu siswa dengan gangguan penglihatan. Sementara itu, alat bantu dengar dan teknologi pembelajaran interaktif dapat digunakan untuk siswa dengan gangguan pendengaran.

Contoh salah satu sumber dan media yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa berkebutuhan khusus antara lain:

-Video pembelajaran yang menyajikan materi secara visual dan auditori.
- Simulasi interaktif yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik siswa, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan efektif.