Nama: Andini Aulia Zahra
NPM: 2313053169
Dalam vidio yang berjudul “Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)” dijelaskan mengenai penurunan nilai moral di kalangan siswa sekolah akibat melemahnya penerapan pendidikan moral dalam lingkungan pendidikan. Pendidikan moral yang semestinya menjadi dasar pembentukan karakter anak, kini mulai terabaikan, dan hal ini berimplikasi pada munculnya berbagai perilaku negatif yang merusak norma dan tata krama.
Contoh konkret dari perilaku negatif yang timbul akibat kurangnya pendidikan moral dapat ditemukan dalam vidio tersebut, antara lain:
- Siswa yang tidak mematuhi aturan sekolah, sebagaimana terlihat pada salah satu murid yang tidak mengenakan seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah. Hal ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari proses pendidikan.
- Tindakan iseng yang mengganggu teman, misalnya, dalam video terdapat salah satu siswa yang melemparkan kertas kepada temannya di tengah jam pelajaran. Perilaku ini tidak hanya mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap orang lain, tetapi juga menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi kegiatan belajar mengajar.
- Ketidak patuhan terhadap guru, seperti yang terjadi dalam video ketika seorang siswa melemparkan kertas kepada guru yang sedang tidak menghadap ke arah kelas. Lebih parah lagi, ketika siswa menabrak guru dan membuat barang-barang guru jatuh, ia tidak meminta maaf atau membantu, melainkan langsung pergi begitu saja. Tindakan ini menggambarkan rendahnya etika dan kurangnya menghargai guru.
Vidio tersebut juga memaparkan bahwa pengaruh pergaulan yang salah dapat mempengaruhi siswa yang berperilaku baik. Salah satu murid yang semula memiliki perilaku baik justru terjerumus dalam perilaku merokok dan mengonsumsi minuman keras, akibat pengaruh temannya. Hal ini menunjukkan bahwa pergaulan yang buruk dapat dengan mudah menggoyahkan moral seorang siswa, bahkan mempengaruhi keputusan dan tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri di masa depan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila sangatlah penting untuk diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Tanpa adanya pendidikan moral yang kuat, perilaku negatif yang merusak moralitas dan karakter bangsa akan terus berkembang, yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas generasi muda yang kita harapkan. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak, baik pendidik, orang tua, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengupayakan pendidikan moral yang berkesinambungan bagi anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur, dan mencintai nilai-nilai luhur bangsa.
NPM: 2313053169
Dalam vidio yang berjudul “Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)” dijelaskan mengenai penurunan nilai moral di kalangan siswa sekolah akibat melemahnya penerapan pendidikan moral dalam lingkungan pendidikan. Pendidikan moral yang semestinya menjadi dasar pembentukan karakter anak, kini mulai terabaikan, dan hal ini berimplikasi pada munculnya berbagai perilaku negatif yang merusak norma dan tata krama.
Contoh konkret dari perilaku negatif yang timbul akibat kurangnya pendidikan moral dapat ditemukan dalam vidio tersebut, antara lain:
- Siswa yang tidak mematuhi aturan sekolah, sebagaimana terlihat pada salah satu murid yang tidak mengenakan seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah. Hal ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari proses pendidikan.
- Tindakan iseng yang mengganggu teman, misalnya, dalam video terdapat salah satu siswa yang melemparkan kertas kepada temannya di tengah jam pelajaran. Perilaku ini tidak hanya mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap orang lain, tetapi juga menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi kegiatan belajar mengajar.
- Ketidak patuhan terhadap guru, seperti yang terjadi dalam video ketika seorang siswa melemparkan kertas kepada guru yang sedang tidak menghadap ke arah kelas. Lebih parah lagi, ketika siswa menabrak guru dan membuat barang-barang guru jatuh, ia tidak meminta maaf atau membantu, melainkan langsung pergi begitu saja. Tindakan ini menggambarkan rendahnya etika dan kurangnya menghargai guru.
Vidio tersebut juga memaparkan bahwa pengaruh pergaulan yang salah dapat mempengaruhi siswa yang berperilaku baik. Salah satu murid yang semula memiliki perilaku baik justru terjerumus dalam perilaku merokok dan mengonsumsi minuman keras, akibat pengaruh temannya. Hal ini menunjukkan bahwa pergaulan yang buruk dapat dengan mudah menggoyahkan moral seorang siswa, bahkan mempengaruhi keputusan dan tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri di masa depan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila sangatlah penting untuk diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Tanpa adanya pendidikan moral yang kuat, perilaku negatif yang merusak moralitas dan karakter bangsa akan terus berkembang, yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas generasi muda yang kita harapkan. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak, baik pendidik, orang tua, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengupayakan pendidikan moral yang berkesinambungan bagi anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur, dan mencintai nilai-nilai luhur bangsa.