Posts made by Wilda Tajkia

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 1

by Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163


A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal: Jurnal Humanika
2. Nomor: 1
3. Halaman: 1-11
4. Tahun Terbit: 2017
5. Judul Artikel: Pendidikan Moral di Sekolah
6. Nama Penulis: Rukiyati

B. Abstrak Jurnal
Abstrak jurnal ini menekankan pentingnya pelaksanaan pendidikan moral secara komprehensif di sekolah. Pendidikan moral bertujuan membentuk generasi yang unggul secara intelektual dan bermoral. Tanggung jawab pendidikan moral terletak pada sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Fokus utama adalah menciptakan desain pendidikan moral yang mencakup pendidik, materi, metode, dan evaluasi secara optimal.

C. Pendahuluan Jurnal
Bagian pendahuluan jurnal ini menyoroti pentingnya pendidikan moral di sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang baik. Sekolah, sebagai bagian dari lingkungan mikrosistem individu, memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan siswa, terutama karena peran signifikan guru dan lingkungan sekolah dalam membentuk karakter. Pendidikan moral di sekolah dipandang sebagai kebutuhan yang mendesak, mengingat besarnya harapan orang tua dan masyarakat terhadap institusi pendidikan untuk membimbing anak-anak menjadi pribadi yang pintar dan bermoral. Selain itu, pendidikan moral dianggap sejalan dengan tujuan utama pendidikan menurut pandangan Aristoteles, yaitu membangun manusia yang unggul secara keseluruhan. Untuk itu, diperlukan pendekatan pendidikan moral yang komprehensif, mencakup berbagai aspek seperti pendidik, materi, metode, dan evaluasi agar hasilnya dapat optimal.

D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian teori yang disintesis dengan hasil penelitian lapangan. Teori diambil dari pandangan pakar seperti Kirschenbaum, Lickona, dan Darmiyati Zuchdi. Data lapangan didapatkan dari penelitian sebelumnya (2012) di sebuah sekolah dasar Islam di Sleman.

E. Hasil dan Pembahasan
Bagian hasil dan pembahasan jurnal ini menguraikan dengan rinci empat elemen utama yang menjadi kunci keberhasilan pendidikan moral di sekolah: pendidik, materi, metode, dan evaluasi. Pendidik di sekolah, khususnya guru, memainkan peran sentral sebagai pengarah dan teladan moral bagi siswa. Tidak hanya guru, seluruh staf sekolah, termasuk tenaga administrasi dan pengelola fasilitas, juga berkontribusi dalam membangun lingkungan yang mendukung pembentukan karakter siswa. Guru diharapkan memiliki moralitas tinggi untuk menjadi panutan yang baik bagi siswa, karena sikap dan tindakan pendidik sangat memengaruhi internalisasi nilai-nilai moral pada anak didik.

Materi pendidikan moral yang disampaikan meliputi nilai-nilai yang berkaitan dengan hubungan individu dengan dirinya sendiri (seperti kedisiplinan dan tanggung jawab), dengan orang lain (kerjasama, kejujuran, toleransi), dengan alam (kesadaran lingkungan, tidak merusak alam), serta dengan Tuhan (keimanan dan ketakwaan). Nilai-nilai ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami pentingnya moralitas, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal metode, jurnal ini menawarkan berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai moral. Metode tersebut mencakup inkulkasi nilai atau penanaman nilai melalui bacaan dan cerita, keteladanan melalui perilaku nyata guru dan orang dewasa lainnya, serta klarifikasi nilai yang memberikan ruang bagi siswa untuk memahami dan memilih nilai yang relevan dengan dirinya. Selain itu, fasilitasi nilai dilakukan dengan menyediakan fasilitas yang memungkinkan siswa mempraktikkan nilai moral, seperti tempat ibadah, lingkungan hijau, dan ruang diskusi. Metode lain adalah pengembangan keterampilan moral, di mana siswa dibimbing untuk membiasakan diri melakukan tindakan moral dan menciptakan rencana tindakan moral mereka sendiri, seperti melalui kegiatan sosial dan kantin kejujuran. Evaluasi pendidikan moral dilakukan secara menyeluruh dengan menilai tiga aspek utama: penalaran moral, sikap afektif, dan perilaku moral siswa. Penilaian perilaku moral dianggap paling menantang karena memerlukan observasi jangka panjang dan pemahaman mendalam terhadap konteks siswa. Selain itu, evaluasi juga menggunakan metode seperti skala sikap untuk mengukur karakteristik afektif siswa, serta observasi langsung untuk menilai penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

F. Kelebihan dan Kekurangan Jurnal
Kelebihan Jurnal:
1. Membahas isu penting dalam pendidikan, yaitu moralitas, yang sangat relevan dalam konteks pendidikan modern.
2. Penulis berhasil memadukan teori dan hasil penelitian lapangan untuk memberikan panduan yang jelas tentang implementasi pendidikan moral.
3. Penyampaian metode yang beragam memberi fleksibilitas bagi pendidik dalam menerapkan pendidikan moral.
Kelemahan Jurnal:
1. Penelitian lapangan hanya dilakukan di satu sekolah, sehingga mungkin kurang merepresentasikan berbagai kondisi sekolah di Indonesia.
2. Tidak banyak pembahasan terkait tantangan atau hambatan dalam implementasi pendidikan moral di sekolah.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> FORUM pertanyaan

by Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163

Menurut saya perbedaan utama antara kriteria penilaian hardskill dan softskill terletak pada jenis kemampuan yang dinilai. Hardskill merupakan keterampilan teknis atau spesifik yang dapat diukur dan dilihat hasilnya secara langsung. Contohnya meliputi kemampuan dalam mengoperasikan alat tertentu. Penilaiannya pun lebih terukur karena hasilnya bisa dilihat dalam bentuk angka, sertifikat, atau performa pekerjaan yang jelas. Misalnya, seseorang yang ahli dalam menggunakan Excel bisa dinilai melalui tes atau tugas yang menunjukkan tingkat kemahiran mereka.

Sedangkan, Softskill adalah keterampilan non-teknis yang berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan orang lain. Contohnya termasuk kemampuan berkomunikasi, kerja tim, kepemimpinan, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi. Penilaiannya lebih bersifat subjektif karena bergantung pada respon seseorang dalam situasi tertentu. Misalnya, kemampuan seseorang dalam bekerja sama dengan tim dapat dinilai berdasarkan bagaimana mereka memberikan dukungan, mendengarkan pendapat, dan mengatasi konflik.

Jadi, kriteria penilaian hardskill cenderung lebih objektif dan terukur karena berfokus pada kemampuan teknis yang spesifik. Sementara itu, penilaian softskill lebih subjektif dan bergantung pada pengamatan perilaku serta interaksi interpersonal.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 4

by Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163


Dari hasil analisis saya, video tersebut membahas peran penting etika dan moral dalam kehidupan generasi muda di era modernisasi dan globalisasi yang semakin terbuka. Saat ini, kemudahan akses informasi melalui media sosial membuat generasi muda terpapar berbagai konten, baik positif maupun negatif. Hal ini dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka, sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah informasi dengan bijak. Masalah sosial seperti kekerasan, penyalahgunaan narkoba, penistaan agama, hingga tindakan kriminal yang terjadi di kalangan remaja, mencerminkan krisis moral yang memprihatinkan. Etika dan moral, sebagai prinsip yang mengatur perilaku manusia, tidak diperoleh secara bawaan, melainkan perlu dikembangkan melalui pendidikan, pembiasaan, serta teladan yang baik dari keluarga dan lingkungan.

Keluarga menjadi lingkungan pertama yang berperan dalam pembentukan karakter, menanamkan nilai-nilai seperti kesopanan, kejujuran, dan agama. Namun, banyak anak yang mengabaikan nilai-nilai ini dalam keseharian, misalnya tidak meminta izin atau menghargai orang tua. Selain keluarga, sekolah juga memainkan peran vital dalam mendidik etika dan moral, terutama melalui tata tertib yang mengontrol perilaku siswa. Tantangan muncul saat pembelajaran daring selama pandemi COVID-19, di mana banyak siswa tidak menerapkan etika yang baik, seperti tidak mengucapkan salam, berbicara informal dengan guru, atau tidak mengerjakan tugas dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mengikuti aturan komunikasi yang sopan saat belajar daring, seperti menghubungi guru di waktu yang tepat, menggunakan bahasa yang sopan, memperkenalkan diri, dan menyampaikan tujuan dengan jelas.

Keseluruhan isi video menekankan bahwa etika dan moral merupakan indikator kualitas seseorang, baik dalam konteks keluarga maupun masyarakat luas. Pembicara mengajak generasi muda untuk terus memperbaiki diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika serta moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki prinsip etika dan moral yang baik, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi positif dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih bermartabat dan berintegritas.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Video 1

by Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163

Dari hasil analisis saya terhadap video tersebut, Karina Syahyani menyoroti pentingnya pendidikan moral bagi anak sekolah dasar. Ia menjelaskan bahwa pendidikan adalah upaya masyarakat untuk mengembangkan perilaku yang baik dan meningkatkan pengetahuan individu, sementara moral adalah ajaran mengenai baik dan buruk yang diterima secara umum. Pendidikan moral, menurutnya, merupakan proses penting untuk membantu anak memahami nilai-nilai etika serta membuat keputusan yang tepat. Pada tingkat sekolah dasar, pendidikan moral sangat diperlukan agar anak-anak dapat mengembangkan sikap dan perilaku yang baik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Terdapat dua penyebab utama penurunan moral pada anak-anak, yaitu perundungan di sekolah dan kekerasan dalam keluarga. Perundungan sering terjadi karena kurangnya perhatian dari orang tua, yang membuat anak mencari perhatian dengan cara negatif, seperti mengejek atau mengabaikan teman. Sementara itu, kekerasan fisik di rumah, yang mungkin dilakukan oleh saudara kandung, bisa mengakibatkan trauma dan membentuk perilaku agresif pada anak. Hal ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan moral anak. Selanjutnya, Karina menekankan peran penting yang dimiliki oleh orang tua dan guru dalam pendidikan moral. Orang tua adalah model utama bagi anak, karena anak sering meniru perilaku mereka. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh sikap dan tindakan yang baik. Di sisi lain, guru berperan dalam memperkuat karakter anak di sekolah dengan menjadi teladan yang dapat dipercaya dan memberikan bimbingan mengenai nilai-nilai moral. Misalnya, guru yang disiplin dan hadir tepat waktu mengajarkan tanggung jawab yang bisa dicontoh oleh siswa.

Untuk mengatasi masalah penurunan moral, Karina menyarankan perlunya motivasi dan nasihat harian dari guru kepada siswa, agar nilai-nilai kebaikan tertanam kuat. Pendidikan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari keluarga, karena anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Kesimpulannya, pendidikan moral yang dimulai sejak dini dengan melibatkan peran aktif orang tua dan guru diharapkan dapat membantu membentuk anak-anak yang bertanggung jawab dan berperilaku baik, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Nilai dan Moral PGSD 2024 -> Forum Analisis Jurnal 2

by Wilda Tajkia -
NamaWilda Tajkia
NPM: 2313053163

A. Identitas Jurnal
1. Judul Artikel: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
2. Nama Penulis: Lia Yuliana

B. Pendahuluan
Artikel ini menyoroti pentingnya pendidikan moral pada anak usia dini, yang merupakan tahap awal dalam pembentukan karakter manusia. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dianggap sebagai periode emas di mana karakter dasar seseorang mulai terbentuk. Tujuan dari pendidikan moral pada anak usia dini adalah untuk memastikan perkembangan optimal karakter, sikap, dan perilaku positif anak, yang nantinya akan menjadikannya warga negara yang berperilaku baik. Pendidikan moral tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter dan kepribadian yang baik.

C. Isi
Artikel ini menjelaskan pengertian moral dan bagaimana pendidikan moral dapat membentuk karakter anak. Moral diartikan sebagai seperangkat nilai, ajaran, dan prinsip yang menjadi pedoman perilaku baik dan buruk di masyarakat. Nilai moral mencakup kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, yang perlu diperkenalkan kepada anak-anak agar mereka memahami konsep tanggung jawab pribadi, hati nurani, dan kewajiban sosial.
Penulis mengidentifikasi berbagai metode yang dapat digunakan dalam menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak, antara lain:
  1. Metode Bermain: Bermain dapat membantu anak-anak belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan berempati. Melalui permainan, anak-anak juga diajarkan berbagi, menghargai orang lain, serta memahami dan mematuhi aturan.
  2. Metode Bercerita: Cerita mengandung pesan moral yang membantu anak mengenal sikap positif, seperti rendah hati, kejujuran, dan kasih sayang.
  3. Metode Pemberian Tugas: Tugas-tugas individu dan kelompok menanamkan tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama.
  4. Metode Bercakap-cakap: Percakapan membantu meningkatkan keterampilan komunikasi dan pemahaman anak akan nilai-nilai sosial, seperti menghormati orang yang lebih tua dan berbicara dengan sopan. 
D. Penutup
Pada bagian akhir, penulis menekankan bahwa pendidikan moral sangat penting untuk membentuk anak menjadi individu yang bermoral baik. Proses ini harus dilakukan sejak usia dini dan melibatkan berbagai lingkungan pendidikan, baik formal maupun nonformal, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penulis menyimpulkan bahwa penggunaan metode yang sesuai dengan karakter anak dan lingkungan mereka akan sangat mendukung keberhasilan penanaman nilai-nilai moral.

D. Kelebihan dan Kekurangan
Artikel tersebut memiliki beberapa kelebihan, yaitu alur yang jelas, topik yang relevan, metode pembelajaran yang beragam, dan didukung referensi teoritis yang kuat. Namun, terdapat kekurangan seperti kurangnya data empiris, minimnya pembahasan kendala dalam penerapan, kurangnya faktor eksternal yang memengaruhi, dan tidak ada penjelasan mengenai hasil jangka panjang pendidikan moral ini pada anak.