A. Artikel diatas merupakansalah satucontoh kasus dari tidak diterapkannya nilaietika dalam sila pancasila yang seharusnya etika dan sopan santun itu sendirimerupakanciri dari masyarakat Indonesia khususnya generasi muda yang nantinya akan menjadicalon pemimpin negara ini.
Dari kejadian tersebut juga dapat mengambil hikmahnya yaitu kita harus selalu menerapkan nilai-nilai etika yang terkandung dalam sila pancasila khususnya kesopananan,menghargai sesama manusia terutama orang yang lebih dewasa umurnya diatas kita dengan menunjukan sikap sopan santun dan tata krama yang selalu orang tua kita ajarkan.
B. Pancasila sebagai sistem etika,dimaksudkan untuk mengembangkan moral dalam diri setiap individu sehingga memiliki kemampuan menampilkan sikap dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, sila-silaPancasila perlu ditanamkan lebih lanjut ke dalam putusan tindakan sehinggacmampu mencerminkan pribadi yang saleh, utuh, dan berwawasan moral-akademis. Dari artikel tersebut permasalahan yang terjadi adalah generasi muda yang kekurangan etika sehingga norma moral dilanggar oleh mereka. Norma moral adalah tolak ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Tolak ukur penilaiannya adalah ukuran baik dan buruk berdasarkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi atau yang dianggap rendah oleh masyarakat tempat manusia yang bersangkutan itu berada. Dengan norma moral itu, seseorang benar-benar dinilai perilakunya. Dan perbuatan itu melanggar norma serta nilai etika dalam pancasila karena norma termasuk kedalam bagian nilai etika pancasila.
C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila. Pancasila memang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal ialah gotong royong menyelesaikan sarana umum, toleransi dalam merayakan seremoni keagamaan, dan menyerahkan kepada lembaga adat untuk menyelesaikan konflik. Dalam era globalisasi saat ini kearifan lokal semakin diperlukan. Contoh kearifan lokal di Indonesia yang terkati dengan sistem etika berdasarkan Pancasila adalah pada sila pertama di Bali terdapat "pariangan" artinya harmoni dengan tuhan. Lalu pada sila kedua di daerah Jawa Timur terdapat "malisirappe, rebba sipatongkong" artinya mengingatkan, saling menghargai, dan memajukan. Dan pada sila ketiga diSasak Lombok terdapat " bareng ayong jari sekujung " artinya bersama-samalebur dalam satu. Kemudian ada cara mengambil keputusan dalam bermusyawarah. Etika dalam bermusyawarah tentu harus ada karena dengan bermusyawarah kita bisa memecahkan masalah bersama dengan mendapatkan kesepakatan bersama. Ini tentu sesuai dengan sila Pancasila ke empat yang berbunyi Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dalam mengambil keputusan untuk permasalahan bersama tentu kita ingin semua pihak diuntungkan dan tidak ada yang dirugikan. Contoh etika dalam bermusyawarah adalah menyampaikan usulan atau saran dengan tutur kata yang sopan serta jangan memotong pembiacaraan orang lain. Kita beruntung karena masyarakat Indonesia masih banyak yang menjunjung sila Pancasila di kehidupan sehari-hari.
D. Kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki olehbangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai. Pengetahuan kearifan lokal tumbuh menyejarah dan membadan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat mengkonstruksi nilai, norma, dan pengetahuan kearifan lokal guna mencipta sejarah. Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana, dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya. Hampir pada setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya.
Dari kejadian tersebut juga dapat mengambil hikmahnya yaitu kita harus selalu menerapkan nilai-nilai etika yang terkandung dalam sila pancasila khususnya kesopananan,menghargai sesama manusia terutama orang yang lebih dewasa umurnya diatas kita dengan menunjukan sikap sopan santun dan tata krama yang selalu orang tua kita ajarkan.
B. Pancasila sebagai sistem etika,dimaksudkan untuk mengembangkan moral dalam diri setiap individu sehingga memiliki kemampuan menampilkan sikap dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, sila-silaPancasila perlu ditanamkan lebih lanjut ke dalam putusan tindakan sehinggacmampu mencerminkan pribadi yang saleh, utuh, dan berwawasan moral-akademis. Dari artikel tersebut permasalahan yang terjadi adalah generasi muda yang kekurangan etika sehingga norma moral dilanggar oleh mereka. Norma moral adalah tolak ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Tolak ukur penilaiannya adalah ukuran baik dan buruk berdasarkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi atau yang dianggap rendah oleh masyarakat tempat manusia yang bersangkutan itu berada. Dengan norma moral itu, seseorang benar-benar dinilai perilakunya. Dan perbuatan itu melanggar norma serta nilai etika dalam pancasila karena norma termasuk kedalam bagian nilai etika pancasila.
C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila. Pancasila memang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal ialah gotong royong menyelesaikan sarana umum, toleransi dalam merayakan seremoni keagamaan, dan menyerahkan kepada lembaga adat untuk menyelesaikan konflik. Dalam era globalisasi saat ini kearifan lokal semakin diperlukan. Contoh kearifan lokal di Indonesia yang terkati dengan sistem etika berdasarkan Pancasila adalah pada sila pertama di Bali terdapat "pariangan" artinya harmoni dengan tuhan. Lalu pada sila kedua di daerah Jawa Timur terdapat "malisirappe, rebba sipatongkong" artinya mengingatkan, saling menghargai, dan memajukan. Dan pada sila ketiga diSasak Lombok terdapat " bareng ayong jari sekujung " artinya bersama-samalebur dalam satu. Kemudian ada cara mengambil keputusan dalam bermusyawarah. Etika dalam bermusyawarah tentu harus ada karena dengan bermusyawarah kita bisa memecahkan masalah bersama dengan mendapatkan kesepakatan bersama. Ini tentu sesuai dengan sila Pancasila ke empat yang berbunyi Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dalam mengambil keputusan untuk permasalahan bersama tentu kita ingin semua pihak diuntungkan dan tidak ada yang dirugikan. Contoh etika dalam bermusyawarah adalah menyampaikan usulan atau saran dengan tutur kata yang sopan serta jangan memotong pembiacaraan orang lain. Kita beruntung karena masyarakat Indonesia masih banyak yang menjunjung sila Pancasila di kehidupan sehari-hari.
D. Kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki olehbangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai. Pengetahuan kearifan lokal tumbuh menyejarah dan membadan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat mengkonstruksi nilai, norma, dan pengetahuan kearifan lokal guna mencipta sejarah. Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana, dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya. Hampir pada setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya.