Posts made by Muhammad Rifai

Mesin Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Muhammad Rifai -
A. Artikel diatas merupakansalah satucontoh kasus dari tidak diterapkannya nilaietika dalam sila pancasila yang seharusnya etika dan sopan santun itu sendirimerupakanciri dari masyarakat Indonesia khususnya generasi muda yang nantinya akan menjadicalon pemimpin negara ini.
Dari kejadian tersebut juga dapat mengambil hikmahnya yaitu kita harus selalu menerapkan nilai-nilai etika yang terkandung dalam sila pancasila khususnya kesopananan,menghargai sesama manusia terutama orang yang lebih dewasa umurnya diatas kita dengan menunjukan sikap sopan santun dan tata krama yang selalu orang tua kita ajarkan.

B. Pancasila sebagai sistem etika,dimaksudkan untuk mengembangkan moral dalam diri setiap individu sehingga memiliki kemampuan menampilkan sikap dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, sila-silaPancasila perlu ditanamkan lebih lanjut ke dalam putusan tindakan sehinggacmampu mencerminkan pribadi yang saleh, utuh, dan berwawasan moral-akademis. Dari artikel tersebut permasalahan yang terjadi adalah generasi muda yang kekurangan etika sehingga norma moral dilanggar oleh mereka. Norma moral adalah tolak ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Tolak ukur penilaiannya adalah ukuran baik dan buruk berdasarkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi atau yang dianggap rendah oleh masyarakat tempat manusia yang bersangkutan itu berada. Dengan norma moral itu, seseorang benar-benar dinilai perilakunya. Dan perbuatan itu melanggar norma serta nilai etika dalam pancasila karena norma termasuk kedalam bagian nilai etika pancasila.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila. Pancasila memang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal ialah gotong royong menyelesaikan sarana umum, toleransi dalam merayakan seremoni keagamaan, dan menyerahkan kepada lembaga adat untuk menyelesaikan konflik. Dalam era globalisasi saat ini kearifan lokal semakin diperlukan. Contoh kearifan lokal di Indonesia yang terkati dengan sistem etika berdasarkan Pancasila adalah pada sila pertama di Bali terdapat "pariangan" artinya harmoni dengan tuhan. Lalu pada sila kedua di daerah Jawa Timur terdapat "malisirappe, rebba sipatongkong" artinya mengingatkan, saling menghargai, dan memajukan. Dan pada sila ketiga diSasak Lombok terdapat " bareng ayong jari sekujung " artinya bersama-samalebur dalam satu. Kemudian ada cara mengambil keputusan dalam bermusyawarah. Etika dalam bermusyawarah tentu harus ada karena dengan bermusyawarah kita bisa memecahkan masalah bersama dengan mendapatkan kesepakatan bersama. Ini tentu sesuai dengan sila Pancasila ke empat yang berbunyi Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dalam mengambil keputusan untuk permasalahan bersama tentu kita ingin semua pihak diuntungkan dan tidak ada yang dirugikan. Contoh etika dalam bermusyawarah adalah menyampaikan usulan atau saran dengan tutur kata yang sopan serta jangan memotong pembiacaraan orang lain. Kita beruntung karena masyarakat Indonesia masih banyak yang menjunjung sila Pancasila di kehidupan sehari-hari.

D. Kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki olehbangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai. Pengetahuan kearifan lokal tumbuh menyejarah dan membadan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat mengkonstruksi nilai, norma, dan pengetahuan kearifan lokal guna mencipta sejarah. Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana, dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya. Hampir pada setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya.

Mesin Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Muhammad Rifai -
Nama :Muhammad Rifai
NPM :2315021021

A.)Pendidikan di tengah pandemi adalah tantangan besar, namun juga peluang untuk inovasi. Ini mendorong adaptasi, kreativitas, dan kerja sama dalam rangka memastikan pendidikan berlanjut meskipun situasi yang sulit. Dukungan yang kuat dari pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua sangat penting untuk menjaga pendidikan tetap relevan dan efektif.


B) 1. Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan teknologi pendidikan, seperti platform pembelajaran online dan video konferensi, untuk menjaga kelangsungan pembelajaran.

2. Konsistensi Kurikulum: Menyusun kurikulum yang tetap memasukkan nilai-nilai Pancasila dan mengintegrasikannya ke dalam materi pembelajaran.

3. Pembinaan Karakter: Fokus pada pengembangan karakter siswa dengan mengajarkan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran jarak jauh.

4. Evaluasi dan Pemantauan: Terus memantau dan mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran dan membuat perubahan yang diperlukan.

5. Keterlibatan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan memperkuat komunikasi antara sekolah dan rumah.

6. Kesadaran akan Nilai Pancasila: Memastikan bahwa siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


C.)1. Tanggung Jawab : Ketika seorang kurir paket yang harus mengantarkan paketnya kepada pemesan paket, dan seorang kurir tersebut memiliki tanggu jawab agar paket tersebut datang dengan aman, itu adalah salah satu contoh nilai-nilai tanggung jawab.

2. Gotong Royong : Ketika ada banjir di lingkungan Anda, warga setempat bersatu untuk membersihkan saluran air dan membantu warga yang terkena dampak. Ini mencerminkan semangat gotong royong untuk menjaga lingkungan tetap aman.

3. Jujur : jujur dapat dicontohkan seperti seorang karyawan yang menemukan barang orang yang tertinggal di tempat kerjanya dan orang yang merupakan pemilik barang tersebut kembali lagi, dan seorang karyawan tersebut langsung mengembalikan barang tersebut setelah pemilik barang itu menanyakan.

4. Disiplin : Di tempat kerja, seorang karyawan menjalankan pekerjaannya dengan disiplin. Dia tidak membuang waktu kerja dan selalu memberikan laporan yang akurat, mencerminkan nilai-nilai disiplin dalam tindakannya.

5. Santun :Seseorang yang mengembangkan karakter Pancasilais akan berusaha untuk mengatasi konflik atau perbedaan pendapat dengan cara yang santun dan terbuka. Mereka akan berbicara dengan hormat terhadap pandangan orang lain dan mendengarkan dengan teliti.

6. Peduli : Saat seorang tetangga sakit, teman-teman sekitar datang untuk memberikan dukungan dan menawarkan pertolongan, seperti memasak makanan atau mengurus anak-anaknya. Ini menunjukkan sikap peduli dalam membantu sesama.

7. Ramah Lingkungan : Beberapa warga di lingkungan Anda aktif dalam kampanye pembersihan lingkungan dan daur ulang sampah. Mereka secara aktif berupaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, mencerminkan sikap ramah lingkungan.

8. Cinta Damai : Ketika terjadi konflik antara kelompok-kelompok di lingkungan, pendekatan dialog dan mediasi digunakan untuk mencapai perdamaian daripada kekerasan. Ini mencerminkan semangat cinta damai dalam menyelesaikan perselisihan.

Pendapat saya adalah bahwa pengembangan karakter Pancasilais seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. Nilai-nilai ini membantu membangun kepercayaan, solidaritas, dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.


D.)1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Mengakui keberadaan Tuhan sebagai sumber nilai dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Ini mengimplikasikan sikap religius dalam perilaku dan kehidupan sosial.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab : Mengutamakan kemanusiaan dalam segala aspek kehidupan. Ini mencakup penghormatan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan etika dalam berinteraksi dengan sesama.

3. Persatuan Indonesia : Menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, melibatkan rasa nasionalisme, semangat gotong royong, dan toleransi terhadap perbedaan budaya dan agama.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan : Menekankan pentingnya demokrasi, partisipasi rakyat, dan musyawarah dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Mendorong kesetaraan, distribusi kekayaan yang adil, serta perhatian terhadap kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia.