Kiriman dibuat oleh Anggun Azqiyah Azzahra

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Anggun Azqiyah Azzahra -
Nama: Anggun Azqiyah Azzahra
NPM : 2355061005
Kelas : PSTI A

Jurnal yang berjudul "PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI" menguraikan peran penting Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan juga sebagai filsafat ilmu. Pemahaman tersebut mencakup lima sila yang menjadi panduan utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembahasan dimulai dengan merespons pandangan ideologi yang menantang keberadaan Pancasila, menegaskan bahwa negara Indonesia bermula dari perjuangan panjang dan perumusan oleh para pendiri. Konsep dasar Pancasila dijelaskan sebagai ideologi dan falsafah negara yang menjadi pandangan hidup pemersatu dan pertahanan bangsa. Pemikiran mendalam dalam proses berpikir anak bangsa ditekankan, melibatkan nilai-nilai budaya nusantara. Jurnal ini juga merinci implikasi setiap sila Pancasila terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjelaskan bagaimana nilai-nilai tersebut mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, jurnal ini memberikan pandangan komprehensif tentang bagaimana Pancasila menjadi landasan utama untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan di Indonesia melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

oleh Anggun Azqiyah Azzahra -
Nama : Anggun Azqiyah Azzahra
NPM : 2355061005
Kelas : PSTI A

A.  Peran Pancasila dalam paradigma ilmu sangat penting, antara lain:
1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
   - Kebijakan Ilmu: Memastikan pengembangan teknologi berbasis etika dan moral, menghindari penggunaan teknologi yang merugikan umat manusia.
   - Landasan Etika: Menekankan tanggung jawab moral dalam pengembangan perangkat lunak atau teknologi, menjauhi praktek yang dapat merugikan keberagaman keyakinan.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
   - Kebijakan Ilmu: Fokus pada pengembangan teknologi yang memberikan manfaat merata kepada semua lapisan masyarakat, mengurangi kesenjangan digital.
   - Landasan Etika: Mendorong inovasi yang mendukung kesejahteraan umum dan melibatkan kepentingan masyarakat dalam proses pengembangan teknologi.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
   - Kebijakan Ilmu: Mendorong kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di tingkat nasional untuk memajukan teknologi dalam negeri.
   - Landasan Etika: Menolak praktek-praktek yang dapat merusak persatuan dan kerukunan bangsa melalui penggunaan teknologi.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
   - Kebijakan Ilmu: Mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait perkembangan teknologi.
   - Landasan Etika: Memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengembangan teknologi, menghindari kebijakan yang merugikan masyarakat.

5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
   - Kebijakan Ilmu: Membuat kebijakan yang mendukung akses teknologi bagi seluruh lapisan masyarakat, mengurangi kesenjangan digital.
   - Landasan Etika: Menekankan pentingnya keadilan dalam distribusi manfaat teknologi, menghindari diskriminasi dalam penggunaan atau akses teknologi.

B. Harapan saya terhadap model pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia:
1. Pemimpin
   - Mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan tindakan mereka.
   - Berkomitmen untuk memajukan bangsa dengan berlandaskan pada keadilan dan persatuan.

2. Warganegara
   - Memiliki kesadaran akan peran penting Pancasila dalam membangun karakter dan moral sebagai anggota masyarakat.
   - Bertanggung jawab dalam menjaga persatuan dan keadilan di tengah kompleksitas tantangan global.

3. Ilmuwan
   - Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap penelitian dan pengembangan teknologi.
   - Menjadi agen perubahan yang memajukan kepentingan nasional sambil menjaga keberlanjutan dan keadilan.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh Anggun Azqiyah Azzahra -
Nama : Anggun Azqiyah Azzahra
NPM : 2355061005
Kelas : PSTI A

A. Tanggapan saya terhadap berita tersebut adalah keprihatinan terhadap dampak negatif penyebaran hoaks, terutama ketika bertemu dengan media sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, pentingnya meningkatkan literasi media dan kritisitas dalam menerima informasi. Saya akan berpartisipasi dalam kampanye literasi media dan edukasi masyarakat mengenai cara memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

B. Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial memerlukan pendekatan etis dalam pengembangan perangkat lunak. Sebagai solusi, saya akan mempromosikan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum dan etika pengembangan perangkat lunak. Melibatkan mahasiswa Teknik Informatika dalam proyek-proyek yang mendorong penggunaan teknologi sesuai dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

C. Sikap konsumerisme dapat diatasi dengan mendorong inovasi dan pengembangan teknologi lokal. Saya, sebagai mahasiswa Teknik Informatika, akan berfokus pada penelitian dan pengembangan teknologi dalam negeri. Selain itu, akan mendukung program-program pemerintah yang memberikan insentif bagi industri teknologi lokal agar dapat bersaing dengan produk luar negeri, sehingga kita tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen teknologi.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh Anggun Azqiyah Azzahra -
Nama : Anggun Azqiyah Azzahra
NPM : 2355061005
Kelas : PSTI A

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada sekutu, membuka peluang bagi Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebelumnya, pada Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor, yang menghasilkan persekutuan antara Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, beberapa negara jajahan Inggris, dan negara Amerika Latin. Bersama-sama, mereka melibatkan diri dalam perang melawan Jepang, Jerman, dan Italia.

Puncak perang terjadi dengan pengeboman atom oleh sekutu di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, menyebabkan kematian sekitar 140.000 orang. Tiga hari kemudian, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki, mengakhiri hidup ribuan orang. Akibat dari peristiwa ini, Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945.

Proses penyerahan Jepang ditandai dengan penandatanganan surat tanda menyerah oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Shigematsu Sakakibara, di atas kapal perang Amerika Serikat USS Missouri. Untuk Indonesia, momen penyerahan Jepang menciptakan kekosongan kekuasaan, yang dimanfaatkan dengan bijak oleh bangsa Indonesia. Dua hari setelah penyerahan Jepang, tepatnya pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Proklamasi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia, menandai berakhirnya penjajahan dan awal dari perjuangan membangun negara merdeka.