གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Anggun Azqiyah Azzahra

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

Anggun Azqiyah Azzahra གིས-
Nama : Anggun Azqiyah Azzahra
NPM : 2355061005

A. Sikap gotong royong memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang melanda negara kita saat ini. Dalam rangka mengimplementasikan gotong royong, ada beberapa sikap dan tindakan yang dapat diwujudkan:
• Melakukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kita dapat bekerja bersama-sama untuk mencari solusi yang melanda bangsa. Ini dapat dilakukan dengan saling mendengarkan, membantu, dan berbagi sumber daya serta pengetahuan.
• Terlibat dalam kegiatan sosial dan kegiatan kemasyarakatan, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan. Misalnya, terlibat dalam aksi sosial, kampanye penyuluhan, atau menjadi relawan di berbagai program kemanusiaan.
• Membangun rasa solidaritas dan empati dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi cara lain untuk menerapkan semangat gotong royong. Mencoba memahami dan menempatkan diri pada posisi orang lain, mendukung mereka yang membutuhkan, dan memberikan bantuan dengan sukarela adalah contoh tindakan nyata dalam mempraktikkan gotong royong.
• Menghargai kebhinekaan. Dalam semangat gotong royong, penting untuk menghargai dan menghormati perbedaan serta menjunjung tinggi keberagaman sebagai kekuatan dan kekayaan negara kita.
• Merawat kebersihan dan menjaga lingkungan hidup adalah sikap gotong royong yang sangat penting. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan menjaga sumber daya alam, kita ikut mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi kita dan generasi mendatang.

B. Sebagai individu di lingkungan sekitar tempat tinggal saya, saya berusaha untuk melakukan beberapa upaya dalam menghadapi keberagaman dan mendorong keharmonisan di masyarakat antara lain dengan menghormati perbedaan, saya berusaha untuk menghormati dan menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang yang ada di lingkungan saya. Saya berusaha untuk bertoleransi dan membuka pikiran terhadap keragaman yang ada, membangun komunikasi yang baik, saya berusaha untuk menjalin hubungan yang baik dengan tetangga dan warga sekitar serta membangun kerjasama dan kebersamaan, saya berusaha untuk menciptakan kesempatan kerjasama dan kebersamaan dengan warga lain yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Misalnya, menjalankan kegiatan gotong royong membersihkan kost.

C. Setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional mereka. Nilai-nilai dasar ini mencerminkan keyakinan, budaya, dan prinsip-prinsip yang dipegang oleh anggota kelompok tersebut. Nilai-nilai ini menjadi acuan dalam mengatur hubungan sosial, praktek budaya, kebijakan publik, dan identitas nasional.
Contohnya, dalam konteks Indonesia, Pancasila merupakan nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional. Pancasila terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila menjadi pijakan untuk mengatur sistem pemerintahan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan membangun kesatuan dan keadilan di dalam masyarakat.

D. Sikap para pendiri bangsa dalam menanggapi tuntutan perubahan dalam rumusan Pancasila pada saat itu menunjukkan kematangan dan kebijaksanaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka memiliki pemahaman bahwa untuk mencapai kesepakatan yang inklusif dan memperkuat identitas nasional, perubahan dalam rumusan Pancasila harus dilakukan.
Menyadari bahwa penambahan kata-kata yang mengaitkan Pancasila dengan syariat Islam bisa menjadi hambatan dan memunculkan ketidakharmonisan di masa depan, para pendiri bangsa memilih untuk menghapusnya dengan menggantinya dengan istilah yang lebih abstrak, "Yang Maha Esa". Keputusan ini diambil bukan dengan tujuan untuk mengecualikan agama tertentu, tetapi untuk menjaga prinsip kebebasan beragama dan menghindari konflik agama di dalam negara yang beragam ini.
Menurut saya sikap tersebut menunjukkan kebijaksanaan dan rasa tanggung jawab para pendiri bangsa untuk membangun negara yang inklusif dan menghormati keberagaman. Mereka memahami pentingnya mengakomodasi berbagai keyakinan dan agama dalam rumusan Pancasila, dengan tujuan mewujudkan persatuan dan keadilan sosial di antara seluruh rakyat Indonesia.
Secara korrelatif dengan sikap para pendiri bangsa, sikap kita sebagai bangsa saat ini juga harus mengedepankan prinsip-prinsip yang sama. Kita harus menghargai dan menghormati keberagaman agama, budaya, dan suku di dalam masyarakat kita. Kita juga harus berusaha untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, saling menghormati, dan bekerja sama dalam semangat kebhinekaan.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

Anggun Azqiyah Azzahra གིས-
Nama : Anggun Azqiyah Azzahra
NPM: 2355061005

1. Pendidikan Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara karena Pancasila merupakan ideologi dasar negara Indonesia yang menjadi landasan bagi pembangunan nasional. Mahasiswa atau generasi muda sebagai pemimpin masa depan harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menjadi warga negara yang baik, memiliki rasa cinta dan nasionalisme terhadap negara Indonesia, serta mampu berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara. Urgensi pendidikan Pancasila bagi mahasiswa atau generasi muda adalah untuk membentuk kepribadian yang taat beragama, persatuan, kerakyatan, dan mengutamakan kepentingan umum sehingga dapat menjadi generasi yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

2. Pendidikan Pancasila dapat membantu dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi, karena mengangkat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dijadikan dasar kehidupan. Nilai-nilai ini seperti rasa kekeluargaan, rasa persaudaraan, dan rasa keadilan. Pendidikan Pancasila dapat membantu dalam menjaga nilai-nilai ini dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi. Dalam menghadapi masa depan, pendidikan Pancasila dapat membantu dalam menjunjung tinggi nilai-nilai yang dapat mempersatukan dan menjaga Indonesia. Manfaat pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan masa depan adalah memiliki sikap toleransi dan membentu nilai-nilai luhur untuk menghadapi perubahan dan tantangan yang ada. Hal ini membantu mempersiapkan generasi muda untuk berperan dalam membangun bangsa di masa depan.

3. Faktor-faktor penghambat yang dapat menghambat diberlakukannya Pancasila di perguruan tinggi antara lain:
• Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang Pancasila di kalangan mahasiswa maupun dosen. Jika tidak ada pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip Pancasila, maka implementasinya akan terhambat.
• Maraknya ideologi dan pandangan di kalangan mahasiswa. Perguruan tinggi adalah tempat di mana berbagai ideologi dan pandangan dapat ditemukan. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan pendapat dan mungkin bahkan konflik, yang dapat menghambat diberlakukannya Pancasila sebagai panduan bersama.
• Dominasi aspek kedisiplinan dan akademik. Terkadang, pemikiran dan prinsip-prinsip Pancasila menjadi terpinggirkan oleh tuntutan disiplin dan prestasi akademik di perguruan tinggi.

Sementara itu, faktor-faktor penunjang yang dapat mendukung diberlakukannya Pancasila di perguruan tinggi adalah:
• Pendidikan dan pembiasaan mengenai Pancasila. Dengan adanya kurikulum yang mendorong pemahaman mendalam tentang Pancasila serta dilakukannya pembiasaan nilai-nilai Pancasila sejak dini, mahasiswa akan lebih mudah memahami dan menjalankan nilai-nilai tersebut.
• Peran aktif dari dosen dan tenaga pendidik. Dosen dan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan mengedukasi mahasiswa tentang Pancasila. Dengan memberikan contoh dan leadership yang baik, Dosen dapat membantu memperkuat implementasi Pancasila di perguruan tinggi.
• Kesadaran dan partisipasi aktif mahasiswa dalam imlementasi pancasila di perguruan tinggi. Contohnya dengan mengikuti organisasi yang menjunjung tinggi nilai pancasila.

4. Sebagai mahasiswa teknik informatika, relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi kami adalah penting dalam konteks mengembangkan profesionalisme dan etika di bidang teknologi informasi. Pendidikan Pancasila membantu kami memahami nilai-nilai moral, tanggung jawab sosial, dan prinsip keadilan yang harus kita terapkan dalam pembangunan teknologi informasi untuk kepentingan masyarakat.
Dalam konteks tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan Pancasila juga berperan penting bagi mahasiswa teknik informatika. Kami harus meyakini bahwa teknologi informasi harus digunakan untuk mendorong kemajuan nasional, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan menyumbangkan solusi bagi perkembangan bangsa. Dalam menerapkan prinsip Pancasila, mahasiswa teknik informatika dituntut untuk mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara luas, melibatkan partisipasi publik, dan mementingkan keamanan siber dalam setiap langkah yang kami ambil.
Selain itu, pendidikan Pancasila juga membantu kami dalam mengembangkan sikap kritis dan etis saat menghadapi masalah etika yang terkait dengan teknologi informasi, seperti privasi, penyebaran berita palsu, dan penggunaan teknologi dalam kegiatan ilegal. Dengan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai Pancasila, kami dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan zaman digital yang kompleks.
Secara keseluruhan, integrasi pendidikan Pancasila dalam program studi teknik informatika membantu mencapai tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memastikan bahwa perkembangan teknologi informasi berjalan sejalan dengan nilai-nilai moral, keteraturan sosial, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

Anggun Azqiyah Azzahra གིས-

Nama : Anggun Azqiyah Azzahra 

NPM : 2355061005


Pancasila berasal dari bahasa sansekerta, panca berarti lima dan sila berarti dasar atau asas. Pancasila berarti 5 dasar atau asas. Sejarah perumusan pancasila merupakan salah satu dari banyaknya perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia.

Dalam periode penjajahan barat, bangsa Indonesia terlibat dalam perjuangan fisik yang telah dilakukan di banyak daerah, namun tidak terorganisir. Kemudian pada tanggal 20 Mei 1908 Dokter soetomo mendirikan sebuah organisasi pelopor pergerakan nasional. Perjuangan non fisik ini membuahkan hasil yaitu diadakannya kongres pemuda nasional yang menghasilkan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.Pada 9 maret 1942 pemerintah hindia Belanda menyerah bersyarst kepada Jepang. Tiga tahun kemudian, Jepang tersekap oleh sekutu sehingga Jepang mencari simpati Indonesia dan membentuk BPUPKI pada 29 April 1945. BPUPKI melakukan sidang pertama pada 29 Mei-1Juni 1945 yang membahas tentang lima asas dasar Indonesia. Ir. Soekarno mengusulkan nama pancasila untuk lima asas tersebut pada 1 Juni. Sidang kedua BPUPKI dilakukan pada tanggal 10-17 Juli yang membalas tentang rancangan UUD dan penetapan piagam jakarta. Ada sila yang berbeda dari pancasila pada piagama jakarta yaitu "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya". Pada 7 Agustus 1945 BPUPKI dibesarkan dan didirikanlah PPKI. Sidang pertama PPKI dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan undang undang dasar, pemilihan presiden dan wakil presiden pertama, dan ditetapkan pancasila sebagaimana pancasila yang kita tahu sekarang.


Pancasila memiliki 2 pengertian:

1. Pancasila sebagai pandangan hidup

2. Pancasila sebagai dasar negara


Pancasila memiliki tiga fungsi yaitu:

1. Fungsi Yuridis, sebagai dasar negara

2. Fungsi Sosiologis, apabila dilihat dalam pengatur hidup masyarakat pada umumnya

3. Fungsi etis dan filosofis apabila dilihat dari pengatur tingkah laku pribadi


Pancasila mengandung 4 pokok pikiran, antara lain:

1. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia berdasarkan persatuan (sila 3)

2. Negara Indonesia mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila 5)

3. Negara berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan (sila 4)

4. Negara berdasarkan ketuhanan YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (sila 1 dan 2).

Dari video tersebut dapat kita lihat begitu besarnya perjuangan para pemimpin kita terdahulu, kita yang hidup di masa sekarang harus lebih menanamkan nilai-nilai pancasila di dalah diri kita. Kita harus mengimplememtasikan pancasila di hidup kita.