ALYA NAYRA SYAFIQA
2315061001
PSTI A
Kearifan lokal di Indonesia, seperti di Bali dan Jawa, mencerminkan nilai harmoni, estetika, dan keseimbangan, yang krusial untuk konservasi sumber daya alam, pengembangan SDM, dan pelestarian kebudayaan. Diplomasi kebudayaan memainkan peran penting dalam memperkuat identitas ke-Indonesiaan dan membangun hubungan antar bangsa. Sebagai bangsa multikultur, Indonesia perlu menghormati pluralitasnya untuk mencapai persatuan. Revitalisasi kearifan lokal menjadi kunci untuk memperkokoh identitas bangsa.
Identitas budaya dapat berasal dari agama, bahasa, dan adat. Konflik etnis mungkin timbul akibat perbedaan identitas, sehingga kearifan lokal menjadi perekat penting untuk mengatasi hal tersebut. Masa depan politik dunia menghadapi tantangan benturan kebudayaan, dan Indonesia sebagai negara multietnis perlu mengatasi masalah legitimasi kultural. Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal menjadi krusial dalam menghadapi konflik sosial. Modal budaya Indonesia mencerminkan keberagaman, dan sistem nilai merupakan inti dari kebudayaan. Ketahanan modal budaya kolektif sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kearifan lokal menjadi elemen kunci kebudayaan yang perlu dipelajari dan dihidupkan kembali untuk memperkuat identitas bangsa di era globalisasi. Identitas bangsa Indonesia yang beragam membutuhkan pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya lokal. Multikulturalisme memiliki peran vital dalam membangun integrasi antar identitas budaya yang beragam. Identitas seseorang ditentukan oleh keanggotaannya dalam kesatuan sosial, dan identitas bangsa dapat diwujudkan melalui tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki oleh kelompok etnik. Identitas merupakan konstruksi diskursif yang terbentuk melalui bahasa dan representasi.