Posts made by Recky Valerian

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Recky Valerian -
Nama : Recky Valerian
NPM : 2315061057
Kelas : TI A

Dalam jurnal ini, dibahas signifikansi peran media massa dalam upaya pencegahan kejahatan dan penanaman nilai-nilai Pancasila di Indonesia. Hasil penelitian menyoroti bahwa media massa belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan fungsinya. Masih ada banyak berita yang belum terverifikasi secara cermat dan tidak memberikan kontribusi yang memadai terhadap penguatan nilai-nilai Pancasila. Media massa mencakup berbagai jenis, termasuk media cetak dan media elektronik. Media cetak seperti surat kabar, menyajikan laporan mengenai Tindak Pidana Korupsi, sementara media elektronik seperti televisi, mengkomunikasikan informasi melalui media suara dan gambar. Peran media massa sangat penting dalam konteks kontrol sosial dan memiliki kemampuan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap hukum. Media massa juga memiliki kapasitas untuk mengawasi kepatuhan terhadap hukum pidana dan berperan dalam upaya pencegahan kejahatan. Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa sejak proklamasi pada 18 Agustus 1945. Nilai-nilai Pancasila memegang peranan kunci sebagai norma dan pedoman yang harus diterapkan dalam masyarakat. Jurnal ini juga menjelaskan konsep monopluralisme, yang mengajarkan bahwa manusia terdiri dari berbagai esensi yang bersatu. Ada lima aspek utama dari monopluralisme yang diuraikan dalam jurnal ini, termasuk kesatuan antara tubuh dan jiwa, hubungan individu dan sosial, serta keseimbangan antara kemandirian dan ketergantungan. Selain itu, jurnal ini mencermati dampak globalisasi terhadap individualisme serta peluang dan tantangan yang timbul darinya. Jurnal ini menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia, serta menganalisis perkembangan media massa di Indonesia dan perannya dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Media massa diartikan sebagai saluran komunikasi yang digunakan untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> forum diskusi

by Recky Valerian -
Nama : Recky Valerian
NPM : 2315061057
Kelas : PSTI A

Sistem filsafat adalah suatu kumpulan konsep terorganisir, dengan karakteristik unik yang membedakannya dari sistem lain, seperti pendekatan ilmiah. Suatu sistem filsafat harus sangat inklusif, berarti tidak ada aspek kehidupan yang dikesampingkan. Jika tidak demikian, maka hanya akan memandang satu sisi dari kenyataan atau tidak memadai. Sebuah sistem filsafat dianggap memadai jika mampu menjelaskan semua fenomena yang ada. Manusia berhadapan dengan realitas yang sangat kompleks, mencakup segala sesuatu yang dapat dilihat dan yang hanya dapat dipahami melalui pemikiran. Realitas yang bersifat spiritual, seperti hakikat atau esensi suatu objek, tidak dapat dilihat secara langsung, melainkan hanya dapat dipahami melalui akal budi. Karena cakupan yang sangat luas ini, setiap sistem filsafat secara otomatis mencakup pandangan teoritis tentang eksistensi, entitas alam, dan manusia itu sendiri.

Jawaban dalam domain filsafat menghasilkan kerangka pemikiran filsafat. Pemikiran ini kemudian menjadi dasar bagi pandangan filsafat. Dengan demikian, pandangan filsafat seseorang mencerminkan perspektifnya terhadap Tuhan, alam semesta, dan manusia. Melalui pandangan filsafat, kita dapat memahami cara seseorang berpikir, bersikap, dan bertindak.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum diskusi

by Recky Valerian -
Nama : Recky Valerian
NPM : 2315061057
Kelas : PSTI A

Pancasila merupakan konsepsi atau visi kehidupan yang menjadi fondasi negara Indonesia. Dari segi filsafat, Pancasila dapat dipertimbangkan sebagai suatu doktrin karena berisikan prinsip-prinsip dasar yang mengatur kehidupan bersama dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai suatu konsep filsafat, Pancasila mengandung beberapa asas atau nilai mendasar yang menjadi dasar bagi kehidupan bersama dalam negara dan bangsa. Asas-asas tersebut antara lain:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Asas ini menekankan pentingnya iman dan penghormatan terhadap Sang Pencipta Yang Maha Agung. Asas ini mengajarkan bahwa tiap individu memiliki kebebasan untuk melaksanakan agamanya sendiri, namun tetap harus menghormati dan mengakui keberadaan Tuhan.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab: Asas ini menyoroti pentingnya penghormatan terhadap martabat dan hak asasi manusia. Tiap individu mempunyai hak yang setara dalam menerima perlakuan yang layak dan berkeadilan.

3. Persatuan Indonesia: Asas ini menggarisbawahi kepentingan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Pancasila mengajarkan bahwa keragaman suku, agama, ras, dan golongan harus dihargai dan dijaga demi semangat persatuan.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Perwakilan: Asas ini menekankan pentingnya demokrasi dalam menjalankan tata kelola pemerintahan. Tiap warga negara mempunyai hak untuk turut serta dalam pengambilan keputusan negara melalui mekanisme demokratis.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Asas ini menekankan pentingnya adanya keadilan sosial dalam masyarakat. Pancasila mengajarkan bahwa tiap individu mempunyai hak yang setara dalam memperoleh kesejahteraan dan perlindungan sosial.

Dengan nilai-nilai mendasar tersebut, Pancasila sebagai doktrin memberikan arahan untuk kehidupan bersama dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Doktrin ini menjadi landasan dalam pembentukan undang-undang, kebijakan pemerintah, dan juga menjadi dasar moral dalam interaksi sosial antar individu.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Recky Valerian -
Nama : Recky Valerian
Kelas : PSTI A
NPM : 2315061057

Jurnal ini mengulas signifikansi filsafat Pancasila dalam konteks pendidikan di Indonesia. Isinya juga membincangkan tanda-tanda yang melekat pada filsafat pendidikan Pancasila, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan karakter pendidikan di Indonesia, serta kebutuhan agar sistem pendidikan nasional mencerminkan esensi Pancasila.

Pemikiran mendalam mengenai pendidikan dengan landasan filsafat Pancasila menggambarkan ciri-ciri epistemologis dan aksiologis yang mengedepankan kohesi logis dan prinsip-prinsip nilai. Terdapat juga interpretasi ontologis yang menegaskan kebutuhan dukungan warga negara bagi eksistensi negara.

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter Indonesia berperan dalam upaya membentuk karakter yang kuat bagi warga negara. Kualitas negara bergantung pada kualitas warga negara yang turut dipengaruhi oleh pendidikan. Oleh karena itu, hubungan antara negara dan warga negara perlu mencapai keseimbangan dan harmoni.

Sistem pendidikan nasional Indonesia harus mencerminkan identitas Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa. Jurnal ini juga menjelaskan kontribusi pemikiran Notonegoro dalam menggali esensi nilai-nilai Pancasila, yang kemudian dijadikan pijakan konsep pengembangan pendidikan karakter berlandaskan Pancasila. Artikel ini juga memaparkan perlunya sistem pendidikan nasional Indonesia untuk memupuk karakter siswa dengan berfokus pada nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, kejujuran, dan keadilan.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan yang komprehensif tentang filsafat Pancasila dan penerapannya dalam pembentukan karakter di dunia pendidikan Indonesia. Artikel-artikel dalam jurnal ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai dengan argumen yang kuat serta terperinci.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Recky Valerian -
Nama : Recky Valerian
NPM : 2315061057

1. Menolak jenazah korban COVID-19 adalah tindakan yang sangat memprihatinkan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila, terutama nilai "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab." Ini melanggar hak asasi manusia dan martabat manusia, bahkan setelah kematian.

2. Mahasiswa memiliki peran kunci dalam mencegah penolakan jenazah di masa depan dengan berpartisipasi dalam kampanye edukasi COVID-19, mempromosikan nilai kemanusiaan dan empati, serta berkolaborasi untuk prosedur pemakaman yang aman.

3. Penolakan jenazah korban COVID-19 tetap melanggar nilai Pancasila "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," karena tidak menghormati hak asasi manusia dan martabat manusia, bahkan setelah kematian.