Nama : Elsya Gusti Lestari
NPM : 2311011014
A. Gotong royong merupakan
istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita
nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa
di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa
Indonesia?
Jawaban : Gotong royong dapat
dilakukan dengan cara membangun fasilitas umum di lingkungan sekitar, seperti
jalan atau jembatan bagi pemukiman yang masih terkendala akses jalanan. Dan juga
gotong royong bisa dengan membersihkan lingkungan sekitar dan menanam tanaman
disekitarnya supaya untuk mengurangi polusi dan juga mengurangi terjadinya kebanjiran
saat musim hujan.
B. Upaya apa yang anda lakukan
dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu
serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan
tekad untuk bersatu?
Jawaban : Upaya yang saya lakukan
adalah yaitu dengan saling toleransi dan menghargai serta menghormati antar sesama
atas perbedaan yang kita miliki masing – masing, untuk menjaga tali
silahturahmi dan juga menjaga keharmonisan masyarakat sehingga mengurangi
timbulnya perpecahan antar sesama.
C. Jelaskan yang dimaksud bahwa
setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan
dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara!
Jawaban : Pernyataan bahwa setiap
kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan
identitas nasional adalah suatu konsep yang dikenal sebagai "nilai-nilai
nasional" atau "nilai-nilai budaya nasional." Konsep ini mengacu
pada seperangkat prinsip, keyakinan, norma, dan sikap yang dianggap penting dan
mendasar oleh masyarakat suatu kelompok, bangsa, atau negara tertentu. Yang
mana di Indonesia nilai – nilai dasar tersebut dikenal dengan sebutan
Pancasila.
D. Sejarah bangsa Indonesia
mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan
rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena
adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian
Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata
“Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri
negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang
dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang
Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa
tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?
Jawaban : Menurut saya mengenai sikap para
pendiri bangsa tersebut sudah benar apabila sila pertama diganti menjadi “Ketuhanan
yang maha esa” karena apabila tetap sama seperti sila sebelumnya itu seperti hanya
mencakup masyarakat yang beragama islam, sementara itu agama di Indonesia ini
tidak hanya islam saja melainkan masih banyak agama – agama yang lainnya.