Kiriman dibuat oleh ELSYA GUSTI LESTARI

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


Video tersebut berisi tentang peristiwa dimana Bung Karno membacakan isi Pancasila di Amerika Serikat tahun 1956. Pada 17 agustus 1945 adalah hari dimana Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dan memasukkan Pancasila ke dalam Pembukaan UUD negara Indonesia. Panca berarti lima, dan sila berarti prinsip. Pancasila adalah lima prinsip yang menuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ir. Soekarno membacakan isi Pancasila di Amerika Serikat pada tahun 1956 yang berisi :

1. Percaya kepada tuhan yang maha esa.

2. Nasionalisme.

3. Kemanusiaan.

4. Demokrasi.

5. Keadilan sosial.


Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


Pancasila adalah pedoman bagi semua warga bangsa Indonesia yang berinteraksi dalam konteks kebersamaan untuk mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan Pancasila. Adanya pendidikan kewarganegaraan bagi bangsa Indonesia akan diupayakan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yakni sebagai manusia Indonesia yang religius, berkemanusiaan dan berkeadaban, yang memiliki nasionalisme, yang cerdas, yang berkerakyatan, dan yang adil terhadap lingkungan sosialnya. Generasi muda adalah generasi penerus perjuangan bangsa, oleh karena itu sangat perlu apabila dalam diri pribadinya ditanamkan nilai – nilai budaya bangsa yang telah diyakini kebenarannya, diterima, diikuti, dibela, dan diperjuangkan selama ini. Nilai yang dimaksud adalah yang terkandung dalam sila – sila Pancasila. Tujuan mempelajari Pancasila adalah mengetahui Pancasila yang benar, yakni yang dapat dipertangung jawabkan baik secara yuridis. Pancasila merupakan kepribadian bangsa, harus menjadi kepribadian para generasi muda khususnya para mahasiswa yang menjadi generasi pendidikan. Mengamalkan nilai – nilai Pancasila dalam mahasiswa dapat dilakukan pada beberapa jalur, yaitu jalur pendidikan dan jalur organisasi serta pengamalan secara objektif dan subjektif.


Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


Video tersebut berisi tentang peristiwa Rengasdengklok yang menjadi salah satu sejarah penting dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada 14 Agustus 1945 pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada pihak sekutu, berita ini diketahui oleh kalangan pemuda bangsa Indonesia di Bandung pada 15 Agustus 1945 melalui berita siaran radio ditelevisi London. Dari sinilah terjadinya pro dan kontra tentang kemerdakaan Indonesia, golongan muda ingin cepat – cepat dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia karena hal ini merupakan hak dan masalah rakyat Indonesia sendiri tanpa bergantung pada negara atau bangsa yang lain. Sedangakan golongan tua menginginkan bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilakukan secara terorganisir. Perbedaan pendapat ini membuat golongan muda melakukan penculikan Soekarno-Hatta yang dilakukan oleh sejumlah pemuda ke Rengasdengklok. Dan akhirnya tercapai kesepakatan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilakukan di Jakarta.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari

NPM : 2311011014


A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?

Jawaban : Gotong royong dapat dilakukan dengan cara membangun fasilitas umum di lingkungan sekitar, seperti jalan atau jembatan bagi pemukiman yang masih terkendala akses jalanan. Dan juga gotong royong bisa dengan membersihkan lingkungan sekitar dan menanam tanaman disekitarnya supaya untuk mengurangi polusi dan juga mengurangi terjadinya kebanjiran saat musim hujan.

 

B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?

Jawaban : Upaya yang saya lakukan adalah yaitu dengan saling toleransi dan menghargai serta menghormati antar sesama atas perbedaan yang kita miliki masing – masing, untuk menjaga tali silahturahmi dan juga menjaga keharmonisan masyarakat sehingga mengurangi timbulnya perpecahan antar sesama.

 

C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara!

Jawaban : Pernyataan bahwa setiap kelompok, bangsa, atau negara memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional adalah suatu konsep yang dikenal sebagai "nilai-nilai nasional" atau "nilai-nilai budaya nasional." Konsep ini mengacu pada seperangkat prinsip, keyakinan, norma, dan sikap yang dianggap penting dan mendasar oleh masyarakat suatu kelompok, bangsa, atau negara tertentu. Yang mana di Indonesia nilai – nilai dasar tersebut dikenal dengan sebutan Pancasila.

 

D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?

Jawaban : Menurut saya mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut sudah benar apabila sila pertama diganti menjadi “Ketuhanan yang maha esa” karena apabila tetap sama seperti sila sebelumnya itu seperti hanya mencakup masyarakat yang beragama islam, sementara itu agama di Indonesia ini tidak hanya islam saja melainkan masih banyak agama – agama yang lainnya.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analis Jurnal

oleh ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari 

NPM : 2311011014


Dalam perbedaan pendapat antara Soekarno dan Natsir dapat disimpulkan pandangan mengenai negara Islam yaitu :

1. Konsep kehidupan negara adalah aktualisasi keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. yang pada hakikatnya taat kepada Allah serta dalam berhubungan sesama makhluk hidup harus berjalan sesuai yang ada dalam aturan nilai – nilai Islam.

2. Negara adalah media untuk membuat aturan yang sesuai dengan perintah Allah SWT. melalui kekuasaan negara nilai – nilai Islam dapat diimplementasikan karena negara mempunyai kewenangan untuk membuat, menjalankan, dan menegakkan aturan.

3. Islam merupakan agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia oleh karenanya nilai Islam telah tumbuh dan berkembang dalam diri masyarakat Indonesia.


Pada 22 Juni 1945 terjadi kesepakatan antara kelompok nasionalis dan kelompok Islam untuk menambah tujuh kata pada sila pertama yaitu “Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syari’at Islam Bagi Pemeluk – pemeluknya”. Setelah pembacaan proklamasi pada 17 Agustus 1945 sila pertama diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dengan alasan untuk persatuan bangsa, meminimalisir ketegangan politik yang tinggi dan optimisme umat Islam dalam memenangkan pemilu 6 bulan setelah proklamasi.

Indonesia telah memberikan jalan tengah dalam pembentukan dasar negara sehingga tidak perlu munculnya konflik agama atau konflik mengatasnamakan agama yang dapat mengganggu keutuhan nasional. Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara dan pandangan hidup yang merupakan hasil pemikiran beberapa tokoh besar perjuangan serta bentuk kelapangan hati tokoh muslim dalam menerima Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila juga merupakan sumber hukum dan tatanan kehidupan bangsa yang selalu ditanamkan kepada seluruh masyarakat agar dapat dijalankan dan sesuai dengan yang dicita – citakan pendiri bangsa.