གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ NUZHA TUNNIDA _2311011032

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

NUZHA TUNNIDA _2311011032 གིས-
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS JURNAL

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

PRINSIP-PRINSIP FILSAFAT PANCASILA
Pancasila ditinjau dari kausal Ariatoteles yaitu :
1. Kausa Materialis
2. Kausa Formalis
3. Kausa Efisiensi
4. Kausa Finalis
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi :
1. Ke-Tuhanan
2. Kemanusiaan
3. Kesatuan
4. Kerakyatan
5. Keadilan

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
1. Makhluk Tuhan yang Maha Esa dengan segala fitrahnya
2. Makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya
3. Makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik

FILSAFAT PANCASILA DALAM MEMBANGUN BANGSA BERKARAKTER
Pendidikan karakter merupakan suatu proses penanaman perilaku yang didasarkan pada budi pekerti yang baik sesuai dnegan kepribadian luhur bangsa Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Kualitas warga negara sangat erat berkaitan dengan pemdidikan. Hubungan ini juga menjadi timbal balik karena landasan pendidikan haruslah mengacu pada landasan negara. Esensi landasan negara harus benar-benar memperkuat landasan pendidikan untuk mencapai tujuan bersama adanya keserasian hubungan antara negara dengan warga negara.
Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut:
1. Integral Kemanusiaan, manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga, keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial.
2. Etis Pancasila, Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia
3. Religius, Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta serta sumber keberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

NUZHA TUNNIDA _2311011032 གིས-
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS SOAL

1. Menurut pendapat saya mengenai kasus penolakan jenazah korban Covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah dan korelasinya dengan implementasi nilai Pancasila adalah rendahnya rasa tolong menolong, rendahnya rasa peduli dan kesadaran diri dari masyarakat sekitar serta tidak mencerminkan asas kemanusiaan sebagai sesama.

2. Saran: Seharusnya masyarakat sekitar saling menghargai serta bertindak dengan adil mengenai pemakaman jenazah korban Covid-19 tersebut. Masyarakat seharusnya memiliki rasa kemanusiaan dan memiliki rasa empati terhadap jenazah maupun keluarganya.
Solusi : -) Mendorong pemerintah agar aktif mensosialisasikan dan mengedukasi segala hal yang berkaitan dengan informasi Covid-19 untuk menghindari pemahaman yang salah dari masyarakat. -) Mendorong aparat agar bertindak tegas kepada provokator segala tindakan stigmatisasi akibat Covid-19 di masyarakat. -) Mengajak masyarakat bergotong royong dalam memberi dukungan moral kepada para pasien positif Covid-19, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan yang berjuang di garda depan dalam memerangi virus corona.

3. Penolakan jenazah korban Covid-19 tersebut tentu melanggar sila Pancasila terutama sila ke-2 tentang kemanusiaan walaupun jenazah sudah tidak bernyawa. Karena tindakan tersebut tidak menunjukkan rasa kemanusiaan sebagai manusia yang bermartabat.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

NUZHA TUNNIDA _2311011032 གིས-
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS JURNAL

FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA : RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN

Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang sederajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan niali teknis. Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang dapat ditanmkan dalam nilai-nilai filsafat. Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Bahan materialnya adalah berbagai butir dan ajaran kebijaksanaan dalam budaya etnik maupun agama.

Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangab Pancasila diperlukan beberapa faktor:
1. Ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia
2. Memperbaiki mental pejabat negara agar tidak melakukan korupsi dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila.
3. Menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS VIDEO

PENGERTIAN FILSAFAT
Filsafat berasal dari bahasa Yunani "Philosophia" terdiri dari kata Phile artinya Cinta (hasrat yang besar, atau yang berkobar-kobar, dan atau yang sungguh-sungguh) dan Sophia artinya kebijaksanaan (Kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya).

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT
1. Berfilsafat Rationalisme (akal)
2. Berfilsafat Materialisme (materi)
3. Berfilsafat Individualisme (individualitas)
4. Berfilsafat Hedonisme (kesenangan)

MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki
2. Melatih kemampuan berfikir logis
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup
6. Menghasilkan tindakan yang bijaksana

PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA
Filsafat Pancasila yaitu refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya mendasar dan menyeluruh.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Ciri-ciri sistem: Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen, bagian-bagian tersebut memiliki fungsi tersendiri, saling berhubungan dan saling ketergantungan, keseluruhannya untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem). Terjadi dalam lingkungan yang kompleks.

WAWASAN FILSAFAT :
1. Ontologis : menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan matafisika.
2. Epistemologis: adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
3. Aksiologis: berasal dari kata Yunani Axios artinya nilai, manfaat, dan Logos artinya pikiran, ilmu, atau teori.
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS KISAH INSPIRATIF BUNG HATTA

Nilai yang bisa dipetik dari kisah inspiratif Bung Hatta tersebut adalah kegigihannya dalam menabung untuk membeli sepatu impiannya dan istrinya untuk membeli mesin jahit walaupun tidak terwujud dan bisa memisahkan atau memberi batasan antara kepentingan pribadi dan kepentingan negara yang bersifat rahasia.