Posts made by NUZHA TUNNIDA _2311011032

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

by NUZHA TUNNIDA _2311011032 -
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
KELAS : GENAP
ANALISIS VIDEO - 2

PERISTIWA RENGASDENGKLOK 16 AGUSTUS 1945

Sebelum proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dikumandangkan ada serangkaian penting peristiwa yang menyangkut perjalanan bangsa ini dan berubah secara bangsa Indonesia. Pada 14 Agustus 1945 pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada pihak Sekutu. Berita ini diketahui oleh kalangan pemuda bangsa Indonesia di Bandung pada 15 Agustus 1945 melalui berita siaran radio divisi London. Pada 15 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta baru kembali ke tanah air memenuhi panggilan panglima Jepang untuk Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi di Saigon, Vietnam. Dari sinilah terjadi pro dan kontro tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Golongan muda ingin cepat-cepat dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia. Karena hal ini merupakan hak dan masalah masyarakat Indonesia sendiri tanpa bergantung pada negara atau bangsa yang lain. Sedangkan golongan tua menginginkan kemerdekaan Indonesia harus dilakukan secara terorganisir. Misalnya dengan pernyataan dari bangsa-bangsa lain dengan melampirkan tanda tangan dan lain sebagainya. Perbedaan pemdapat ini membuat para golongan muda melakukan penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang dikomandoi oleh Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh. Dari perkumpulan Menteng 31 untuk membawa Soekarno-Hatta menuju Rengasdengklok tempat yang jauh dari Jakarta-Cirebon pada tanggal 16 Agustus 1945. Hal ini dilakukan agar mereka jauh dari pengaruh pemerintah kependudukan Jepang. Setelah disepakati untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, naskah proklamasi di ketik oleh Sajuti Melik. Akhirnya, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di sebuah rumah milik Laksamana Maeda yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Timur pukul 10.00 WIB.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

by NUZHA TUNNIDA _2311011032 -
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
KELAS : GENAP
ANALISIS SOAL - 1

1.  
Sejarah singkat G30SPKI

     G30S PKI adalah sebuah gerakan yang memiliki tujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno serta mengubah Indonesia menjadi negara yang menerapkan sistem komunis. Gerakan tersebut dipimpin langsung oleh DN Aidit yang saat itu adalah ketua dari PKI atau Partai Komunis Indonesia. Pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari, Letkol Untung yang merupakan anggota dari Pasukan Pengawal Istana atau seringkali disebut Cakrabirawa, memimpin pasukan yang dianggap setia atau loyal kepada PKI. Gerakan tersebut mengincar Perwira Tinggi TNI AD Indonesia. Mereka menangkap enam orang dari anggota perwira tersebut. Namun 3 orang diantaranya langsung dibunuh di rumahnya. Sementara yang lainnya dibawa paksa menuju Lubanh Buaya. Semua jenazah perwira TNI AD ditemukan selang beberapa hari kemudian.

》G30S PKI Menyimpang nilai nilai Pancasila sila pertama dan kedua. Dikarenakan PKI memusuhi agama dan tokoh-tokoh agama, dan bahkan anti dengan Pancasila. Dalam peristiwa pemberontakan PKI di Madiun,  kelompok PKI berhasil menguasai Madiun disertai dengan penjarahan dan pembunuhan serta pembantaian .

》Hikmah yang dapat diambil dengan adanya peristiwa G 30 S PKI adalah :
     - Memahami betul bahwa kontroversi dan propaganda melahirkan kebingungan dan mengakibatkan adanya pergerakan semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain
     - Memahami bahwa perebutan kekuasaan di dalam suatu bangsa dan negara akan selalu mengundang permasalahan. Baik itu dalam lingkup kelompok kecil maupun besar.
      - Memahami bahwa kepemimpinan yang lemah bisa menyebabkan kehidupan bangsa dan negara melemah
      - Memahami bahwa jika pemerintahan gagal membangun perekonomian maka akan terjadi krisis ekonomi.  Jika krisis ekonomi sampai terjadi maka akan terjadi pula krisis sosial.

 

2.     Musyawarah untuk mufakat adalah salah satu prinsip dasar dalam budaya Indonesia yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan dalam kehidupan masyarakat maupun organisasi di sekitar kita. Dalam praktiknya, musyawarah untuk mufakat memungkinkan setiap anggota untuk memberikan masukan dan pandangan sehingga keputusan yang diambil dapat lebih diterima oleh seluruh anggota. Namun, penggunaan musyawarah untuk mufakat juga memiliki beberapa kekurangan dan tantangan, yang perlu dikritisi dan diperbaiki agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
Bentuk Kearifan yang Timbul Ketika Musyawarah Berlangsung
        Ketika musyawarah dilakukan dengan benar, maka akan muncul berbagai kearifan, antara lain:
  • Saling menghargai: Dalam musyawarah, setiap anggota dihargai dan dipandang setara.
Pandangan setiap orang didengar dengan seksama dan dipertimbangkan sebelum membuat keputusan.
  • Meningkatkan kebersamaan: Musyawarah untuk mufakat dapat meningkatkan kebersamaan dan rasa saling menghormati antar anggota. Hal ini terjadi karena setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima oleh seluruh anggota.
  • Meningkatkan kepercayaan: Musyawarah yang dilakukan dengan benar dapat meningkatkan kepercayaan antar anggota. Setiap anggota merasa dihargai dan dianggap penting, sehingga mereka merasa nyaman dan memiliki kepercayaan dalam pengambilan keputusan.
》Bentuk Kendala yang Timbul Ketika Musyawarah Berlangsung
      Namun, terdapat beberapa kendala dalam penggunaan musyawarah untuk mufakat, antara lain:
     • Egoisme: Beberapa anggota cenderung mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri, sehingga sulit untuk mencapai mufakat.
     • Tidak terbukanya informasi: Keterbatasan informasi yang disampaikan oleh beberapa anggota dapat mengurangi kualitas diskusi dan kesepakatan yang dihasilkan.
     • Tidak ada pengambilan keputusan: Musyawarah dapat menjadi tidak efektif jika tidak diakhiri dengan pengambilan keputusan. Terkadang, anggota terlalu fokus pada diskusi sehingga lupa untuk mengambil keputusan yang tepat.

     Dalam menghadapi kendala-kendala tersebut, beberapa langkah dapat diambil agar musyawarah dapat berjalan dengan efektif, antara lain:
     • Mengedepankan kepentingan bersama: Setiap anggota harus mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri.
     • Meningkatkan komunikasi: Setiap anggota harus memberikan informasi secara terbuka dan jujur sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik.
     • Menetapkan batas waktu: Menetapkan batas waktu untuk diskusi dan pengambilan keputusan dapat membantu agar diskusi tidak berlarut-larut dan mencapai keputusan yang tepat.

3. 》Faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai panasila dalam masyarakat Indonesia dewasa.
     • Generasi muda yang mengagung agungkan budaya barat, menganggap pancasila hanya sbg dasar negara, kurangnya pengajaran/pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan pancasila, adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental. 
     • Menurunnya sosialisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, pendidikan masyarakat, sikap apatisme, berkembangnya hedonisme dan materalisme, serta orientasi syariah sebagai pandangan hidup merupakan

    》Faktor-faktor penghambat pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat dibedakan atas :
     • Faktor internal,yakni tingkat kesadaran masyarakat masih kurang, Kurangnya rasa inta
Negara karena tidak mau mengamalkan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila.
     • Faktor ekternal kurang nya kontrol, era globalisasi yang dapat merusak moral,dan kurangnya panutan didalam masyarakat

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

by NUZHA TUNNIDA _2311011032 -
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
KELAS : GENAP
ANALISIS VIDEO-2

Pada video yang berjudul “Bung Karno Baca Isi Pancasila di AS Tahun 1956” tersebut menunjukkan bahwa, Pancasila pernah menjadi bagian dari pidato Presiden Soekarno di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1956. Para peserta kongres tersebut, pada saat itu pun bertepuk tangan saat Presiden Soekarno membacakan satu demi satu isi dari Pancasila dan arti Pancasila itu sendiri. Isi dari Pancasila yang dibacakan oleh Presiden Soekarno yaitu : (1) Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa ; (2) Nasionalisme ; (3) Kemanusiaan ; (4) Demokrasi ; (5) Keadilan Sosial. Sebagai rakyat Indonesia bangga terhadap jasa sang Proklamator telah mampu menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia dihargai oleh negara-negara dunia.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by NUZHA TUNNIDA _2311011032 -
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
KELAS : GENAP
ANALISIS SOAL

1. - Saling membantu saat terkena musibah
Salah satu cara mengaplikasikan konsep gotong royong ialah dengan membantu orang-orang yang terkena musibah.Berbagai peristiwa bisa terjadi secara tiba-tiba, seperti kebakaran, bajir, gempa bumi, da sebagainya.Hal tersebut memberikan dampak yang merugikan bagi masyarakat. Memberikan bantuan kepada mereka yang terkena bencana bisa dilakukan dengan membuka donasi baju layak pakai untuk orang-orang yang terkena musibah.

- Menghormati Perbedaan
Menghormati perbedaan merupakan salah satu bentuk toleransi dalam kehidupan sehari-hari.Toleransi merupakan salah satu perwujudan dari gotong royong yang bisa dilakukan, Adjarian.Misalnya, dengan menyediakan sarana beribadah bagi umat agama lain saat sedang melaksanakan hari besar agamanya.

- Ikut Kegiatan di Lingkungan Sekitar
Mengikuti berbagai kegiatan yang positif di lingkungan sekitar juga merupakan pengaplikasian konsep gotong royong.Misalnya, mengikuti kegiatan kerja bakti, ikut menjaga kelestarian lingkungan, dan sebagainya

- Gotong Royong di Sekolah
Melakukan kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah bisa dengan berbagai hal, misalnya melaksanakan piket kelas dan membantu teman yang kesulitan.Selain itu, menjaga kebersihan sekolah dan fasilitas sekolah secara bersama-sama juga merupakan bentuk gotong royong.Hal ini menjadi bentuk pengaplikasian konsep gotong royong yang bisa kita lakukan saat berada di lingkungan sekolah.

 

2. - Saling Menghargai
Hal utama yang paling penting untuk bisa dilakukan yaitu dengan saling menghargai. Dengan saling menghargai, maka akan memberikan manfaat yang baik. Serta, tidak terjadi permasalahan yang memang tidak diperlukan. Tidak ada manfaat dari permasalahan yang terjadi. Sebaliknya, jika saling menghargai satu sama lain maka akan sangat bermanfaat. Cobalah untuk bisa menghargai baik Agama, suku, ras dan golongannya. Jangan jadikan hal tersebut sebagai perbedaan yang mendalam. Justru, sebaiknya bisa digunakan untuk membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mencintai keberagaman. Dimanapun anda berada, tetaplah miliki rasa untuk bisa saling menghargai!

- Membantu Satu Sama Lain
Sejatinya, manusia merupakan makhluk sosial yang memang membutuhkan satu sama lainnya. Termasuk dalam hal menjalin keberagaman di Indonesia. Dengan membantu satu sama lainnya akan memberikan efek yang sangat besar. Terlebih, sesama masyarakat Indonesia memang seharusnya melakukan hal ini.
Seperti saat terdapat musibah maka bisa membantu satu sama lainnya. Bersikaplah baik untuk tetap membantu lainnya. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk tidak membantu. Tetapi, tetap berikan bantuan yang memang bisa bermanfaat untuk digunakan. Hal ini akan membuat pola kehidupan yang lebih baik.

- Tidak Saling Menjatuhkan
Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan. Di Negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.
Sebenarnya, hal tersebut berat jika dilakukan sendiri. Sebaliknya, jika dilakukan bersama-sama tentu tidak. Justru, akan sangat menyenangkan untuk dilakukan. Mulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan!

- Saling Menjalin Kebersamaan
Baik dalam kondisi susah maupun senang, maka bisa untuk tetap menjalin kebersamaan. Jangan biarkan, saudara yang disana sedang susah maka tidak diberikan bantuan yang sesuai. Harus diberikan penanganan yang memang tepat. Padahal, saat ini sudah begitu banyak akses yang bisa dilakukan untuk tetap menjalin kebersamaan.
Tidak hanya pada kondisi senang saja, tetapi saat kondisi susah juga. Tetaplah menjadi bagian dari masyarakat yang memang siap membantu sesama.

3. Identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. Identitas nasional dalam kosteks bangsa cenderung mengacu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Sedangkan identitas nasional dalam konteks negara tercermin dalam simbol-simbol kenegaraan seperti: Pancasila, Bendera Merah Putih, Bahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia, Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila, Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945 serta Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Pahlawan – pahlawan rakyat pada masa perjuangan nasional seperti Pattimura, Hasanudin, Pangeran Antasari dan lain – lain.

4. Sikap pendiri bangsa tersebut mengutamakan kepentingan bangsa dan negara karena bangsa Indonesia memiliki berbagai suku bangsa serta agama. Disepakatinya perubahan pada 7 kata di belakang kata “Ketuhanan” mencerminkan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi toleransi.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analis Jurnal

by NUZHA TUNNIDA _2311011032 -
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
KELAS : GENAP
ANALISIS JURNAL

Sejarah Lahirnya Pancasila

     Perbedaan mengenai landasan negara yang akan diambil untuk dijadikan sebagai dasar negara telah terjadi sejak tahun 1938 hingga pada persiapan kemerdekaan republik Indonesia, perbedaan pendapat ini terjadi antara kelompok nasionalis Soekarno dengan kelompok Islam yang dipimpin oleh Muhammad Natsir yang menginginkan negara Islam sebagai landasan negara.

     Soekarno berdasarkan analisis sejarah yang mengatakan negara dan agama tidak bisa disatukan dan harus dipisahkan. Muhammad Natsir berdasarkan analisis bahwa negara dan agama harus disatukan karena Islam merupakan agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan termasuk dalam mengelola negara dan pemerintahan.

     Perbedaan gagasan yang kuat antara dua tokoh bangsa ini dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan sosial, dapat dilihat tidak adanya pergesekan dan benturan yang menimbulkan perpecahan dalam penentuan ideologi negara. Kesimpulan akhir mengenai ideologi negara diputuskan dengan memilih Pancasilasebagai ideologi dasar negara, pada akhirnya golongan Islam menerima dengan sepenuh hati Pancasila sebagai ideologi negara.

Hubungan Agama dan Negara

     Hubungan agama dengan negara dinilai sangat erat dan saling berhubungan dalam berbagai aspek. Dalam khazanah politik dan ketatanegaraan Islam atau Fiqh Siyasah ada tiga paradigma tentang hubungan agama dan negara.Pertama, antara agama dan negara merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Kedua, agama dan negara memilikihubungan timbal balik dan saling mempengaruhi atau Simbiotik-Interpendenyaitu agama memerlukan negara karena dengan melalui negara agama dapat menjadi berkembang. Ketiga, Max Webber menyebutkan hubungan yang baik mengenai kekuasaan adalah berjalannya dengan stabil kehidupan sosial dalam hubungan agama dan negara serta ekonomi.

     Ketegangan hubungan antara agama dan negara pada saat ini terjadi karena tidak adanya hubungan timbal balik dan chekcs and balances. Dalam hubungan seperti ini dicontohkan seperti negara tidak memberikan kebebasan dan kemerdekaan bagi warganya untuk melaksanakan ibadah sesuai ajarannya masing-masing. Atau sebaliknya bahwa agama menganggap negara menutup diri terhadap nilai-nilai keagamaan sehingga jalannya negara bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. Sehingga muncul istilah bahwasanya “Agama adalah musuh Pancasila”. Pada dasarnya istilah dinilai sangat keliru karena sangat bertentangan dengan sila pertama dalam Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Islam dan Negara

     Indonesia yang merupakan negara yang memiliki landasan Pancasila tidak dapat mengklaim diri sebagai Negara Islam karena adanya keberagaman serta atas kesadaran dan kesepakatan bersama di antara Founding Fathers yang telah menyetujui dengan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi dalam menjalankan tatanan kenegaraan di Republik Indonesia. Melihat pemikiran dari pendiri bangsa tentang dasar negara Indonesia dipahami bahwa pilihan terhadap Pancasila merupakan hasil ijtihad atau kesepakatan bersama yang harus dijunjung tinggi agar terciptanya kehidupan yang sejahtera dan penuh dengan kedamaian.