Posts made by Makhasin Muhammad 2315061084

Nama : Makhasin Muhammad
NPM : 2315061084
Kelas : TI D

Dari jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelestarian nilai-nilai Pancasila dilakukan melalui proses pendidikan formal untuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa. Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi bertujuan untuk memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara, memberikan pemahaman dan penghayatan atas nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa, mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air, kesatuan bangsa, dan penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila. Selain itu, jurnal tersebut juga membahas tentang sikap, ciri-ciri sikap, tingkatan sikap, dan fungsi sikap menurut berbagai sumber. Terakhir, jurnal tersebut juga membahas ilmu pengetahuan dan teknologi serta jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, serta target/subjek penelitian.
Nama : Makhasi Muhammad
NPM : 2315061084
Kelas : TI D

Dalam analisis video tersebut dijelaskan bahwa etika Pancasila mengacu pada seperangkat nilai, prinsip, dan standar etika yang ada pada masa berdirinya negara Indonesia, khususnya Pancasila. Nilai moral Pancasila meliputi nilai ketuhanan, kemanusiaan, solidaritas, demokrasi dan keadilan. Dalam melaksanakan nilai-nilai tersebut diperlukan langkah-langkah seperti peningkatan pemahaman Penyesuaian kebijakan publik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, penerapan undang-undang berdasarkan Pancasila, pembentukan karakter dan etika, serta menghargai perbedaan dan keberagaman dalam masyarakat.
Disarankan langkah-langkah penerapan nilai-nilai etika Pancasila adalah dengan meningkatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila melalui pendidikan formal, nonformal, dan nonformal. Selain itu, penting untuk menyelaraskan kebijakan publik dengan nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika, menegakkan hukum berdasarkan Pancasila, menciptakan masyarakat yang beretika tinggi, dan menjaga integritas solidaritas dan persatuan bangsa Indonesia dengan tetap menghormati perbedaan dan keberagaman. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai etika Pancasila diharapkan dapat memperkuat fondasi moral dan nilai-nilai yang mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.

Nilai - nilai yang terkandung dalam etika Pancasila yakni :
1. Sila Ketuhanan, mengandung dimensi moral berupa nilai Spiritualitas yang mendekatkan diri kepada Sang pencipta
2. Sila kemanusiaan, mengandung dimensi humanis, yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama yang
3. Sila persatuan, mengandung nilai solidaritas
4. Sila kerakyatan mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain
5. Sila keadilan, mengandung dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain kesediaan membantu kesulitan orang lain
Nama : Makhasin Muhammad
NPM : 2315061084
Kelas : TI D
Pancasila, sebagai dasar dan sistem etika di Indonesia, memainkan peran penting dalam membentuk perilaku dan tindakan individu serta masyarakat. Sebagai seperangkat nilai, prinsip, dan aturan moral, Pancasila menjadi landasan moral yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mendorong kerja sama, keadilan, demokrasi, dan toleransi dalam masyarakat. Sistem etika Pancasila berfungsi sebagai panduan bagi individu dan pemerintah dalam mengambil keputusan dan bertindak dengan cara yang mempromosikan kebaikan bersama dan kesejahteraan sosial.
Lebih dari sekadar dasar konstitusi Indonesia, Pancasila juga merupakan sistem etika yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dengan menjaga harmoni antara berbagai elemen dalam masyarakat yang beragam, Pancasila membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.

Nilai-nilai yang terkandung dalam etika Pancasila:
1. Sila keTuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta
2. Sila kemanusiaan mengandung dimensi humanus yang artinya menjadi kan manusia menjadi manusiawi yaitu upaya meningkatkan kualitasan kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.
3. Sila persatuan mengandung makna solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air
4. Sila kerakyatan berupa sikap menghargai dan mau mendengarkan pendapat orang lain
5. Sila keadilan mengandung dimensi mau peduli atas nasib orang lain dan mau saling membantu

Urgensi Pancasila dalam yang pertama meletakkan sila - sila Pancasila sebagai etika berarti menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap tindakan dan kedua Pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal nasional regional dan internasional yang ketiga Pancasila sebagai etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa Pancasila.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Makhasin Muhammad 2315061084 -
Nama :Makhasin Muhammad
NPM : 2315061084
Kelas : TI D

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia masih memerlukan perbaikan agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Beberapa praktik politik mungkin tidak sepenuhnya selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama terkait independensi, integritas, dan transparansi. Masih terdapat masalah seperti korupsi, ketidakadilan hukum, dan pengingkaran dalam pembayaran pajak.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Etika generasi muda di sekitar tempat tinggal penanya bervariasi. Meskipun ada yang memegang teguh nilai-nilai moral dan etika, namun terdapat juga generasi muda yang mengalami dekadensi moral, seperti kurangnya sopan santun dan kepedulian terhadap sekitar. Solusi untuk mengatasi dekadensi moral tersebut melibatkan pendidikan karakter, penekanan pada nilai-nilai moral dalam pendidikan agama, mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memanfaatkan teknologi secara positif, dan menciptakan lingkungan yang mendukung
Nama : Makhasin Muhammad
NPM :2315061084
Kelas : TI D
Dari jurnal yang saya baca diatas, ada beberapa hal penting sekaligus saya menjawab pertanyaan di akhir jurnal, dari saya sendiri, setelah membaca jurnal diatas saya menyadari betapa perbedaan pemahaman lokal seperti gotong royong, musyawarah mufakat, kejujuran, kesetaraan, dan agama tercermin dalam nilai-nilai Pancasila.

Ulasan ini menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia mengintegrasikan kearifan lokal tersebut ke dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk tatanan sosial, budaya, dan politik.
1.Kearifan lokal yang berkaitan dengan Pancasila :
- Gotong royong : Masyarakat saling tolong menolong dan bekerja sama demi kebaikan bersama.
- Musyawarah-mufakat: Keputusan diambil melalui dialog dan kesepakatan bersama.
- Kejujuran: Prinsip integritas dan kejujuran dalam berinteraksi.

2. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal:
- Pendidikan nilai-nilai Pancasila: Mengintegrasikan pendidikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum untuk melestarikan kearifan lokal.
- Aktif partisipasi masyarakat: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan gotong royong dan musyawarah.

3. Sistem etika perilaku politik yang berlaku saat ini:
- Analisis sistem etika politik: Menilai sejauh mana perilaku politik mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
- Ketaatan pada Pancasila: Memeriksa apakah sistem etika politik yang ada saat ini sudah sesuai dengan sila Pancasila, dengan mempertimbangkan tantangan dan perubahan zaman.