Posts made by Aulia Rahmi Shakira

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

by Aulia Rahmi Shakira -
Nama: Aulia Rahmi Shakira
2315061104
TI D

Video tersebut membahas mengenai PAncasi;a sebagai dasar pengembangan IPTEK. IPTEK sendiri digunakan untuk membantu pekerjaan dan keperluan manusia dalam kehidupan sehari-hari sehinga IPTEK memiliki banyak manfaat positif, namun tidak mennutup kemungkinan IPTEK juga terdapat dampak negatif. Kemudian Pancasila merupakan pedoman bagsa Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

Hubungan IPTEK dengan Pancasila, karena dalam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Berikut hubungan antara Pancasila dan IPTEK berdasarkan sila Pancasila:

Dalam sila ke-1 IPTEK tidak hanya diciptakan, ditemukan, ataupun dibuktikan tanpa tujuan yang ada, tetapi kita mempertimbangkan konsekuensi dari IPTEK itu sendiri, apakah penemuan tersebut merugikan manusia dan memiliki bbanyak manfaat, pengolahan IPTEK jua harus diimbangi dengan melestarikannya.

Pada sila ke-2, sila ini memberikan dasar moralitas dalan mengembangkan IPTEK, kita harus menjaga adab dan morallitas dalam mengembangkan IPTEK.

Pada sila ke-3, sila ini terdapat nilai unniversalitas dan intrnasionalisme dengn tujuan agar IPTEK dapat menembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, serta keluhuran bangsa.

Pada sila ke-4, nilai yang terkandung dalam sila ini memberikan kebebasan kepada ilmmuan untuk mengembangkan IPTEK, mereka juga harus memiliki sikap terbuka saat dikritik agar hasil yang mereka ciptakan dapat diubah menjadi lebih baik. Namun, kita sebagai penikmat dari teknologi tersebut juga harus menghormati ilmuan ang sudah membuat teknologi yang membantu kita.

Pada sila ke-5 , sila ini bermaksud agar pengembangan IPTEK haruslah adil dan seimbang. Adil dengan diri sendiri dengan tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Hal-hal diatas menunjukkan bagaimana IPTEK dan Pancasila selalu berhubungan. Dengan Pancasila, pengembangan IPEK di Indonesia tida akan merugikan bangsa Inndonesia, namun jika nilai-nilai tersebut belum diterapkan dalam pengembangan IPTEK bisa menjadi maslah bagi negara Indonesia bahkan jika masalah tersebut membesar bisa menjadi masalah internasional.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

by Aulia Rahmi Shakira -
Nama: Aulia Rahmi Shakira
2315061104
TI D
Dalam berbangsa dan bernegara kita memerlukan etika agar kita bisa menjalankan kehidupan bernegara dengan baik. Etika Pancasila merupakan cabang filsafat yang dijalankan berdasarkan sila-sila pancasila untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Berikut nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila:
• Sila ketuhanan mengandung dimensi moral berupa spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta.
• Sila kemanusian mengandung dimensi humanus yang berarti menjadikan manusia manusiawi yang berarti meningkatkan kualitas kemanusian dalam pergaulan.
• Sila persatuan, mengandung solidaritas, kebersamaan, dan cinta tanah air
• Sila kerakyatan mengandung nilai sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain.
• Sila kelima mengandung dimensi nilai peduli dan kesediaan membantu oranglain

Berikut urgensi pancasila dalam sistem etika:
• Meletakkan sila sila sebagai pancasila sebagai etika, berarti menempatkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi dlam penentu sikap dan moral
• Memberikan pedoman pada setiap warga negara sehuingga memiliki orientasi tang jelas dalam atta pergaulan dalam tingkat lokal, nasional, regonal, dna internasional
• Menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa pancasila

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Aulia Rahmi Shakira -
Nama: Aulia Rahmi Shakira
2315061104
TI D
Jurnal ini membahas tentang hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia. Analisis jurnal ini menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara hukum dan etika dalam konteks politik hukum.

Pertama, jurnal ini mengungkapkan bahwa perilaku manusia dalam bernegara dipengaruhi oleh faktor hukum dan etika. Etika terapan, sebagai cabang filsafat yang membahas perilaku manusia, memiliki peran penting dalam membentuk perilaku individu dalam konteks politik hukum.

Kedua, jurnal ini menyoroti pentingnya keselarasan antara kebijakan hukum dan nilai-nilai etika. Dalam mencapai tujuan negara, kebijakan hukum harus didesain, diformulasikan, dan disepakati dengan melibatkan semua elemen bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan hukum harus mempertimbangkan nilai-nilai etika yang dipegang oleh masyarakat.

Ketiga, jurnal ini menekankan peran legislasi dalam menciptakan instrumen hukum. Proses legislasi merupakan aktivitas terakhir dari kebijakan publik yang melibatkan proses pembuatan undang-undang. Dalam hal ini, legislasi harus memperhatikan aspek etika dalam penyusunan peraturan perundang-undangan.

Analisis jurnal ini menunjukkan bahwa hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia sangat penting. Keselarasan antara hukum dan etika diperlukan untuk mencapai tujuan negara dan memastikan bahwa kebijakan hukum yang dibuat mempertimbangkan nilai-nilai etika yang dipegang oleh masyarakat.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Aulia Rahmi Shakira -
Nama: Aulia Rahmi Shakira
NPM: 231506104
Kelas; TI D

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Pada saat pandemik, pendidikan di Indonesia, bahkan dunia mengalami perubahan besar. Biasanya siswa belajar di dalam kelas, namun saat pandemic covid 19 semua pembelajaran di akses melalui hp, table, ataupun laptop. Sistem pembelajaran ini disebut dengan online learning, biasanya siswa akan mengadakan pertemuan dengan gurunya dengan masuk ke dalam virtual meeting menggunakan aplikasi zoom ataupun google meet, bisa juga siswa disuruh menonton sebuah video dan disuruh untuk merangkum video tersebut . Menurut saya, inovasi online learning ini merupakan solusi terbaik yang bisa diterapkan pada masa pandemi agar pendidikan tidak terputus, namun karena belum meratanya perekonomian, persiapan secara matang berdasarkan mental dan pengaplikasiannya maka penerapan online learning ini saya kira belum efektif sepenuhnya di seluruh Indonesia.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Dalam pengaplikasian online learning, yang harus memaksimalkan pengaplikasiannya bukan hanya dari siswa tapi juga dari sekolah, guru, orangtua, dan lingkungan. Sekolah harus mangakomodasi fasilitas yang dibutuhkan untuk online learning, seperti mengadakan seminar kepada para guru mengenai cara menggunakan system secara online karena mengingat masih banyak guru yang tidak mengerti bagaimana cara menjalankan suatu aplikasi secara online. Lalu, seorang guru juga harus menjadi guru yang baik dengan menjelaskan materi kepada muridnya, tidak langsung memberikan mereka tugas dan guru juga harus merangcang materi dan metode pembelajaran yang tepat agar murid tidak bosan . Orangtua pun ikut andil dalam mengefektifkan online learning, karena guru yang biasanya membimbing mereka di sekolah tidak bisa secara optimal membantu siswa, maka orangtua bisa membantu siswa dengan mengajarkan hal-hal yang tidak mereka pahami, orangtua juga berperan sebagai pemantau saat pembelajaran berlangsung, hal ini sangat dibutuhkan terutama kepada siswa yang masih sd dan smp. Siswa juga harus sadar pentingnya belajar karena semua hal tersebut tidak akan berjalan jika dalam diri siswa tersebut tidak memiliki semangat dalam belajar, juga lingkungan saat mereka harus suportif untuk belajar, jika lingkungan tidak memadai siswa bisa menjadi tidak focus bahkan tidur saat proses daring berlangsung. Peran pemerintah juga penting dalam mensosialisasikan bagaimana online learning yang dimaksud dengan mengintegrasikan pancasila dan membantu masyarakatnya dalam perekonomian mereka dengan cara memberikan kuota gratis kepada para siswa dan memberikn handphone kepada siswa yang membutuhkan.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Contohnya seperti membersihkan sampah bersama dan membuangnya ke tempat sampah, dengan membuang sampah pada tempatnya kita sudah menerapkan sikap jujur dalam diri kita bahwa sampah tersebut adalah milik kita, kemudian rasa tanggung jawab kita terhadap lingkungan serta peduli terhadap lingkungan, menjadi disiplin karena membuang sampah pada tempatnya dengan begitu akan menumbuhkan cinta damai di lingkungan dan dengan bekerja sama akan menumbuhkan sikap solidaritas.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Yaitu dengan menjabarkan nilai-nilai pancasila dalam wujud norma-norma baik norma hokum, social, dan budaya, menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menginntegrasikan nilai-nilai pancasila dalam pembelajaran di sekolah maupun peguruan tinggi, menjaga akseptabilitas dan kredibilitas Pancasia oleh masyarakat Indonesia, melakukan perubahan dan pembaharuan dalam mentransformasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam norma dan praktik hidup dengan menjaga konsistensi, relevansi, dan kontekstualisasinya

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Aulia Rahmi Shakira -
Nama: Aulia Rahmi Shakira
NPM: 22315061104
Kelas: TI D

Analisis saya mengenai jurnal ini adalah jurnal ini membahas tentang Pancasila sebagai sistem filsafat yang memiliki dasar epistemologis, ontologis, dan aksiologis. Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila sebagai sistem pengetahuan memiliki sumber pengetahuan yang berasal dari nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia. Selain itu, Pancasila juga memiliki susunan yang bersifat formal logis, dengan sila-sila yang saling mendukung dan memiliki hierarki.

Dalam konteks ontologis, Pancasila dipahami sebagai sistem pengetahuan yang mencari hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Dasar ontologis Pancasila adalah manusia, yang memiliki hakikat mutlak sebagai makhluk individu, sosial, pribadi, dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki susunan kodrat, raga, dan jiwa. Dalam konteks epistemologis, Pancasila dipahami sebagai sistem pengetahuan yang mencari validitas ilmu pengetahuan. Pancasila sebagai belief system atau ideologi harus memiliki unsur rasionalitas dan sistem logis baik dalam susunan maupun isi dari sila-sila Pancasila. Dalam konteks aksiologis, Pancasila dipahami sebagai sistem filsafat nilai. Sila-sila Pancasila memiliki kesatuan dasar aksiologis, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sebagai sistem filsafat nilai mendasari nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Pancasila sebagai filsafat karena Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif cara berpikir suatu bangsa yang melalui upaya ilmiah dapat diintegrasikan ke dalam sistem filsafat yang handal..