Posts made by anggi permata sari

nama : anggi permata sari
npm : 2315061044
kelas : TI D
prodi : Teknik Informatika

Jurnal tersebut membahas mengenai konsep bela negara di tengah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Bela negara pada dasarnya adalah kesadaran dan tindakan warga negara yang didasari oleh cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan tujuan memastikan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bela negara merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara. Meskipun dalam masa pandemi, setiap warga negara tetap harus menjalankan kewajiban bela negara. Hal ini diatur dalam peraturan perundang-undangan yang mewajibkan setiap warga untuk menunjukkan kesetiaan dan kecintaannya terhadap negara melalui tindakan bela negara.

Bela negara bertujuan untuk mempertahankan eksistensi negara di mata dunia. Dalam situasi sulit seperti pandemi COVID-19, warga negara tetap harus melakukan bela negara dengan cara tinggal di rumah dan tidak menyebarkan berita yang tidak akurat. Masalah ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak, sehingga sebagai warga negara yang baik, kita wajib menjalankan bela negara.

jadi, bela negara adalah tindakan yang sangat positif karena memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Bela negara tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi juga bisa melalui ketaatan terhadap himbauan pemerintah dan tidak menyebarkan berita palsu. Selain itu, bela negara harus disertai dengan pengetahuan tentang kewarganegaraan untuk menghindari tindakan yang salah dan untuk mencapai tujuan utama kita sebagai warga negara.
nama : anggi permata sari
npm : 2315061044
kelas : TI D
prodi : teknik informatika

bersadarkan analisa video, ketahanan Nasional adalah konsep yang mencakup berbagai elemen penting seperti keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan untuk mengembangkan potensi nasional dalam menghadapi berbagai ancaman. Fokus utama dari konsep ini adalah penguatan integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan pencapaian tujuan nasional. Ini dilakukan dengan mengembangkan kekuatan nasional dan mengatasi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Aspek Alamiah (Tri Gatra)
Lokasi dan Posisi Geografis
Potensi: Lokasi geografis yang strategis meningkatkan potensi laut dan darat, memungkinkan manfaat dalam perdagangan, pertahanan, dan hubungan diplomatik.
Ancaman: Posisi geografis dapat menentukan potensi ancaman dari luar seperti serangan militer atau bencana alam.

Sumber Alam
Potensi: Pengelolaan kekayaan alam yang berkelanjutan sangat penting untuk kesejahteraan jangka panjang, termasuk sumber daya mineral, hutan, air, dan energi.
Ancaman: Eksploitasi yang tidak berkelanjutan dapat merusak lingkungan dan menguras sumber daya.

Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Potensi: Pendidikan dan kesehatan yang baik meningkatkan keterampilan dan produktivitas penduduk, memperkuat kemampuan nasional.
Ancaman: Kurangnya pendidikan dan kesehatan yang buruk dapat mengurangi kemampuan penduduk untuk berkontribusi maksimal.

Aspek Sosial (Panca Gatra)
Ideologi
Potensi: Ideologi nasional yang kuat mempersatukan bangsa dan menjaga stabilitas sosial dan politik.
Ancaman: Radikalisme dan pengaruh asing yang dapat memecah belah bangsa.

Politik
Potensi: Sistem politik yang demokratis dengan partisipasi aktif masyarakat memperkuat legitimasi pemerintah.
Ancaman: Korupsi dan ketidakstabilan politik dapat melemahkan sistem politik.

Ekonomi
Potensi: Perekonomian yang kuat didukung oleh infrastruktur, modal, dan teknologi yang memadai.
Ancaman: Krisis ekonomi global dan kesenjangan sosial dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Sosial dan Budaya
Potensi: Tradisi kepemimpinan yang baik dan sistem pendidikan yang kuat membentuk generasi yang tangguh dan berbudaya.
Ancaman: Disintegrasi sosial dan erosi budaya akibat pengaruh budaya asing.

Pertahanan dan Keamanan (Hankam)
Potensi: Partisipasi masyarakat dalam pertahanan dan keamanan nasional sangat penting untuk melindungi kedaulatan negara.
Ancaman: Ancaman dari negara lain dan dari dalam seperti terorisme, pemberontakan, dan kriminalitas.

untuk menjaga ketahanan nasional, sebuah negara harus mengelola dengan bijak lokasi dan posisi geografis serta kekayaan alamnya guna menghindari ancaman geopolitik dan bencana alam yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Selain itu, peningkatan pendidikan dan kesehatan masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat kemampuan nasional. Sinergi antara faktor-faktor ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan dan kemajuan negara.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by anggi permata sari -
nama : anggi permata sari
npm : 2315061044
kelas :ti d

jawaban analisis kasus;
A. Artikel ini mengkritik kondisi penegakan HAM di Indonesia pada tahun 2019, yang dinilai buruk oleh lembaga seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta. Banyak pelanggaran HAM masa lalu belum terselesaikan, konflik sumber daya alam terus terjadi, dan demokrasi mengalami kemunduran dengan meningkatnya otoritarianisme dan pembatasan kebebasan sipil. Diskriminasi gender dan pelanggaran HAM di Papua juga meningkat. Meski ada kemajuan seperti ratifikasi perjanjian internasional terkait HAM dan komitmen pemerintah, tantangan besar masih ada. Reformasi hukum dan peningkatan kesadaran masyarakat adalah langkah penting menuju penegakan HAM yang lebih baik, dan dibutuhkan upaya bersama dari semua pihak untuk memperbaiki sistem ini.

B. Demokrasi di Indonesia memiliki karakter unik yang dipengaruhi oleh nilai-nilai adat dan budaya. Berakar pada prinsip musyawarah dan mufakat, demokrasi ini tercermin dalam pemerintahan desa tradisional yang mengutamakan keputusan bersama. Selain itu, demokrasi Indonesia berlandaskan pada Pancasila, khususnya sila pertama "Ketuhanan yang Maha Esa," yang mengintegrasikan aspek spiritual dan moral. Namun, menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dan tanggung jawab sosial serta mencegah politisasi agama tetap menjadi tantangan. Demokrasi Indonesia yang memadukan nilai budaya dan religius perlu diperkuat melalui pendidikan dan praktik yang konsisten.

C. Demokrasi di Indonesia berusaha selaras dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, serta menghormati HAM, meskipun masih ada tantangan. Prinsip musyawarah dan mufakat tetap dijaga dalam pengambilan keputusan. UUD NRI 1945 menjamin hak-hak dasar seperti kebebasan berekspresi, beragama, dan keadilan, meskipun ada masalah seperti pembatasan kebebasan sipil dan diskriminasi di beberapa daerah. Pemerintah berusaha memperbaiki ini melalui reformasi hukum dan peningkatan akuntabilitas. Konsistensi penerapan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi membutuhkan pengawasan dan partisipasi aktif dari masyarakat.

D. Saya sangat kritis terhadap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi menjalankan agenda politik mereka sendiri. Mereka seharusnya mewakili aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok politik. Kegagalan menjalankan mandat ini merusak kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan demokrasi. Masyarakat harus terus memantau kinerja wakil mereka, menyuarakan kritik konstruktif, dan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam tindakan parlemen. Partisipasi aktif dalam pemilu dan proses demokratis lainnya diperlukan untuk memastikan wakil yang terpilih benar-benar mewakili kepentingan rakyat.

E. Saya menentang pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dari tradisi atau agama yang memanfaatkan loyalitas rakyat untuk tujuan yang tidak jelas. Praktik ini sering kali melibatkan manipulasi emosional dan penyalahgunaan kepercayaan rakyat. Dalam era demokrasi yang menekankan hak asasi manusia, praktik semacam ini tidak dapat diterima. Pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik harus bertanggung jawab dan menghormati hak asasi manusia, serta memastikan pengaruh mereka tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.