Nama : shafa alkausar salsabilah
Npm : 2315031027
A. Pendapat Mengenai Isi Artikel:
Artikel ini membahas bagaimana masyarakat melihat perilaku tidak sopan yang ditunjukkan oleh beberapa anak muda di zaman sekarang. Terlepas dari kenyataan bahwa tidak semua anak-anak di era modern bersikap kurang sopan, beberapa perilaku tidak sopan telah menimbulkan kesan negatif pada masyarakat. Selain itu, artikel ini menekankan akibat dari perilaku buruk yang tidak dihentikan dan pentingnya mempertahankan budaya yang baik di Indonesia.
Hal-hal yang Bermanfaat
Artikel ini menekankan betapa pentingnya mempertahankan budaya baik Indonesia, seperti sopan santun, ramah-tamah, dan toleransi. Salah satu manfaat dari artikel ini adalah kesadaran akan betapa pentingnya mempertahankan dan menyebarkan budaya yang baik dan menunjukkan bahwa perilaku kurang sopan bukanlah bagian dari budaya Indonesia. Artikel ini juga menekankan bahwa kebebasan seseorang harus diiringi dengan tanggung jawab.
B. Dalam artikel ini, ada hubungan langsung antara nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai sistem etika yang mengatur kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat di Indonesia. Nilai-nilai ini termasuk:
Ketuhanan Yang Maha Esa, yang disebut sebagai Pancasila pertama:
Dalam artikel ini, nilai-nilai etika dan moral sangat penting dalam perilaku sehari-hari. Metode ini menunjukkan bahwa kualitas moral dalam pergaulan sosial yang sejalan dengan ajaran moral agama diperlukan, meskipun tidak secara langsung membahas aspek spiritual.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Prinsip kedua Pancasila):
Artikel ini berfokus pada perilaku manusiawi yang menghargai martabat sesama. Ini membahas betapa pentingnya memiliki sikap santun, tidak merendahkan orang lain, dan mendorong kebaikan dan toleransi dalam interaksi, yang sesuai dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Persatuan Indonesia, yang diwakili oleh Pancasila ketiga:
Upaya untuk mempertahankan persatuan dalam keberagaman Indonesia mencakup mempertahankan budaya positif, sopan santun, toleransi, dan mempertahankan aturan dan norma masyarakat yang berlaku.
Pancasila keempat menetapkan bahwa rakyat akan dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan:
Artikel tersebut menekankan betapa pentingnya kesadaran kolektif untuk mempertahankan etika dan moralitas dalam masyarakat. Konsep kerakyatan yang mengutamakan kebijaksanaan dan kesepakatan bersama menegaskan bahwa semua orang bertanggung jawab untuk menjaga budaya yang baik dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain.
Pancasila kelima berbunyi sebagai berikut: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Sangat penting untuk memperlakukan orang lain dengan adil, tanpa merendahkan atau menyakiti mereka, menurut isi artikel. Ini mewakili keadilan sosial yang dipromosikan oleh Pancasila.
C. Banyak kearifan lokal di Indonesia terkait erat dengan sistem etika yang mencerminkan nilai-nilai dari setiap sila Pancasila. Berikut adalah beberapa kearifan lokal yang terkait dengan masing-masing sila Pancasila:
Ketuhanan Yang Maha Esa:
Kearifan lokal, seperti adat istiadat yang dimiliki oleh berbagai suku bangsa di Indonesia, seperti Upacara Adat Keagamaan, Ritual Persembahan, dan Adat Istiadat Penyembahan kepada Yang Maha Esa, menunjukkan penghormatan terhadap tuhan dan kepercayaan agama sebagai elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kemanusiaan yang Adil dan beradab:
Sila kedua Pancasila berisi gagasan gotong royong, budaya tolong-menolong, dan kearifan lokal seperti musyawarah-mufakat. Gotong royong menunjukkan sikap saling membantu dengan penuh rasa keadilan dan martabat
Persatuan Indonesia:
Sila ketiga Pancasila mencerminkan kearifan lokal dalam bentuk tradisi adat yang mendorong persatuan antarsuku atau wilayah, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang meskipun berbeda namun sama.
Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Perwakilan atau Permusyawaratan:
Salah satu contoh konkrit dari sila keempat Pancasila adalah sistem adat tradisional, seperti lembaga adat, kepemimpinan adat, dan musyawarah dalam pengambilan keputusan. Sistem-sistem ini menunjukkan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang bijaksana dan demokratis.
Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia:
Sila kelima Pancasila mencerminkan nilai-nilai dari berbagai filosofi hidup, pepatah, dan kearifan lokal yang menekankan keadilan, seperti "Rukun, Toleransi, dan Keadilan" dalam adat Betawi, atau prinsip adiluhung dalam budaya Jawa.
D. Beberapa tindakan dapat diambil untuk mempertahankan dan mempertahankan kearifan lokal Indonesia yang terkait dengan sistem etika yang didasarkan pada sila-sila Pancasila:
1. Pengajaran dan Pelatihan
Memasukkan pendidikan yang menggabungkan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal ke dalam kurikulum sekolah akan membantu menyebarkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya mempertahankan budaya dan moralitas yang baik.
2. Meningkatkan Perspektif Kearifan Lokal
Media massa mempromosikan nilai-nilai budaya lokal yang baik melalui acara televisi, program radio, dan platform digital lainnya. Ini dapat dicapai dengan membagikan kisah-kisah inspiratif tentang kearifan lokal, tradisi, adat istiadat, dan filosofi yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
3. Dukungan Sosial
Mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung pelestarian kearifan lokal, seperti festival budaya, pertunjukan seni tradisional, dan diskusi tentang kearifan lokal
4. Pemberdayaan Komunitas Lokal: Membantu komunitas lokal mempertahankan kearifan tradisional mereka dengan mendukung pelestarian kerajinan tangan tradisional, pertanian lokal yang berkelanjutan, atau pembentukan wisata budaya yang berkelanjutan.
5. Studi dan Dokumentasi
mensupport penelitian dan dokumentasi kearifan lokal untuk memperluas pemahaman tentang kearifan, nilai, dan praktiknya. Untuk memastikan bahwa warisan budaya ini tetap tercatat dan terpelihara, langkah ini sangat penting.