གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ MUHAMMAD FARHAN

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

MUHAMMAD FARHAN གིས-
Nama : Muhammad Farhan
NPM : 2315061083
Kelas : TI C

Jurnal ini menguraikan konsep Bela Negara, kesadaran Bela Negara, tindakan yang dapat dilakukan oleh warga negara dalam mempertahankan negara di tengah pandemi, serta kaitan antara Bela Negara dengan kesetiaan dan kecintaan terhadap negara. Jurnal ini menyoroti pentingnya gotong royong, kerja sama, dan kesediaan untuk berkorban demi kepentingan bersama dalam menghadapi tantangan pandemi. Dengan memahami dan menerapkan semangat Bela Negara, diharapkan warga negara dapat bersatu dan mengatasi berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19.

kesimpulan yang dapat saya ambil dari jurnal tersebut adalah bahwa semangat Bela Negara sangat penting dalam memperkuat keutuhan dan keberlangsungan negara, terutama di tengah situasi darurat seperti pandemi COVID-19. Dengan kesadaran Bela Negara yang tinggi, warga negara dapat bersatu, gotong royong, dan bekerja sama untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Melalui tindakan nyata dan kesediaan untuk berkorban, semangat Bela Negara dapat menjadi landasan kuat bagi kemajuan dan keberlangsungan negara.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

MUHAMMAD FARHAN གིས-
Nama : Muhammad Farhan
NPM : 2315061083
Kelas : TI C

Dari analisis video tersebut dapat dikeathui bahwa Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk mempertahankan eksistensi, keamanan, dan stabilitasnya dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Ancaman ini mencakup invasi militer, serangan teroris, serangan siber, strategi geopolitik negara lain, pemberontakan dalam negeri, krisis kesehatan global, dan perubahan iklim. Untuk menjaga ketahanan nasional, negara perlu mengelola dua aspek utama: Trigatra (aspek alam) dan Pancagatra (aspek sosial). Trigatra mencakup geografi, sumber daya alam, dan demografi, sementara Pancagatra mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Negara dapat meningkatkan ketahanan nasional dengan menjaga stabilitas politik, mengembangkan ekonomi yang adil, memperkuat persatuan sosial budaya, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan pertahanan. Dalam konteks pandemi COVID-19, ketahanan nasional juga melibatkan menjaga kesehatan masyarakat, mendukung kebijakan pemerintah, dan mempromosikan solidaritas untuk menghadapi tantangan global, sehingga memastikan stabilitas dan keberlanjutan negara dalam jangka panjang. Keseimbangan dan sinergi antara aspek alam dan sosial menjadi kunci dalam membangun ketahanan yang kokoh.

MKU PKN PSTI C dan D -> FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

MUHAMMAD FARHAN གིས-
Nama : Muhammad Farhan
NPM : 2315061083
Kelas : TI-C

A. Artikel ini mengungkap kondisi HAM di Indonesia pada tahun 2019 yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti pelanggaran HAM berat di masa lalu, pembatasan kebebasan berekspresi, diskriminasi berbasis gender, dan penjatuhan hukuman yang kejam. Meski terdapat kemunduran dalam kualitas HAM, ada juga upaya reformasi dari pemerintah untuk memastikan perlindungan HAM yang lebih baik.

B. Demokrasi di Indonesia, yang diambil dari nilai-nilai adat dan budaya asli masyarakat, seharusnya mencerminkan keberagaman dan keadilan bagi seluruh warga negara. Prinsip demokrasi Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya menghormati keberagaman agama dan keyakinan masyarakat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

C. Praktik demokrasi di Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Meski demikian, upaya untuk menegakkan hak asasi manusia terus dilakukan, walaupun masih terdapat pelanggaran yang harus diselesaikan.

D. Sikap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi menjalankan agenda politik pribadi dapat merugikan kepentingan masyarakat luas. Penting bagi anggota parlemen untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan oleh pemilih.

E. Para pemimpin dengan kekuasaan kharismatik yang memanfaatkan tradisi atau agama untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat harus memastikan tindakan mereka tidak melanggar prinsip-prinsip HAM. Dalam era demokrasi saat ini, penting menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia guna mencegah penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi.