Kiriman dibuat oleh Dhito Aryo Trengginas

Dhito Aryo Trengginas
2315061015
PSTI – C

Berikut ini merupakan analisis saya mengenai jurnal yang berjudul “Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara: Implementasi Nilai-Nilai Keseimbangan dalam Upaya Pembangunan Hukum di Indonesia”

Dalam jurnal tersebut menjelaskan mengenai lahirnya pancasila sebagai sejarah sebuah ide bangsa, pancasila sebagai sumber filsafat bangsa dan negara Indonesia, nilai-nilai keseimbangan hukum dalam perspektif pancasila, dan fungsi pancasila sebagai ideologi bernegara. Dalam fungsi ideologi bernegara di jelaskan pula tentang pancasila sebagai ideologi negara, pancasila sebagai dasar negara, pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, dan pancasila sebagai kepribadian bangsa.

Pancasila sebagai ideologi mengandung pengertian bahwa Pancasila merupakan ajaran, gagasan, doktrin, teori atau ilmu yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia serta menjadi pentunjuk dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Dari penjalasan itu, setidaknya terdapat tiga tingkatan nilai yang perlu diperhatikan. Antara lain yaitu nilai tidak berubah atau nilai dasar, nilai instrumental yang dapat berubah sesuai kondisi namun juga tetap bersandar pada nilai dasar, dan nilai praktis yaitu berupa implementasi nilai-nilai yang sesungguhnya.


Pancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasila dipergunakan sebagai dasar (fundamen) untuk mengatur pemerintah negara atau sebagai dasar untuk mengatur penyelengaraan negara. Pancasila merupakan kaidah negara yang fundamental, yang berarti hukum dasar baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis dan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara Republik Indonesia wajib bersumber dan bernaung dibawah kaidah fundamendal Negara tersebut.

Dalam nilai keseimbangan hukum dijelaskan bahwa pancasila merupakan sebuah kesepakatan dan konsesus untuk membangun suatu bangsa satu negara, tanpa mempersoalkan perbedaan latar belakang yang ada, baik agama, ras, suku, budaya, bahasa dan lainnya. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi rechtsidee (cita-cita hukum) yang harus dituangkan didalam setiap pembuatan dan penegakkan hukum.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh Dhito Aryo Trengginas -
Nama : Dhito Aryo Trengginas
NPM : 2315061015
PSTI – C

Analisis saya mengenai video tersebut yaitu tentang peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945. Dalam video tersebut menjelaskan sebelum proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dikumandangkan ada peristiwa penting yang menyangkut perjalanan bangsa ini dan merubah sejarah bangsa Indonesia.
Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, yang dimana terjadi sebuah perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan muda menginginkan proklamasi kemerdekaan dilakukan secepatnya karena hal ini merupakan hak dan masalah Indonesia sendiri tanpa perlu bergantung dari negara atau bangsa yang lain. Sedangkan, menurut golongan tua proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilakukan secara terorganisir misalnya dengan pernyataan dari bangsa lain dengan melampirkan tanda tangan dan sebagainya. Terjadi pula peristiwa pemimpin pemuda Indonesia yang terlibat dalam rencana ini, seperti Soekarno, Hatta, dan lainnya, berkumpul di rumah Soekarno di Rengasdengklok, Jawa Barat, untuk mematangkan rencana mereka. Pada tanggal 16 Agustus, mereka melaksanakan aksi penangkapan terhadap beberapa pejabat Jepang yang dianggap sebagai ancaman terhadap kemerdekaan Indonesia.
Ini adalah rangkaian peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok, yang berkontribusi penting dalam memastikan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat berjalan tanpa gangguan signifikan dari pihak Jepang yang berusaha mempertahankan kekuasaannya.

PSTI C dan D MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Dhito Aryo Trengginas -
Nama : Dhito Aryo Trengginas
NPM : 2315061015
PSTI – C

Jawaban saya mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah,
A. Sikap gotong royong dapat diwujudkan dalam berbagai cara untuk mengatasi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia. Contoh sikap mendasar yang perlu kita hadapi yaitu, menjaga lingkungan sekitar kita, membantu teman kita yang sedang membangun usaha, serta tolong menolong jika kerabat kita terkena musibah seperti mengumpulkan sumbangan.

B. Tentunya dalam menghadapi keberagaman dan keharmonisan dilingkungan sekitar kita, kita memerlukan sikap toleransi yang tinggi dengan tidak membeda-bedakan ras, agama, warna kulit, suku, dan lainnya, serta sikap peduli antar satu sama lain, saling menjaga kerukunan, dan tidak saling menjatuhkan.

C. Setiap kelompok, bangsa, atau negara tentunya memiliki nilai-nilai dasar yang membentuk pandangan dunia dan identitas kolektif itu sendiri. Nilai-nilai inilah yang menjadi acuan untuk perilaku, budaya, dan pandangan hidup yang membedakan satu kelompok atau negara dari yang lain. Tetapi walaupun dengan adanya perbedaan ini negara kita tentunya tetap berpedoman dalam Bhineka Tunggal Ika.

D. Menurut saya sikap para pendiri bangsa itu sendiri dalam menghadapi perbedaan pendapat terkait dengan rumusan pancasila merupakan contoh yang baik bagi kita saat ini dalam menjaga kesatuan dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam. Sikap para pendiri juga mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan mengedepankan kesatuan dalam beragam kepentingan.