Kiriman dibuat oleh Surya Bagaskara 2315061031

Nama: Surya Bagaskara
NPM: 2315061031
Kelas: TI C

Dari jurnal yang sudah saya baca, saya dapat menyimpulkan bahwa:
Alinea 4 Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 menguraikan tujuan negara Indonesia. Seluruh bagian bangsa harus bekerja sama untuk merencanakan, membangun, dan menyetujui tujuan bersama tersebut; ini disebut politik hukum dalam bahasa akademik. Kegiatan terakhir dari kebijakan publik, yang mencakup proses legislasi, adalah pembentukan kaedah hukum.

Secara historis-sosiologis, manusia Indonesia berasal dari Mekhong-Vietnam yang karena sesuatu hal menyebar ke pulau-pulau nusantara.
Berangkat dari fakta sejarah ini, maka yang tumbuh dan berkembang adalah kebudayaan etnik yang terpencar-pencar. Jadi pertumbuhan ke arah rasa persatuan yang lebih besar tentang kepentingan bersama jelas terhalang oleh perbedaan bahasa, adat istiadat, alam lingkungan, juga kepercayaan dan agama, bentuk tubuh, warna kulit dan sebagainya, ringkasnya tergantung pada besarnya pluralitas masyarakat. Namun demikian secara politis-yuridis bangsa Indonesia telah berhasil menciptakan integritas nasional melalui sumpah pemuda pada tahun 1928.
lalu, Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia, jurnal tersebut membahas Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik, dan berfokus pada hubungan antara etika dan moral, di mana kita tahu moral berkaitan dengan tingkah laku manusia. Pancasila sebagai sumber etik juga menunjukkan bahwa Pancasila mengatur moral dalam kehidupan kita setiap hari. Moral menetapkan nilai-nilai yang mendasari tindakan kita. Etika, di sisi lain, memberikan definisi tentang pemikiran kritis dan pemahaman dasar tentang moral. Karena etika sangat terkait dengan tindakan, tindakan itu sendiri terikat pada nilai moral.Ini membantu kita memahami etika secara bertahap saat kita mengembangkannya melalui berbagai langkah. Dalam politik hukum Indonesia, ada tiga dimensi yang membentuk hubungan antara hukum dan etika: substansi dan wadah, hubungan luas dan cakupan, dan alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etika dan hukum memiliki hubungan melalui ketiga dimensi ini, terutama dalam hal alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya. Meskipun hukum ini dibuat untuk ditaati, beberapa orang melanggarnya. Etika mengatur perilaku oleh sebab itu apakah kita ingin menaati atau melanggar aturan
Nama: Surya Bagaskara
NPM: 2315061031
Kelas: TI C
Hasil dari analisis jurnal yang saya dapat yaitu:
Pancasila adalah dasar pandangan hidup rakyat Indonesia, terdiri dari lima dasar yang membentuk jati diri bangsa Indonesia. Pancasila memberikan pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dapat digunakan untuk melihat Pancasila sebagai sistem filsafat. Filosofi berasal dari kata "philos", yang secara epistimologis berasal dari kata "philein", yang artinya "cinta," dan "shopia", yang artinya "hikmat" atau "kebijaksanaan." Istilah "filsafat" merujuk pada proses berpikir mendalam dan sungguh-sungguh untuk menemukan kebenaran. Filsafat dianggap oleh suatu bangsa sebagai pandangan hidup, yaitu sebagai asas dan pedoman yang melandasi semua aspek kehidupan dan kehidupan bangsa tersebut, termasuk pendidikan.
Filosofi yang dikembangkan harus berasal dari filsafat yang dianut oleh suatu negara, dan pendidikan adalah cara atau mekanisme untuk menanamkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat tersebut. Pendidikan berfungsi sebagai lembaga yang berfungsi untuk menanamkan dan mewariskan sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh pendidik dan lembaga pendidikan di seluruh masyarakat. Landasan ilmiah dan filosofis harus digunakan sebagai asas normatif dan pedoman pelaksanaan pembinaan untuk memastikan bahwa pendidikan dan prosesnya berhasil.
Nama: Surya Bagaskara
Npm: 2315061031

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Pendapat saya mengenai proses pendidikan di tengah pendemi pada saat itu sangatlah memprihatinkan, karena banyak sekali siswa dan mahasiswa yang menjadi susah dalam mendapatkan Pendidikan yang layak karena kurikulum yang berbasis Online. Sementara itu, banyak juga orang tua yang terpaksa harus di rumahkan atau di PHk sehingga menyebabkan semakin susahnya akses pendidikan kepada masyarakat menengah kebawah

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Salah satu cara yang dapat mengefektifkan dan memaksimalkan proses nya adalah dengan memastikan nilai nilai pancasila tetap didapatkan dengan baik dan teratur oleh siswa maupun mahasiswa ditengah pandemi covid-19, sehingga walaupun di tengah pandemi Covid-19. Para pelajar masih bisa mengikuti pembelajaran dengan efektif dan memaksimalkan proses pendidikannya

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Contoh kasus yang cukup dekat dengan lingkungan saya yaitu dengan diadakanya Musywarah/Perkumpulan RW Bulanan. Dimana biasanya para remaja dan dewasa ikut andil dalam kegiatan tersebut dalam gotong royong dan membangun lingkungan RW agar lebih maju dan baik

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Pancasila adalah dasar ideologi negara Indonesia, yang terdiri dari lima nilai: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan dan Peradaban Indonesia, Solidaritas, Demokrasi yang bergantung pada kebijaksanaan dalam pertimbangan dan keterwakilan, dan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. Hakikat Pancasila dalam mengimplementasikan nilai-nilai ini adalah bahwa mereka harus menjadi panduan bagi seluruh masyarakat untuk berpikir, bersikap, dan berperilaku.
Nama :Surya Bagaskara
NPM: 2315061031
TI C
Berikut adalah hal yang saya pelajari dari vidio diatas:
Berdasarkan ajaran filosofi Pancasila, pemahaman yang mendalam dan menyeluruh tentang nilai-nilai, prinsip, dan landasan yang membentuk dasar negara Indonesia berakar. Ini adalah pertimbangan kritis yang berlandaskan rasionalitas tentang Pancasila, yang berfungsi sebagai fondasi dasar bagi negara dan merupakan representasi budaya bangsa. Membentuk keragaman pandangan terhadap nilai-nilai yang mengikat masyarakat Indonesia, ada empat aliran filsafat: rasionalisme, yang menghargai akal budi, materialisme, yang menekankan pentingnya materi, individualisme, yang menekankan hak individu, dan hedonisme. Pancasila, yang menjadi dasar ideologi negara, menggambarkan kepentingan individu, peran materi dalam kehidupan, penghargaan terhadap akal sehat, dan pencarian kebahagiaan. Diversitas dalam pandangan filsafat dalam kerangka Pancasila mencerminkan penerimaan dan penghargaan terhadap pluralitas pemikiran dan nilai-nilai.
Nama: Surya Bagaskara
NPM: 2315061031
Kelas: TI C

Dalam jurnal ini, filsafat ilmu digambarkan sebagai sumber pengetahuan yang berkaitan dengan Pancasila. Dengan mengambil filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan, Pancasila dapat diperkaya dengan tiga aspek: Pancasila dipandang sebagai sistem nilai-nilai ideologis yang mengandung prinsip luhur, dasar, instrumental, praksis, dan teknis.

Ontologi: Pancasila dianggap sebagai sistem nilai dasar yang menggambarkan kebijaksanaan reflektif yang mendorong perilaku yang baik, benar, indah, dan bermanfaat bagi manusia. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menekankan betapa pentingnya ketakwaan dan iman kepada Tuhan agar orang dapat menghindari tindakan yang merugikan orang lain.

Epistemologi: Pada awalnya, Pancasila dibangun sebagai hasil dari diskusi mendalam tentang berbagai disiplin ilmu, termasuk Islam, kebangsaan, dan paham Barat modern sekuler. Semua orang setuju bahwa Pancasila benar. Konsep ini menekankan bahwa Pancasila dapat diinterpretasikan dan dikontekstualisasi dengan cara yang dapat disesuaikan dengan semangat transformasi. Pengetahuan filsafat tentang Pancasila harus mencerminkan kesiapan setiap orang, termasuk menilai apa yang baik dan apa yang buruk, serta bagaimana itu relevan dengan perkembangan zaman.

Aksiologi: Pancasila sebagai pandangan hidup mengandung nilai-nilai luhur seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini seharusnya dihayati dan diterapkan oleh masyarakat Indonesia untuk membantu mengatasi masalah bangsa dan mencapai kemajuan. Jika nilai-nilai ini diterapkan secara benar dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan menjadi landasan untuk mengatasi masalah bangsa dan mencapai kemajuan.