Kiriman dibuat oleh Surya Bagaskara 2315061031

Nama : Surya Bagaskara
NPM: 2315061031
KELAS: TI C
Prodi: Teknik Informatika

Setelah saya tonton vidionya dan saya analisis, maka saya menyimpulkan bahwa:

Ketahanan nasional adalah konsep yang mencakup keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan mengembangkan potensi nasional dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan. Konsep ini menekankan penguatan integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan pencapaian tujuan nasional melalui pengembangan kekuatan nasional dan penanganan ancaman, hambatan, serta gangguan dari dalam maupun luar negeri.

Ketahanan nasional terbagi dalam dua aspek utama: Trigatra (aspek alamiah) dan Pancagatra (aspek sosial).

Perwujudan dan Ancaman Aspek Trigatra

Lokasi dan Posisi Geografis:

Potensi: Lokasi geografis yang strategis meningkatkan potensi laut dan darat, memfasilitasi perdagangan, pertahanan, dan hubungan diplomatik dengan negara tetangga.
Ancaman: Posisi geografis juga menghadirkan ancaman dari luar, seperti serangan militer atau bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan perubahan iklim yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional.
Sumber Daya Alam:

Potensi: Kesadaran nasional dalam pemanfaatan kekayaan alam secara berkelanjutan, termasuk pengelolaan sumber daya mineral, hutan, air, dan energi, adalah kunci kesejahteraan jangka panjang. Perlindungan lingkungan mencegah kerusakan yang mengancam ketahanan nasional.
Ancaman: Eksploitasi yang tidak berkelanjutan dapat menguras kekayaan alam, merusak lingkungan, dan menyebabkan kelangkaan sumber daya yang memicu konflik internal dan ketidakstabilan.
Kemampuan Penduduk:

Potensi: Peningkatan pendidikan dan kesehatan penduduk memperkuat kemampuan nasional dalam menghadapi tantangan. Pendidikan yang baik meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, sementara kesehatan yang baik memastikan produktivitas dan kontribusi maksimal penduduk terhadap pembangunan nasional.
Ancaman: Kurangnya pendidikan mengurangi kemampuan penduduk untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan global. Wabah penyakit dan masalah kesehatan lainnya dapat mengurangi produktivitas dan kualitas hidup.
Perwujudan dan Ancaman Aspek Pancagatra

Ideologi:

Potensi: Ideologi nasional yang kuat dapat menampung aspirasi masyarakat dan mempersatukan bangsa, menjaga stabilitas sosial dan politik.
Ancaman: Radikalisme, terorisme, dan pengaruh asing dapat memecah belah bangsa dan menimbulkan konflik.
Politik:

Potensi: Sistem politik yang demokratis dan partisipasi aktif masyarakat memperkuat legitimasi pemerintah. Kebijakan publik yang responsif dan bertanggung jawab penting untuk menghadapi tantangan nasional.
Ancaman: Korupsi dan ketidakstabilan politik melemahkan sistem politik dan mengurangi kepercayaan publik.
Ekonomi:

Potensi: Perekonomian yang kuat didukung oleh infrastruktur, modal, dan teknologi yang memadai. Ekonomi yang stabil menjaga ketahanan nasional.
Ancaman: Krisis ekonomi global dan kesenjangan sosial dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Sosial Budaya:

Potensi: Tradisi kepemimpinan yang baik dan sistem pendidikan yang kuat membentuk generasi yang tangguh dan berbudaya. Penghargaan terhadap keanekaragaman budaya memperkuat identitas nasional.
Ancaman: Disintegrasi sosial, ketidakadilan sosial, ketegangan antar kelompok, dan pengaruh budaya asing dapat mengancam kohesi sosial dan mengikis nilai-nilai budaya lokal.
Pertahanan dan Keamanan:

Potensi: Partisipasi masyarakat dalam pertahanan dan keamanan serta sistem pertahanan yang kuat melindungi kedaulatan negara dari ancaman militer dan keamanan dalam negeri seperti terorisme dan kriminalitas.
Ancaman: Agresi militer dari negara lain, terorisme, pemberontakan, dan kriminalitas dalam negeri dapat mengganggu ketertiban umum dan mengancam keamanan nasional.
Untuk mencapai ketahanan nasional yang kuat, diperlukan sinergi antara pengelolaan lokasi dan posisi geografis, pemanfaatan kekayaan alam secara berkelanjutan, serta peningkatan pendidikan dan kesehatan penduduk. Selain itu, menjaga ideologi nasional yang kuat, sistem politik yang stabil dan bebas korupsi, ekonomi yang adil dan kuat, budaya yang terpelihara, serta pertahanan dan keamanan yang kokoh adalah kunci untuk menghadapi berbagai ancaman dan memastikan keberlangsungan serta kemajuan sebuah negara.
Nama: Surya Bagaskara
Kelas: TI C
NPM: 2315061031

Jawaban analisis kasus:
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini memberikan gambaran yang jelas tentang kemunduran HAM di Indonesia pada tahun 2019, tetapi juga menunjukkan adanya harapan melalui gerakan masyarakat sipil dan komitmen terhadap ratifikasi perjanjian internasional. Peran masyarakat sipil sangat penting dalam mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah, serta memastikan bahwa HAM ditegakkan secara adil dan merata. Untuk memperbaiki situasi, diperlukan upaya lebih keras dari pemerintah untuk menegakkan keadilan, mengatasi diskriminasi, dan menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu dengan cara yang transparan dan akuntabel..

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia yang diilhami oleh adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia menunjukkan bagaimana nilai-nilai lokal dapat memperkaya dan memperkuat sistem demokrasi. Prinsip-prinsip seperti musyawarah, mufakat, gotong royong, dan keadilan sosial menciptakan landasan yang kuat untuk partisipasi masyarakat yang luas dan inklusif.

Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya tentang prosedur politik, tetapi juga tentang mengintegrasikan nilai-nilai etika dan moral yang berakar dalam kepercayaan kepada Tuhan. Tantangan utama adalah memastikan bahwa nilai-nilai religius ini diterapkan secara inklusif dan tidak diskriminatif, sehingga semua warga negara, terlepas dari latar belakang agama dan keyakinan, dapat merasa dihargai dan dilindungi dalam sistem demokrasi Indonesia.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indonesia menunjukkan adanya upaya untuk sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai HAM. Namun, masih terdapat berbagai tantangan yang harus diatasi:

Ketidakadilan Sosial dan Ekonomi: Perlu upaya lebih besar untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan memastikan keadilan sosial.
Pelanggaran HAM: Penegakan hukum yang tegas dan transparan diperlukan untuk menangani pelanggaran HAM, terutama yang dilakukan oleh aparat keamanan.
Kebebasan Sipil: Perlindungan yang lebih kuat terhadap kebebasan berpendapat, berkumpul, dan beragama perlu diimplementasikan.
Dengan komitmen yang lebih kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, praktik demokrasi Indonesia dapat lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta benar-benar menjunjung tinggi hak asasi manusia.

D. Sikap terhadap anggota parlemen yang melaksanakan agenda politik mereka sendiri, berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat, harus berfokus pada kritik konstruktif, pengawasan ketat, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, partisipasi aktif masyarakat, reformasi politik, dan penegakan hukum serta etika. Demokrasi yang sehat memerlukan keterlibatan aktif dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa kepentingan masyarakat diutamakan dan bahwa penyimpangan dari mandat rakyat dapat diidentifikasi dan ditangani dengan cepat dan efektif.

E..Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Menurut saya, Penyalahgunaan kekuasaan kharismatik untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat, terutama dengan mengorbankan mereka untuk tujuan yang tidak jelas, merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan HAM. Demokrasi yang sehat dan berfungsi dengan baik memerlukan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi berdasarkan kesadaran dan kebebasan. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat pendidikan politik, memastikan perlindungan hukum yang efektif, dan mengkritisi setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan untuk melindungi hak dan martabat setiap individu.