གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Putri Hasian Sinurat 2312011534

Nama: Putri Hasian Sinurat
NPM:2312011534

1.Masalah sosial adalah permasalahan yang memengaruhi masyarakat secara luas, sering kali berkaitan dengan ketaksetaraan, ketakadilan, ketakstabilan, atau ketakseimbangan dalam masyarakat. Masalah sosial timbul akibat dari interaksi sosial baik antarindividu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.
2. Tentu ada,yaitu:perbedaan utama antara masalah sosial dan masalah hukum adalah bahwa masalah sosial berkaitan dengan isu-isu yang memengaruhi masyarakat secara luas, sementara masalah hukum berkaitan dengan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat.
*)Contoh masalah sosial di Indonesia meliputi kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, pengangguran, korupsi, ketidaksetaraan gender, kekerasan dalam rumah tangga, masalah kesejahteraan hewan, diskriminasi rasial, ketidaksetaraan dalam akses terhadap pendidikan berkualitas, konflik politik dan sosial, dan krisis perumahan Masalah sosial timbul akibat dari interaksi sosial antara individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok
*) contoh masalah hukum meliputi pelanggaran hukum pidana, perdata, tata usaha negara, dan hukum internasional. Contoh konkretnya adalah kesenjangan hukum di Indonesia, di mana hukum dianggap tumpul ke atas dan tajam ke bawah, serta ketidaksetaraan dalam akses terhadap peradilan
Kesimpulan:
Dengan demikian, perbedaan antara masalah sosial dan masalah hukum dapat dilihat dari sifatnya: masalah sosial berkaitan dengan isu-isu yang memengaruhi masyarakat secara luas, sementara masalah hukum berkaitan dengan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat.
Nama: Putri Hasian Sinurat
NPM:2312011534
*)Perubahan sosial adalah perubahan pada sistem sosial, struktur, dan fungsi masyarakat.
*)perubahan budaya adalah perubahan pada unsur budaya seperti norma, nilai, tata cara, tradisi, teknologi, dan pola hubungan sosial Perubahan sosial dan budaya terjadi di masyarakat dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti teknologi, politik, lingkungan, dan faktor ekonomi.
Faktor pendorong perubahan sosial budaya antara lain adalah adanya kontak dengan budaya lain, sikap saling menghargai hasil budaya, teknologi, politik, lingkungan, dan faktor ekonomi
Perubahan sosial dan budaya dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi masyarakat, seperti meningkatkan kualitas hidup, namun juga dapat menimbulkan krisis identitas atau degradasi lingkungan
Nama:Putri Hasian Sinurat
NPM:2312011534

Seorang pemimpin bangsa Indonesia sebaiknya memiliki sikap seperti:
1. Integritas: Menunjukkan kejujuran, keadilan, dan moralitas dalam setiap tindakan untuk membangun kepercayaan rakyat.
2. Kepemimpinan yang inklusif:Mampu memahami dan mewakili keberagaman masyarakat Indonesia, serta mengambil keputusan yang menguntungkan semua lapisan masyarakat.
3. Komitmen pada pembangunan berkelanjutan: Mengutamakan pembangunan yang berkelanjutan untuk generasi masa depan, dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Contohnya, Presiden Joko Widodo dikenal karena upayanya dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga menunjukkan kepemimpinan yang inklusif dengan memperhatikan aspirasi dari berbagai kelompok dalam masyarakat.
Nama:Putri Hasian Sinurat
NPM:2312011534
1.Apakah perbedaan antara struktur sosial dan kelompok sosial?
-> *)Struktur sosial mengacu pada pola-pola yang stabil dalam masyarakat yang mengatur hubungan antara individu-individu dan kelompok-kelompok. Ini mencakup elemen-elemen seperti hierarki, norma-norma sosial, peran sosial, dan status sosial.
Sifatnya: Struktur sosial cenderung bersifat abstrak dan lebih besar dalam cakupannya. Ini adalah kerangka kerja yang membentuk dasar bagi organisasi sosial dalam masyarakat.
Contoh: Contoh struktur sosial adalah kelas sosial (kelas pekerja, kelas menengah, kelas atas), hierarki dalam pemerintahan, atau struktur keluarga (peran orangtua, anak-anak).
Kelompok Sosial:
*)Kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang berinteraksi secara teratur, memiliki identitas bersama, dan merasa saling terkait. Kelompok ini dapat berupa keluarga, teman-teman, organisasi, atau komunitas.
Sifatnya: Kelompok sosial lebih konkret dan terfokus pada individu yang terlibat dalam interaksi sosial langsung. Mereka dapat menjadi bagian dari struktur sosial yang lebih besar.
Contoh: Contoh kelompok sosial termasuk keluarga Anda, teman-teman sekolah atau kerja, klub olahraga, atau organisasi sukarela.
Jadi,struktur sosial adalah kerangka besar yang mengatur masyarakat, sedangkan kelompok sosial adalah kumpulan individu yang berinteraksi secara lebih langsung dalam konteks tertentu dalam masyarakat

3.Bagaimanakah bentuk kelompok sosial menurut Ferdinand tonnies?
-> Ferdinand Tönnies, seorang sosiolog Jerman, memperkenalkan konsep penting dalam pemahaman kelompok sosial dengan membedakan dua bentuk kelompok sosial utama dalam karyanya yang terkenal "Gemeinschaft und Gesellschaft" (Community and Society), yang diterbitkan pada tahun 1887. Dua bentuk kelompok sosial menurut Tönnies adalah sebagai berikut:
Gemeinschaft (Masyarakat Keharmonisan):
Karakteristik Utama: Gemeinschaft merujuk pada masyarakat tradisional yang didasarkan pada hubungan pribadi, kebersamaan, nilai-nilai bersama, dan solidaritas sosial yang kuat. Hubungan di dalamnya didasarkan pada pertemanan, keluarga, dan afiliasi yang mendalam.
Contoh: Desa kecil, komunitas agraris tradisional, atau keluarga besar.
Gesellschaft (Masyarakat Kekosongan):
Karakteristik Utama: Gesellschaft mengacu pada masyarakat modern yang lebih besar, lebih kompleks, dan didasarkan pada hubungan yang lebih formal, rasional, dan fungsional. Hubungan di dalamnya lebih terkait dengan kepentingan individu, kontrak, dan fungsi sosial.
Contoh: Kota besar, masyarakat industri, atau organisasi bisnis.
Penting untuk dicatat bahwa Tönnies menggunakan konsep ini untuk menggambarkan dua ekstrem yang berbeda dalam spektrum masyarakat. Dalam masyarakat nyata, banyak kelompok sosial mungkin memiliki campuran elemen Gemeinschaft dan Gesellschaft, dan tidak selalu ada pemisahan yang tegas antara keduanya. Konsep ini membantu dalam memahami perkembangan sosial dan perubahan dalam hubungan antarindividu dan kelompok dalam masyarakat seiring waktu

5.Apakah yang dimaksud kelompok sosial menurut antropologi?
->Dalam antropologi, kelompok sosial merujuk pada kumpulan individu yang hidup bersama dalam suatu masyarakat atau budaya tertentu dan berinteraksi satu sama lain secara teratur. Antropologi sebagai disiplin ilmu sosial mempelajari berbagai aspek dari kelompok sosial ini, termasuk struktur, budaya, norma, nilai, dan pola-pola interaksi di antara anggotanya. Beberapa poin penting mengenai kelompok sosial dalam konteks antropologi adalah:
Keragaman Budaya: Antropologi seringkali menekankan keragaman budaya di antara berbagai kelompok sosial di seluruh dunia. Ini termasuk perbedaan dalam bahasa, adat istiadat, agama, makanan, dan tradisi lainnya.
Struktur Sosial: Antropologis mempelajari struktur sosial dalam kelompok-kelompok sosial, seperti hierarki, peran sosial, dan sistem keturunan. Mereka juga memeriksa bagaimana struktur tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari anggotanya.
Sistem Nilai dan Norma: Antropologi menyelidiki sistem nilai dan norma dalam kelompok sosial. Ini termasuk apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah dalam konteks budaya tertentu.
Perubahan Sosial dan Adaptasi: Antropologis memahami bagaimana kelompok sosial dapat beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, atau lingkungan. Mereka juga mempelajari dampak perubahan ini pada budaya dan kehidupan sehari-hari anggota kelompok.
Ritual dan Simbolisme: Antropologi memperhatikan ritual, upacara, dan simbolisme dalam kelompok sosial. Ini bisa termasuk upacara keagamaan, ritual pernikahan, atau simbol-simbol budaya yang penting.
Etnografi: Metode penelitian utama dalam antropologi adalah etnografi, di mana antropologis secara langsung terlibat dalam kehidupan masyarakat yang mereka studi, mengamati, mencatat, dan mewawancarai anggotanya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kelompok sosial tersebut.
*)Jadi, dalam antropologi, kelompok sosial adalah unit dasar dalam studi tentang budaya manusia, dan penelitian antropologis berfokus pada pemahaman mendalam tentang kehidupan, budaya, dan dinamika sosial dalam kelompok-kelompok ini