Kiriman dibuat oleh Raja Power Samosir_2313031054

MPPE B2025 -> Diskusi

oleh Raja Power Samosir_2313031054 -
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054
Kelas : B

Populasi dapat diartikan sebagai seluruh subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran generalisasi dalam suatu penelitian. Populasi mencakup semua individu, kelompok, atau fenomena yang relevan dengan tujuan penelitian dan ditetapkan secara jelas batasannya, baik dari segi tempat, waktu, maupun karakteristik. Dengan kata lain, populasi merupakan keseluruhan sumber data yang ingin diteliti oleh peneliti.

Sementara itu, sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut. Sampel digunakan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga sehingga peneliti tidak selalu memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi. Sampel yang baik harus mampu mencerminkan karakteristik populasi agar hasil penelitian dapat digeneralisasi secara tepat.

Dalam menentukan populasi dan sampel, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti. Pertama, peneliti harus menyesuaikan populasi dengan tujuan dan rumusan masalah penelitian, agar data yang diperoleh benar-benar relevan. Kedua, batasan populasi harus dijelaskan secara jelas dan spesifik untuk menghindari bias. Ketiga, peneliti perlu memilih teknik sampling yang sesuai dengan pendekatan penelitian, apakah kuantitatif, kualitatif, atau campuran. Keempat, ukuran sampel harus memadai sehingga dapat mewakili populasi dan menghasilkan data yang valid. Kelima, peneliti juga perlu mempertimbangkan keterjangkauan subjek penelitian, etika penelitian, serta ketersediaan waktu dan sumber daya.
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054
Kelas : B

Berdasarkan hasil membaca buku metodologi penelitian dan beberapa jurnal penelitian di bidang pendidikan ekonomi, dapat dilaporkan bahwa populasi dan sampel merupakan unsur yang sangat krusial dalam desain penelitian karena menentukan kualitas data serta ketepatan generalisasi hasil penelitian.

Populasi diartikan sebagai keseluruhan subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan relevan dengan tujuan penelitian. Menurut Sugiyono (2019), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian pendidikan ekonomi, populasi dapat berupa seluruh siswa SMA jurusan IPS, mahasiswa Pendidikan Ekonomi, guru ekonomi, atau sekolah pada wilayah tertentu. Dari jurnal-jurnal pendidikan ekonomi yang dikaji, populasi umumnya dijelaskan secara rinci, mencakup jenjang pendidikan, lokasi penelitian, serta tahun ajaran, agar ruang lingkup penelitian menjadi jelas dan terukur.

Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili karakteristik populasi secara keseluruhan. Arikunto (2016) menjelaskan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Pengambilan sampel dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Dalam buku metodologi penelitian dijelaskan bahwa sampel yang baik harus representatif agar hasil penelitian dapat digeneralisasi. Teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan ekonomi antara lain simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, serta purposive sampling.

Berdasarkan jurnal penelitian pendidikan ekonomi yang dibaca, pemilihan teknik sampling sangat bergantung pada pendekatan penelitian. Penelitian kuantitatif cenderung menggunakan sampling probabilitas untuk memperoleh data yang dapat digeneralisasi, sedangkan penelitian kualitatif lebih menekankan pada kedalaman informasi sehingga menggunakan sampel yang dipilih secara sengaja (purposive). Dengan demikian, pemahaman yang tepat mengenai populasi dan sampel sangat penting agar penelitian pendidikan ekonomi menghasilkan temuan yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Referensi :

Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Kurniasari, I., Kurniawan, L. A., & Dermawan. (2025). Pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Arus Jurnal Pendidikan, 5(2), 257–266.
Samosir, R. (2023). Analisis motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 12(1), 45–56.

MPPE B2025 -> CASE STUDY 2

oleh Raja Power Samosir_2313031054 -
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054
Kelas : B

1. Teori yang Relevan sebagai Landasan Teori
Untuk menyusun landasan teori mengenai pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, beberapa teori yang relevan antara lain:

Teori Kepemimpinan (Leadership Theory)
Teori ini menjelaskan berbagai gaya kepemimpinan, seperti kepemimpinan transformasional, transaksional, dan situasional, serta bagaimana gaya tersebut memengaruhi perilaku dan kinerja bawahan.

Teori Motivasi Kerja
Teori motivasi, seperti teori kebutuhan Maslow dan teori dua faktor Herzberg, menjelaskan bahwa motivasi kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja.

Teori Kinerja Karyawan
Teori ini menjelaskan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi, dan kesempatan kerja. Kepemimpinan berperan penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan kinerja.

Teori Perilaku Organisasi
Teori ini membantu menjelaskan hubungan antara gaya kepemimpinan, sikap kerja, motivasi, dan produktivitas karyawan dalam konteks organisasi.

2. Kerangka Pikir Penelitian
Kerangka pikir penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa gaya kepemimpinan sebagai variabel independen memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Perubahan gaya kepemimpinan dapat memengaruhi cara pimpinan berkomunikasi, memberikan arahan, dan memotivasi karyawan. Gaya kepemimpinan yang tepat, seperti kepemimpinan transformasional, mampu meningkatkan motivasi, komitmen, dan produktivitas karyawan, sehingga berdampak positif pada kinerja. Sebaliknya, gaya kepemimpinan yang kurang sesuai dapat menurunkan motivasi kerja dan menyebabkan fluktuasi kinerja karyawan. Dengan demikian, gaya kepemimpinan diduga memiliki peran penting dalam menentukan tingkat kinerja karyawan di perusahaan startup.
(Secara sederhana: Gaya Kepemimpinan → Kinerja Karyawan)

3. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis yang dapat diuji secara ilmiah adalah:
H₁ (Hipotesis alternatif):
Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di perusahaan startup.
H₀ (Hipotesis nol):
Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan di perusahaan startup.