Posts made by Erwin Erwin Marcellino Pardomuan Siahaan

Nama: Erwin Marcellino Pardomuan Siahaan
NPM: 2315021018

Analisis video:

Pancasila sebagai sistem etika artinya, pancasila digunakan sebagai pedoman dalam mengatur perilaku dan etika setiap masyarakat agar sesuai dengan norma dan peraturan yang ada, agar tercipta lingkungan yang damai dan harmonis, berdasarkan nilai-nilai Pancasila, yakni nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam etika pancasila:
1. Sila ketuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri manusia kepada Sang Pencipta, ketaatan kepada nilai agama yang dianutnya.
2. Sila kemanusiaan mengandung dimensi humanus, artinya menjadikan manusia lebih manusiawi, yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antarsesama.
3. Sila persatuan mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air.
4. Sila kerakyatan mengandung dimensi nilai berupa sikap menghargai orang lain, mau mendengar pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
5. Sila keadilan mengandung dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain, kesediaan membantu kesulitan orang lain.

Urgensi pancasila dalam sistem etika:
1. meletakkan sila-sila pancasila sebagai etika artinya, menjadikan pancasila sebagai sumber moral dan inspriasi dalam melakukan suatu tindakan.
2. memberikan pedoman terhadap setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan yang jelas.
3. dapat menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan / peraturan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa pancasila.
Nama: Erwin Marcellino Pardomuan Siahaan
NPM: 2315021018

Jawaban Analisis Soal 1:

A. Menurut saya isi dari artikel diatas tidaklah salah. pasalnya, banyak sekali kita temui dizaman sekarang, anak-anak maupun remaja yang tidak memiliki akhlak dan etika yang baik dan sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Contohnya seperti yang sudah dijelaskan diatas, yaitu: banyaknya orang yang dengan mudahnya menghina orang lain dengan kata-kata kasar, kurangnya rasa hormat terhadap semua orang, terutama kenapa orang yang lebih tua. dan lain sebagainya, yang bisa menyakiti dan merugikan orang lain. Nah menurut saya Hal-hal Positif yang dapat kita ambil dari isi artikel diatas adalah:
1. Kita dapat Melakukan semua yang kita inginkan, ASALKAN: tidak merugikan orang lain, tidak menyakiti/melukai perasaan orang lain, tidak melanggar Peraturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat dan negara, dan tentunya itu adalah hal positif.
2. Kita harus menghargai dan menghormati semua orang, baik itu lebih muda maupun lebih tua.
3. Kita harus tetap melestarikan budaya sopan santun, ramah-tamah, dan toleransi. tentunya semua itu dimulai dari diri kita sendiri.

B. Pancasila sebagai sistem etika artinya, pancasila digunakan sebagai pedoman dalam mengatur perilaku dan etika setiap masyarakat agar sesuai dengan norma dan peraturan yang ada, agar tercipta lingkungan yang damai dan harmonis, berdasarkan nilai-nilai Pancasila, yakni nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

C. Kearifan lokal di Indonesia memiliki beragam nilai dan norma yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila, yang merupakan dasar filsafat negara Indonesia, contohnya:
1. Indonesia memiliki beragam agama dan kepercayaan, seperti Hindu, Buddha, Islam, Kristen, Konghucu, serta kepercayaan tradisional suku-suku adat. Masyarakat Indonesia menghormati dan menjalankan keyakinan agama atau kepercayaan mereka dengan toleransi dan saling menghormati.
2. gotong royong adalah prinsip saling tolong-menolong dan kebersamaan dalam masyarakat. Ini mencerminkan semangat keadilan sosial dan kepedulian terhadap sesama, yang sesuai dengan sila kedua Pancasila.
3. Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan semangat persatuan dalam keragaman. Indonesia memiliki beragam etnis, budaya, dan bahasa. Kearifan lokal mencakup cara-cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan beragam kelompok etnis dan budaya.
4. Budaya musyawarah dalam pengambilan keputusan merupakan nilai yang sangat penting dalam masyarakat Indonesia. Hal ini mencerminkan semangat kerakyatan, kebijaksanaan, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.

D. Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya:
1. Dalam bidang pendidikan, pemerintah dapat Mengintegrasikan pelajaran tentang nilai-nilai lokal dan kearifan lokal dan etika berdasarkan sila-sila pancasila ke dalam kurikulum pendidikan.
2. kita sebagai mahasiswa dapat mendorong festival budaya, pameran seni, dan pertunjukan tradisional untuk mempromosikan dan memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
3. Pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya menjaga kearifan lokal di indonesia terkait sistem etika berdasarkan sila-sila pancasila.
Nama: Erwin Marcellino Pardomuan Siahaan
NPM: 2315021018

Pengertian Filsafat:
Istilah “filsafat” dalam bahasa indonesia berasal dari Bahasa Yunani, yakni “Philosophia”, yang mana merupakan gabungan dari kata “phile” yang berarti cinta dan “sophia” berarti ‘kebijakan atau pandai’. Jadi, dapat disebut bahwa filsafat ini adalah keinginan untuk mencapai cita pada kebijakan. Menurut Para ahli, contohnya Hasbullah Bakry, Ia merumuskan filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan yang mendalam. Berarti, Filsafat dapat menjadi pandangan hidup seseorang sekelompok orang mengenai kehidupan yang dicita-citakan.

Aliran-aliran filsafat:
1. Bersifat Rationalisme, Artinya mengagungkan akal,
2. Bersifat Materialisme, Artinya Mengangungkan Materi,
3. Bersifat Individualisme, Artinya Mengangungkan Individualitas,
4. Bersifat Hedonisme, Artinya Mengagungkan Kesenangan

Manfaat Mempelajari Filsafat yaitu, Kita bisa memperoleh kebenaran yang hakiki, dapat melatih kita dalam berfikir logis dan rasional, dapat melatih kita dalam bertindak bijaksana, dan dapat menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan kita agar memperoleh keselarasan hidup.

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep pemikiran filosofis yang berfokus pada nilai-nilai dasar yang menjadi landasan dan panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Filsafat Pancasila menggabungkan aspek-aspek filosofis dengan nilai-nilai kearifan lokal atau budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok pengertinya yang mendasar dan menyeluruh.

Pancasila sebagi sistem filsafat memiliki arti bahwa, pancasila adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang mempunyai fungsinya tersendiri yang dimana fungsi-fungsi ini saling berhubungan dan saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama berdasarkan nilai-nilai pancasila. Untuk Menciptakan lingkungan yang harmonis.

Wawasan Filsafat Meliputi:
Ontologis, menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
Epistemologis, Artinya adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
Aksiologis, yang berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.
Nama: Erwin Marcellino Pardomuan Siahaan
NPM: 2315021018

Jawaban Analisis Soal 1

A. Menurut pendapat saya, Proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 itu tidak efektif sama sekali. Karena menurut pengalaman saya, saat kita mengikuti belajar online dari rumah, Materi yang disampaikan oleh guru tidak dapat kita cerna seluruhnya, ada rasa ketakuan jika ingin bertanya tentang bagian dari materi yang tidak kita pahami. hal tersebut jika diarkan tentu akan berdampak buruk bagi sang pelajar. Lalu yang kedua, Menurut saya. Pembelajaran ditengah pandemi covid-19 membuat kita para pelajar yang umumnya selalu bersosialisasi secara lansung, namun semenjak pandemi covid-19 dan pembelajaran online dari rumah. Timbul rasa ketakutan untuk bersosialisasi baik itu bersosialisasi kepada teman, maupun tetangga sekalipun. karena orangtua cenderung melarang kita untuk keluar rumah saat pandemi covid-19. lalu, Semenjak pembelajaran online dari rumah. Orangtua saya harus memfasilitasi saya untuk belajar, mulai dari pemasangan wifi, pembelian laptop untuk menunjang tugas yang diberikan oleh guru. Tentu tidak semua orangtua dapat memfasilitasi anaknya untuk melakukan pembelajaran daring. Itulah pendapat saya tentang proses pendidikan di tengah covid-19.

B. Menurut saya, Hal yang dapat dilakukan yaitu: Pertama, Para guru/pengajar dalam memberikan materi juga perlu menanamkan nilai-nilai pancasila bagi para pelajar. Jadi, selain menambah ilmu pengetahuan, peserta didik juga memiliki jiwa pancasila, seperti sikap saling menghormati dan menghargai orang lain, persatuan dan kesatuan, dan membangun sikap gotong royong. Kedua, Pemerintah juga perlu ikut serta dalam pengadaan fasilitas bagi para pelajar dalam proses pembelajaran secara online. mulai dari, pengadaan bantuan berupa internet bagi para pelajar, bantuan keuangan bagi para orangtua murid, dan juga pemberian alat untuk pembelajaran online, seperti ponsel/laptop bagi para pelajar. Ketiga, Selain guru/pengajar, orangtua juga ikut serta dalam memaksimalkan proses pendidikan di tengah covid-19. yaitu dengan pemberian materi dan arahan dari para guru kepada para orangtua murid. agar dapat membantu anaknya dalam proses pembelajaran di tengah covid-19 ini.

C. Salah satu contoh kasusnya yaitu, Mengikuti kegiatan goyong royong membersihkan lingkukangan sekitar: Menurut saya, dengan mengikuti kegiatan goyong royong, kita diajarkan banyak hal. Pertama, Dalam menjaga lingkungan sekitar, bukan hanya pemerintah setempat yang harus melakukannya, melainkan kita juga bertanggungjawab untuk menjaga lingkungan kita sendiri. Kedua, dengan mengikuti goyong royong Kita diajarkan tentang rasa disiplin, peduli, dan ramah lingkungan sekitar, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ketiga, dengan mengikuti kegiatan goyong royong di lingkungan sekitar, juga meningkatkan rasa santun dan cinta damai di lingkungan, yaitu memperkuat ikatan persaudaraan, sikap saling mengormati dan menghargai terhadap perbedaan yang kita miliki. Jadi menurut saya, kegiatan goyong royong membersihkan lingkungan sekitar ini patut untuk kita semua ikuti.

D. Pancasila adalah dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Pancasila memiliki hakikat yang mendalam sebagai panduan dalam pengaktualisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat. Maksudnya adalah pancasila bukan hanya dasar negara yang selalu kita ucapkan dan ingat dalam pikiran kita, namun pancasila juga harus kita laksanakan/terapkan secara langsung kedalam kehidupan kita. Makna dari nilai-nilai pancasila:
1. Sila Pertama, Ketuhanan yang maha esa. yakni kita sebagai masyarat indonesia, kita harus menjalani hidup dengan prinsip-prinsip moral, kejujuran, dan kebaikan yang bersumber dari keimanan ketuhanan yang maha esa.
2. Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Yaitu kita sebagai masyarakat Indonesia diminta untuk memiliki pemahaman dalam diri mengenai kesetaraan derajat pada setiap manusia, sehingga kita dapat saling menyayangi dan menghargai satu sama lain antar individu.
3. Sila ketiga, Persatuan indonesia. Seperti yang terdapat pada Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu," mengajarkan bahwa meskipun Indonesia memiliki beragam suku, budaya, agama, dan bahasa, semua kita sebagai warga negara harus bersatu dan menghargai setiap berbedaan yang kita miliki, dalam menjunjung semangat persatuan.
4. Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Yaitu ketika kita ingin mengambil keputusan-keputusan penting yang memengaruhi masyarakat harus diambil melalui proses permusyawaratan atau perwakilan, seperti demokrasi dan pengambilan suara terbanyak.
5. Sila Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Yaitu kita sebagai masyarakat Indonesia diajak untuk dapat selalu bersikap adil di segala aktivitas yang dilakukan, dalam pengambilan keputusan yang harus disepakati bersama. Contohnya seperti tidak memihak siapapun, tetapi hanya memilih yang benar.

Dengan memahami dan menginternalisasi hakikat Pancasila, masyarakat Indonesia diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang adil, damai, dan harmonis. Ini juga memainkan peran penting dalam membangun dan mempertahankan persatuan dan keutuhan negara Indonesia.