Kiriman dibuat oleh Salsabila Sai Chindo

Kelompok 14

Mata Kuliah : Sosiologi dan Antropologi Budaya

Dosen Pengampu : Siti Nurhasanah, S.H., M.H.

1. Ahmad Richard Jaya Putra 2312011320

2. Shafa Marwa Alfa Putri 2312011514

3. Salsabila Sai Chindo 2312011511

4. Muhammad Riyo Awalludin 2312011173

5. Raditya Febrian Pramana 2352011064


Link Video Youtube: 


Lampiran Screenshot_20231205_225852.png
Nama : Salsabila Sai Chindo
NPM : 2312011511

Masalah sosial adalah kondisi yang tidak menyenangkan dan mempengaruhi hidup banyak orang dalam masyarakat. Permasalahan sosial dapat berasal dari berbagai faktor, seperti ketaksetaraan, ketakadilan, ketakstabilan, atau ketakseimbangan dalam masyarakat.

Masalah hukum dapat bermacam-macam, mulai dari ketidakjelasan aturan, lemahnya integritas penegakan hukum, hingga kurangnya praktisi hukum yang menjalankannya. Hukum juga dapat dilihat dan dikaji dari berbagai sudut, seperti sebagai nilai, kaedah, dan perilaku. Selain itu, hukum merupakan salah satu produk manusia dalam membangun dunianya, yang bisa dicermati melalui interaksi yang berlangsung di masyarakat. Masalah-masalah hukum di Indonesia antara lain disebabkan oleh struktur hukum yang overlapping kewenangan, peraturan hukum yang kurang jelas, independensi hakim yang masih bermasalah, dan proses peradilan yang juga masih bermasalah

Masalah sosial berkaitan dengan isu-isu yang memengaruhi masyarakat secara luas, seperti kemiskinan atau ketidaksetaraan. Sementara itu, masalah hukum fokus pada pelanggaran terhadap norma-norma hukum, seperti kejahatan atau sengketa hukum. Meskipun keduanya saling terkait, perbedaan utamanya terletak pada ruang lingkup dan pendekatan penyelesaiannya.

Beberapa contoh masalah sosial meliputi kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, kependudukan, dan kebodohan

Contoh masalah hukum melibatkan pelanggaran terhadap norma-norma hukum, seperti:

1. Pencurian: Tindakan mengambil properti orang lain tanpa izin, melanggar hukum pidana.

2. Perceraian: Sengketa antara pasangan yang mengakhiri pernikahan, melibatkan hukum keluarga.

3. Pelanggaran Kontrak: Ketidakpatuhan terhadap kesepakatan hukum antara dua pihak, yang dapat membawa konsekuensi hukum.

4. Tindak Pidana Narkotika: Pelanggaran terhadap undang-undang narkotika, yang mencakup produksi, distribusi, atau penggunaan narkotika secara ilegal.

5. Kasus Pidana Seksual: Melibatkan tindakan pelecehan seksual atau pemerkosaan, yang melanggar hukum pidana.

6. Hak Asuh Anak: Sengketa terkait dengan penentuan hak asuh anak setelah perceraian, yang diatur oleh hukum keluarga.
Nama: Salsabila Sai Chindo
NPM : 2312011511


Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada kehidupan sosial masyarakat. Menurut Pro.f Selo Soemardjan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya.

Perubahan sosial dan kebudayaan dalam masyarakat merupakan perubahan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat termasuk di dalamnya perubahan sistem stratifikasi sosial sistem nilai dan sistem norma sosial proses-proses sosial struktur sosial pola sikap dan tindakan sosial warga masyarakat serta lembaga-lembaga kemasyarakatannya dalam suatu kurun waktu tertentu.

Faktor-Faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan baik sosial maupun kebudayaan di masyarakat:
1. Faktor intern menurut Soerjono Sokanto:
a). Bertambah atau berkurangnya penduduk
b). Adanya penemuan-penemuan baru
c). Pertentangan masyarakat
d). Terjadinya pemberontakan atau revolusi

2. Faktor ekstern menurut Soerjono Sokanto:
a). Sebab-sebab yang beras dari lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia.
b). Peperangan dengan negara lain
c). Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

3. Pengaruh luar masyarakat
a). Pengaruh lingkungan alam
b). Kebudayaan masyarakat lain
c). Peperangan

4. Faktor pendorong
a). Sistem pendidikan formal yang maju
b). Kontak dengan kebudayaan lain
c). Orientasi ke masa depan

5. Faktor penghambat
a). Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
b). Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat
c). Sikap masyarakat yang sangat tradisional
Nama : Salsabila Sai Chindo
NPM   : 2312011511


Pemimpin bangsa Indonesia harus memiliki sikap-sikap yang mencerminkan kepemimpinan yang kuat, adil, dan bertanggung jawab. Beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin bangsa Indonesia antara lain:
1. Kepedulian terhadap Rakyat, Seorang pemimpin harus peduli terhadap kebutuhan dan aspirasi rakyatnya. Hal ini dapat ditunjukkan melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat dan kehadiran yang nyata di tengah-tengah masyarakat.

2. Integritas, Seorang pemimpin harus memiliki integritas yang tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, dan konsisten dalam tindakan serta perkataannya.
Kemampuan Berkomunikasi yang Baik: Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik sangat penting bagi seorang pemimpin. Hal ini mencakup kemampuan mendengarkan, berbicara dengan jelas, dan mampu membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak.

3. Kemampuan Memimpin dan Menginspirasi, Seorang pemimpin harus mampu memimpin dengan bijaksana, memotivasi, dan menginspirasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

4. Komitmen terhadap Pembangunan Bangsa, Seorang pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan bangsa, termasuk dalam hal pemberantasan korupsi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan lingkungan.

Contoh dari sikap-sikap tersebut dapat dilihat dari sejarah pemimpin-pemimpin Indonesia seperti Soekarno, Sebagai seorang pemimpin, Soekarno disebut sebagai sosok yang berkharisma dan berwibawa, tetapi ia juga seorang cendekiawan dan ideolog. Jika melihat dari gaya kepemimpinannya, tidak diragukan lagi kalau Soekarno masuk dalam golongan pemimpin bergaya kharismatik, yang mana dirinya memiliki daya tarik, berwibawa serta energi yang luar biasa sehingga mampu mempengaruhi orang lain untuk menjadi pengikutnya. Soekarno sangat ahli dalam mengubah presepsi orang lain sehingga menjadi sama dengannya, serta mampu membuat mereka agar mau mengikuti perintah dan keinginannya dengan senang hati. Presiden Pertama Indonesia ini juga dikenal sebagai seorang dengan temperamen yang meledak-ledak, tetapi mampu menularkan semangatnya yang besar ini kepada orang lain. Ia mampu membakar semangat seluruh rakyat dan menginspirasi mereka semua untuk berani melakukan hal yang diinginkan.