Kiriman dibuat oleh Agum Cahyono

Pancasila elektro B -> Forum Analisis Soal

oleh Agum Cahyono -
Agum Ada Cahyono
2315031044

(A)Dari Artikel di atas hal positif yang bisa saya ambil ialah pengembalian jati diri bangsa untuk generasi sekarang karena pada dasarnya Bangsa ini tidak sepenuhnya bangsa yang bar bar.Jati diri bangsa kita ialah ketika baik/ramah maka sagat baik/ramah dan ketika sedang murka maka sangatlah murka.Tetapi sikap murka bangsa kita itu bukan tanpa sebab. Bangsa kita dikenal dengan kekayaan tradisi dan budayanya.Jadi.adalah hal yang PANDIR jika generasi sekarang meninggalkan kekayaan budayanya dan memilih budaya budaya dari luar dari efek globalisasi yang dapat menurunkan kualitas kemanusiaannya.

(B)Pancasila sebagai jati diri bangsa kita sudah sepantasnya menjadi suatu sistem Etika.Arus Sejarah dan Hempasan Globalisasi yang begitu kuat ,yang secara tanpa sadar mengendalikan/mempengaruhi tingkah laku masyarakat terutama di kalangan generasi milenial harusnya tidak mungkin terjadi jika Pancasila itu ditanam dan tumbuh dengan Akar yang kuat.Jati diri adalah hal mendasar bagi suatu individu apalagi bagi sebuah bangsa.Jadi Peristiwa apa yang dinamakan 'Akhlak-less' itu tidak sesuai dan bertentangan dengan Etika Pancasila.

(C)Etika Pancasila merupakan Aturan penata tingkah laku Masyarakat dalam berbangsa dan bernegara yang berasal dari penjabaran nilai nilai Pancasila.Nilai nilai Pancasila yang pastinya kaya dengan kearifan lokal itu diantaranya.
• sila Pertama , mengandung dimensi moral berupa spiritualitas.Di zaman apapun Orang orang Indonesia dikenal dengan orang orang yang selalu memiliki dimensi religius dalam bentuk apapun itu.Bukan hanya sekadar Agama dan konsep akhirat yang ditekankan,Spiritualitas Orang orang pada zaman dulu bahkan melampui generasi zaman sekarang.Tidakkah teman teman sadar,bahwa ada maksud maksud tersembunyi dari mitos mitos yang beredar?Terutama mitos mitos di Hutan,Gunung gunung dan juga laut.Mitos mitos itu tak lain tak bukan maksud nya ialah untuk menjaga Alam dari tangan tangan Manusia perusak yang tidak berbudaya.

• sila Ketiga , Pancasila Hakikatnya ialah Gotong Royong.Gotong Royong adalah kesadaran yang sudah menjadi ciri khas melekat bagi bangsa Indonesia.Kesadaran ini pula mulai terancam bahkan terkikis di era sekarang ini.

• sila keempat, Menghargai Perbedaan demi satu tujuan adalah Indonesia di era awal kemerdekaan dan seterusnya.Beribu ribu suku dan budaya bangsa ini mampu kita satukan dengan Tujuan Nasional bangsa Indonesia merupakan satu ciri khas Indonesia.

• sila kelima,Rasa peduli dan empati terhadap sesama juga erat kaitannya dengan Gotong royong tadi.

(D) Yaitu dengan menumbuhkan kesadaran Pancasila untuk meyadarkan generasi tua dan menanamkan lebih dalam lagi kepada generasi muda maupun yang akan datang sehingga tumbuhlah kesadaran Pancasila yang kuat.

Pancasila elektro B -> Forum Analisis Jurnal

oleh Agum Cahyono -
Agum Adji Cahyono
2315031044

FILSAFAT ILMU
DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA :
RELEVANSINYA DALAM MENGATASI
PERSOALAN KEBANGSAAN

Filsafat ilmu sebagaimana yang didefinisikan Rudolf Carnap ialah suatu analisis dan deskripsi ilmu pengetahuan dari berbagai sudut pandang, termasuk logika, metodologi, sosiologi, dan sejarah.Menjadikan Filsafat ilmu sebagai alat dalam mengkaji Pancasila sebagai Pandangan hidup Masyarakat sudah tentu merupakan hal yang tepat karena Pancasila sendiri mengandung unsur Filsafat ilmu Filsafat ilmu melibatkan pemeriksaan kritis terhadap metode yang digunakan untuk mempelajari bidang pengetahuan tertentu, baik empiris maupun rasional. Filsafat juga berperan dalam mempelajari dan menganalisis masalah-masalah ilmiah.
Nilai-nilai Pancasila dapat dianalisis melalui filsafat ilmu dari beberapa segi yakni diantaranya dari segi ontologi yang menganggap Pancasila mengajarkan dan memberi nilai nilai etika dan moral berupa rasa hormat antar umat manusia ,dari segi epistemologi yang memandang Pancasila sebagai sumber pengetahuan dan konsep nasionalisme dan kemudian dari segi aksiologi, nilai-nilai Pancasila berkontribusi terhadap keadilan sosial dan kemanusiaan.

Di satu sisi , Filsafat membangun hampir semua teori tentang manusia dan alam semesta dan menyajikannya sebagai landasan keyakinan dan tindakan. Tetapi di sisi lain ,filsafat juga mengkaji secara kritis segala sesuatu yang dapat disajikan sebagai landasan keyakinan dan tindakan. Nah disinilah peran filsafat dalam mengkritisi persoalan mengenai lunturnya pemahaman bangsa Indonesia mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) atau pendeknya ialah Pancasila sebagai patung yang bisu(hanya dijadikan simbol saja).inilah menjadi tugas dari disiplin filsafat ilmu untuk mengkaji secara ilmiah dengan mengedepankan sikap akademis dan intelektual yang tinggi, sehingga dapat diperoleh pemecahan masalah secara komprehensif.

Maka sudah tentu dan harusnya filsafat ilmu dapat digunakan untuk menganalisis dan memahami Pancasila sebagai suatu pandangan hidup masyarakat Indonesia. Filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan Pancasila sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya mempunyai nilai-nilai luhur untuk mengatasi berbagai persoalan kebangsaan seperti memberikan kerangka untuk mengkaji dan memecahkan permasalahan keilmuan serta dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan dan penerapan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.