Nama : Akbar Al'fahrezi
NPM : 2315031023
Kelas : TE - D
1. Pendidikan Pancasila memiliki hubungan erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara karena melibatkan pemahaman nilai-nilai dasar Pancasila sebagai landasan filosofis negara. Mahasiswa atau generasi muda yang memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat menjadi warga negara yang baik, memiliki rasa cinta dan nasionalisme terhadap Indonesia, serta memiliki sikap kemanusiaan, kerakyatan, dan keadilan. Urgensinya terletak pada pembentukan karakter Pancasilais, yang dapat menciptakan persatuan bangsa, menghargai keberagaman, dan berkontribusi positif dalam pembangunan masyarakat.
2. Yang paling pokok dalam pendidikan Pancasila adalah pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai dasar Pancasila dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup keimanan dan ketakwaan, sikap kemanusiaan, persatuan bangsa, sikap kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam menghadapi perubahan, pemahaman ini memberikan landasan yang kokoh bagi mahasiswa untuk menjawab tantangan zaman. Manfaatnya dalam menghadapi masa depan adalah membentuk generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kesiapan dalam menghadapi dinamika masyarakat global.
3. Berikut faktor penghambat dan penunjangnya :
a) Faktor Penghambat:
- Kurikulum yang Padat, kurikulum yang padat bisa menjadi hambatan karena membatasi waktu yang dapat dialokasikan untuk pendidikan Pancasila.
- Ketidaksesuaian Metode Pembelajaran, jika metode pembelajaran tidak sesuai dengan karakteristik mahasiswa, efektivitas pendidikan Pancasila dapat terpengaruh.
- Kurangnya Pemahaman Dosen, kurangnya pemahaman dosen terhadap materi Pancasila dan cara menyampaikannya dapat menghambat proses pembelajaran.
b) Faktor Penunjang:
- Keterlibatan Dosen yang Aktif, keterlibatan dosen yang aktif dalam mendukung dan memfasilitasi pembelajaran Pancasila dapat menjadi faktor penunjang.
- Penggunaan Metode Pembelajaran Interaktif, metode pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila.
- Integrasi Materi dengan Kasus Aktual, menyajikan materi Pancasila dengan mengaitkannya pada kasus aktual dapat meningkatkan relevansi dan minat mahasiswa.
4. Pendidikan Pancasila dapat memberikan landasan etika dan moral yang relevan dengan setiap program studi. Misalnya, dalam ilmu teknologi, mahasiswa dapat belajar mengenai tanggung jawab sosial dan dampak teknologi terhadap masyarakat. Pendidikan Pancasila mendukung tujuan ini dengan membentuk generasi yang cerdas, memiliki karakter Pancasilais, dan mampu menghadapi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan ini juga merangsang pemikiran kritis dan analitis yang diperlukan untuk mencapai keadaan yang mufakat dan berkeadilan.
NPM : 2315031023
Kelas : TE - D
1. Pendidikan Pancasila memiliki hubungan erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara karena melibatkan pemahaman nilai-nilai dasar Pancasila sebagai landasan filosofis negara. Mahasiswa atau generasi muda yang memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat menjadi warga negara yang baik, memiliki rasa cinta dan nasionalisme terhadap Indonesia, serta memiliki sikap kemanusiaan, kerakyatan, dan keadilan. Urgensinya terletak pada pembentukan karakter Pancasilais, yang dapat menciptakan persatuan bangsa, menghargai keberagaman, dan berkontribusi positif dalam pembangunan masyarakat.
2. Yang paling pokok dalam pendidikan Pancasila adalah pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai dasar Pancasila dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup keimanan dan ketakwaan, sikap kemanusiaan, persatuan bangsa, sikap kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam menghadapi perubahan, pemahaman ini memberikan landasan yang kokoh bagi mahasiswa untuk menjawab tantangan zaman. Manfaatnya dalam menghadapi masa depan adalah membentuk generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kesiapan dalam menghadapi dinamika masyarakat global.
3. Berikut faktor penghambat dan penunjangnya :
a) Faktor Penghambat:
- Kurikulum yang Padat, kurikulum yang padat bisa menjadi hambatan karena membatasi waktu yang dapat dialokasikan untuk pendidikan Pancasila.
- Ketidaksesuaian Metode Pembelajaran, jika metode pembelajaran tidak sesuai dengan karakteristik mahasiswa, efektivitas pendidikan Pancasila dapat terpengaruh.
- Kurangnya Pemahaman Dosen, kurangnya pemahaman dosen terhadap materi Pancasila dan cara menyampaikannya dapat menghambat proses pembelajaran.
b) Faktor Penunjang:
- Keterlibatan Dosen yang Aktif, keterlibatan dosen yang aktif dalam mendukung dan memfasilitasi pembelajaran Pancasila dapat menjadi faktor penunjang.
- Penggunaan Metode Pembelajaran Interaktif, metode pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila.
- Integrasi Materi dengan Kasus Aktual, menyajikan materi Pancasila dengan mengaitkannya pada kasus aktual dapat meningkatkan relevansi dan minat mahasiswa.
4. Pendidikan Pancasila dapat memberikan landasan etika dan moral yang relevan dengan setiap program studi. Misalnya, dalam ilmu teknologi, mahasiswa dapat belajar mengenai tanggung jawab sosial dan dampak teknologi terhadap masyarakat. Pendidikan Pancasila mendukung tujuan ini dengan membentuk generasi yang cerdas, memiliki karakter Pancasilais, dan mampu menghadapi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan ini juga merangsang pemikiran kritis dan analitis yang diperlukan untuk mencapai keadaan yang mufakat dan berkeadilan.