གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nyayu Felisha

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

Nyayu Felisha གིས-
Nama: Nyayu Felisha
NPM: 2316031021
Kelas: Reguler A

video tersebut membahas mengenai Pancasila sebagai modal sosial bangsa di tengah tantangan revolusi industri 4.0.
Pancasila merupakan kekuatan integratif dimana Pancasila hendaknya dapat menjadi perekat kesatuan bangsa. Pancasila perlu diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena Pancasila sebagai dasar negara dan alat pemersatu serta perjuangan bangsa untuk memerdekakan diri dan memperjuangkan cita-cita bangsa. Modal sosial merupakan kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasi kehidupan manusia. Dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, diperlukan modal sosial yang memuat kepercayaan (trust) yang dapat membangun rasa nasib yang sama antarmasyarakat. Hal inilah yang menjadikan Pancasila sebagai modal sosial dalam arus globalisasi Revolusi Industri 4.0. karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dijadikan acuan dalam menyikapi Revolusi Industri 4.0. yang ada. Pancasila dan tantangan revolusi industri 4.0 dapat dilihat dari Pancasila dengan nilai-nilai keagamaan kemanusiaan persatuan permusyawaratan dan keadilan sosial yang telah terbukti mampu menjadi landasan hidup bagi bangsa Indonesia.

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal 1 & 2

Nyayu Felisha གིས-
Nama: Nyayu Felisha
NPM: 2316031021
Kelas: Reguler A

Jurnal tersebut membahas tentang Implemetasi Nilai-Nilai Keseimbangan Pancasila dalam Upaya Pembangunan Hukum di Indonesia. Istilah Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti lima dan Sila berarti dasar atau asas. Sebagai falsafat bangsa dan Negara, Pancasila memiliki makna bahwa segenap aspek kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan wajib mendasarkan pada lima nilai yaitu nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan dan nilai Keadilan. Pancasila memiliki fungsi sebagai ideologi negara yaitu Pancasila merupakan ajaran, gagasan, doktrin, teori atau ilmu yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pandangan hidup bangsa. Pembangunan hukum harus berangkat dari nilai-nilai Pancasila, karena pada hakikatnya Pancasila merupakan tonggak konvergensi berbagai gagasan dan pemikiran mengenai dasar falsafah kenegaraan yang didiskusikan secara mendalam oleh para pendiri negara. Pancasila menjadi dasar rasional mengenai asumsi tentang hukum yang akan dibangun sekaligus sebagai orientasi yang menunjukan kemana bangsa dan negara harus dibangun. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai nilai-nilai keseimbangan hukum, yaitu nilai Ketuhanan (moral religius), nilai kemanusiaan (humanisme), dan nilai kemasyarakatan (nasionalisme dan keadilan sosial). Penempatan Pancasila sebagai sumber hukum dari segala sumber hukum Negara adalah sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang menempatkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar serta sekaligus filosofis bangsa dan Negara Indonesia. Tanpa adanya Pancasila, permasalahan hukum akan bermunculan yang selanjutnya mengakibatkan sistem hukum yang tidak terstruktur.

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

Nyayu Felisha གིས-
Nama: Nyayu Felisha
NPM: 2316031021
Kelas: Reguler A

A. Gotong royong telah mandarah daging, bahkan telah menjadi kepribadian bangsa kita. Gotong royong termasuk dalam nilai-nilai Pancasila. Dengan adanya sikap gotong royong, Masyarakat akan saling menolong, bahu-membahu, dan peduli kepada sesame tanpa memandang ras dan status sosial. Dengan ini, Masyarakat akan saling membantu dalam mengahapi musibah.
B. Indonesia terdiri dari keberagamanan ras, suku, budaya, dan berbagai keberagaman lainnya. Dengan adanya sikap saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan akan mewujudkan negara harmonis yang bersatu. Seperti semboyan bhinneka Tunggal ika yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu jua.
C. Setiap kelompok/bangsa/negara memiliki nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas mereka. Nilai dasar tersebut seperti pedoman, Sejarah, dan keyakinan. Contohnya adalah Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bernegara dan berperilaku.
D. Menurut saya, keputusan itu merupakan keputusan yang tepat karena Indonesia memiliki banyak keberagaman dan salah satunya adalah agama. Indonesia tidak terdiri hanya dari satu agama saja, ada berbgai agama lainnya yang dianut oleh Masyarakat Indonesia. Maka dari itu sebagai rakyat Indonesia saya berpendapat bahwa mengganti istilah dengan, “Yang Maha Esa,” adalah keputusan yang bijak.