Kiriman dibuat oleh Anisa Kurnia Suci

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Anisa Kurnia Suci -
Nama : Anisa Kurnia Suci
Npm : 2356031029
Kelas : mandiri A

1. Sistem etika perilaku politik di Indonesia, seperti halnya di banyak negara lain, menunjukkan dinamika yang kompleks. Di Indonesia, terdapat berbagai macam perilaku politik, mulai dari upaya memperjuangkan kepentingan umum hingga kasus korupsi, politik identitas, dan perubahan kepentingan politik yang dapat mempengaruhi penerapan nilai-nilai etika suatu kebijakan. Beberapa isu seperti korupsi, politik identitas, polarisasi, dan campur tangan kelompok kepentingan dalam politik kerap mendapat perhatian.
Meski terdapat peraturan dan lembaga pengawasan yang berupaya menegakkan moralitas politik, namun penegakannya selalu menuai pro dan kontra.Upaya reformasi terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kejujuran di arena politik.
Kesesuaian sistem etika perilaku politik di Indonesia dengan nilai-nilai Pancasila dapat bersifat subyektif karena bergantung pada penafsiran dan penerapan nilai-nilai tersebut dalam konteks politik. Pancasila menekankan aspek-aspek seperti keadilan sosial, demokrasi, solidaritas, kebijakan yang adil dan kesejahteraan bersama. Namun pada kenyataannya, sistem politik seringkali bersifat kompleks dan memiliki banyak faktor yang mempengaruhi perilaku politik, antara lain korupsi, politik identitas, kepentingan pribadi, dan lain-lain.
Meskipun terdapat kemajuan dalam upaya penegakan nilai-nilai Pancasila namun terdapat kemajuan juga terdapat perbedaan pada tingkat yang berbeda. Misalnya kasus korupsi yang melanggar prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan bersama, serta politik identitas yang tidak selalu sejalan dengan semangat solidaritas Pancasila. Perlu adanya upaya berkelanjutan untuk menjaga konsistensi dan kesesuaian antara nilai-nilai Pancasila dengan perilaku politik. Hal ini memerlukan peran penting pemerintah, lembaga pengawasan, dan partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan prinsip-prinsip Pancasila tercermin dalam setiap tindakan politik yang diambil.

2. Etika generasi muda di sekitar saya masih sangat jauh dari kata baik, banyak dari mereka yg tidak menerapkan etika" di kehidupan sehari-hari nya. Contoh seperti kurangnya sopan santun terhadap yg lebih tua ataupun sesama, kurangnya rasa kepedulian, dan ketidakjujuran.
Untuk mengatasi kemerosotan moral yang terus terjadi, beberapa langkah dapat dilakukan, antara lain melibatkan keluarga dalam mendidik anak tentang nilai-nilai moral, meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dan memberikan teladan positif melalui media dan tokoh masyarakat untuk mendorong perilaku etis dan tanggung jawab.
Selain itu, penting juga untuk mendorong diskusi terbuka dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Anisa Kurnia Suci -
Nama: Anisa Kurnia Suci
Npm: 2356031029
Kelas: Mandiri A

Berdasarkan analisis, jurnal tersebut membahas tentang peran media massa dalam menanamkan nilai Pancasila untuk menekan kejahatan di Indonesia. Untuk saat ini media massa memiliki peran sangat penting dalam pencegahan tindak kejahatan. Akan tetapi diperlukan nilai-nilai Pancasila dalam media massa sebagai acuan bagi warga Indonesia. Dan untuk saat ini peran Pancasila di media massa masih belum baik, di buktikan dengan maraknya berita hoax yang dapat merusak tatanan sosial yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini telah melanggar nilai-nilai Pancasila, terutama nilai materil, nilai kerohanian, dan nilai vital yang berujung pada pelanggaran hak manusia lainnya. Oleh karena itu, dengan menanamkan nilai Pancasila dapat meminimalisir berita-berita hoax dan tindak kejahatan lainnya.

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Anisa Kurnia Suci -
Nama : Anisa Kurnia Suci
Npm : 2356031029
Kelas : Mandiri A

Menurut analisis saya Etika Pancasila merujuk pada perilaku atau tindakan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Didalam pancasila terkandung nilai-nilai etika yang sesua dengan ke-lima silanya, yaitu nilai spiritual yang mendekatkan diri kepada sang pencipta, nilai humanus yang menjadikan manusia menjadi manusiawi dalam meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama, nilai solidaritas dan cinta tanah air, nilai berupa sikap menghargai dan mau mendengarkan pendapat orang lain, dan nilai peduli atas nasib orang lain dan bersedia membantu kesulitan orang lain. Ini mencakup sikap yang mencerminkan keadilan, demokrasi, gotong royong, ketuhanan yang maha esa, dan persatuan. Penerapan nilai-nilai ini membentuk kerangka kerja yang membimbing tindakan individu dan institusi dalam berperilaku dan bertindak secara moral, mengarahkan masyarakat pada keselarasan, kesetaraan, serta kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk sistem etika yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.

Adapun urgensi pancasila dalam sistem etika berupa:
1.meletakkan sila sila pancasila sebagai etika berarti menetapkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan.
2.pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal, nasional, regional, dan internasional
3.pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa pancasila.

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Anisa Kurnia Suci -
Nama : Anisa Kurnia Suci
Npm : 2356031029
Kelas : Mandiri A

Berdasarkan analisis saya terhadap jurnal tersebut yang membahas tentang hubungan hukum dan etika dalam konteks politik hukum di Indonesia. Hubungan antara hukum dan etika sangat erat, terutama dalam konteks Pancasila sebagai sumber nilai dan etika. Politik hukum merupakan sikap untuk memilih apa-apa yang berkembang dimasyarakat, kemudian dipilih sesuai dengan prioritas dan
diselaraskan dengan konstitusi kita (UUD 1945) dan kemudian dituangkan dalam produk hukum.
Sementara itu, hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari 3 dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, keluasan cakupannya, serta alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya.
Melalui tiga dimensi ini, hubungan antara etika dan hukum menjadi lebih kompleks dan memengaruhi pembentukan, implementasi, dan pemahaman terhadap sistem hukum dalam suatu masyarakat.

Komunikasi A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Anisa Kurnia Suci -
Nama: Anisa Kurnia Suci
Npm: 2356031029

1. Menurut saya sikap penolakan jenazah korban covid 19 sangatlah tidak etis karena penolakan tersebut merupakan sifat diskriminasi terhadap manusia, walaupun manusia tersebut sudah meninggal. Dan mendiskriminasi merupakan sifat yang sangat bertentangan dengan amalan Pancasila sila ke 2. Seharusnya kita sesama manusia saling tolong menolong dan bersikap adil.

2. Saran saya yaitu dengan Meningkatkan pemahaman dengan bersosialisasi tentang covid 19 agar masyarakat mengetahui hal apa yang perlu mereka lakukan disaat kejadian tersebut kembali terjadi. Selain itu juga kita harus saling menghargai dan menghormati orang lain dan tidak membeda-bedakan.

3. Menurut saya, penolakan jenazah korban COVID-19 merupakan tindakan yang bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila. Walaupun jenazah tersebut telah meninggal, nilai-nilai kemanusiaan Pancasila menekankan perlakuan yang hormat dan manusiawi terhadap semua individu, bahkan setelah kematian. Oleh sebab itu, penolakan terhadap jenazah korban COVID-19 dianggap tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dalam Pancasila dan sebaiknya dihindari untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan beradab.