Nama : Ventra Andungma
Kelas : REG A
NPM : 2316031003
1.) Penolakan jenazah covid-19 di jawa tengah merupakan suatu peristiwa jauhnya azaz pancasila pada aspek masyarakat, padahal sudah tertulis jelas pada pancasila sila ke-2 yang berbunyi "kemanusiaan yang adil dan beradab", yang berarti korelasinya pada kejadian tersebut sudah sebagai manusia kita harus beradab dan sudah seharusnya jenazah covid tersebut dikubur selayaknya, sehingga saya bisa simpulkan bahwa fenomena tersebut merupakan lunturnya nilai-nilai implementasi pancasila pada lingkungan masyarakat.
2.) Sebagai mahasiswa dan warga negara Indonesia saran dan solusi saya adalah :
- Sudah seharusnya kita sebagai manusia yang memiliki hati nurani agar dapat membuang sifat egois kita hanya karena keinginan pribadi yang tentu dapat merusak moral bangsa, apalagi negara kita adalah negara yang berdasarkan 5 ( lima ) sila yang terdapat dalam kandungan isi pancasila
- Perlu diperbaikinnya moral pada seluruh aspek masyarakat entah diperbaiki menggunakan proses pendekatan secara individu maupun kelompok demi bersatunya seluruh aspek masyarakat agar dapat tergerak untuk saling bantu.
3.) Penolakan jenazah tersebut jelas merupakan pelanggaran pancasila terutama sila ke-2, meskipun jenazah tersebut tidak bernyawa namun masih ada keluarga yang sedang berduka atas meninggalnya korban covid-19 tersebut yang masih menginginkan dikubur secara layak, dan jika kita masih berpegang teguh bahwa tindakan tersebut bukan melanggar pancasila supaya tidak tertularnya wabah tersebut ke lingkungan, maka harus saya katakan bahwa argumen tersebut merupakan argumen yang dilandasi oleh sifat egois dan ingin menang sendiri karena kembali ke pernyataan dimana jenazah tersebut memilki keluarga yang sedang berduka, seharusnya kita dapat merasakan betapa sedihnya keluarga tersebut yang tidak bisa melihat jenazah tersebut dikarenakan tertular wabah dan hanya bisa berdoa dari jauh. Yang pada kesimpulannya persoalan tersebut hanya bisa diselesaikan apabila kita masih memiliki sifat kemanusiaan yang tinggi dan membuang sifat egois kita untuk kebersamaan dan terjaganya solidaritas warga Indonesia.
Kelas : REG A
NPM : 2316031003
1.) Penolakan jenazah covid-19 di jawa tengah merupakan suatu peristiwa jauhnya azaz pancasila pada aspek masyarakat, padahal sudah tertulis jelas pada pancasila sila ke-2 yang berbunyi "kemanusiaan yang adil dan beradab", yang berarti korelasinya pada kejadian tersebut sudah sebagai manusia kita harus beradab dan sudah seharusnya jenazah covid tersebut dikubur selayaknya, sehingga saya bisa simpulkan bahwa fenomena tersebut merupakan lunturnya nilai-nilai implementasi pancasila pada lingkungan masyarakat.
2.) Sebagai mahasiswa dan warga negara Indonesia saran dan solusi saya adalah :
- Sudah seharusnya kita sebagai manusia yang memiliki hati nurani agar dapat membuang sifat egois kita hanya karena keinginan pribadi yang tentu dapat merusak moral bangsa, apalagi negara kita adalah negara yang berdasarkan 5 ( lima ) sila yang terdapat dalam kandungan isi pancasila
- Perlu diperbaikinnya moral pada seluruh aspek masyarakat entah diperbaiki menggunakan proses pendekatan secara individu maupun kelompok demi bersatunya seluruh aspek masyarakat agar dapat tergerak untuk saling bantu.
3.) Penolakan jenazah tersebut jelas merupakan pelanggaran pancasila terutama sila ke-2, meskipun jenazah tersebut tidak bernyawa namun masih ada keluarga yang sedang berduka atas meninggalnya korban covid-19 tersebut yang masih menginginkan dikubur secara layak, dan jika kita masih berpegang teguh bahwa tindakan tersebut bukan melanggar pancasila supaya tidak tertularnya wabah tersebut ke lingkungan, maka harus saya katakan bahwa argumen tersebut merupakan argumen yang dilandasi oleh sifat egois dan ingin menang sendiri karena kembali ke pernyataan dimana jenazah tersebut memilki keluarga yang sedang berduka, seharusnya kita dapat merasakan betapa sedihnya keluarga tersebut yang tidak bisa melihat jenazah tersebut dikarenakan tertular wabah dan hanya bisa berdoa dari jauh. Yang pada kesimpulannya persoalan tersebut hanya bisa diselesaikan apabila kita masih memiliki sifat kemanusiaan yang tinggi dan membuang sifat egois kita untuk kebersamaan dan terjaganya solidaritas warga Indonesia.