གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Rafif Azmi

Pancasila elektro B -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Rafif Azmi གིས-
Nama : Muhammad Rafif Azmi
NPM : 2315031091
kelas : PSTE B
Matkul : Pendidikan Pancasila

Jurnal ini membahas tentang pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif verifikatif. Populasi penelitian ini terdiri dari 103 orang mahasiswa, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik dan merespons ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik pula. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penting untuk mengajarkannya kepada mahasiswa guna membentuk karakter nasional yang kuat.

Pancasila elektro B -> Forum Analisis Soal

Muhammad Rafif Azmi གིས-
Nama : Muhammad Rafif Azmi
NPM : 2315031091
kelas : PSTE B
Matkul : Pendidikan Pancasila


A. Pendapat saya mengenai isi artikel tersebut adalah bahwa artikel tersebut mengajak kita untuk menjaga akhlak dan sopan santun sebagai budaya Indonesia yang positif. Hal positif yang bisa saya ambil dari artikel tersebut adalah bahwa kita harus sadar akan dampak negatif dari globalisasi yang bisa merusak nilai-nilai moral kita. Kita harus tetap berpegang pada aturan dan norma yang berlaku di masyarakat dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang kurang baik.

B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut adalah bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang sesuai dengan budaya Indonesia. Pancasila juga menjadi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Isi artikel tersebut sejalan dengan Pancasila karena menekankan pentingnya menjaga akhlak dan sopan santun sebagai bagian dari budaya Indonesia yang menghormati hak dan kewajiban setiap orang, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:

- Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, terkait dengan kearifan lokal seperti gotong royong, saling membantu, dan berdoa bersama dalam berbagai acara adat, agama, dan sosial. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia percaya dan takut kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
- Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, terkait dengan kearifan lokal seperti sapa, salim, hormat, dan sungkem kepada orang tua, guru, dan sesepuh. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menghormati martabat dan hak asasi manusia serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan peradaban.
- Sila ketiga, Persatuan Indonesia, terkait dengan kearifan lokal seperti bhineka tunggal ika, musyawarah, dan mufakat dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia mengakui dan menghargai keragaman suku, bahasa, agama, dan budaya yang ada di Indonesia serta berusaha untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
- Sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, terkait dengan kearifan lokal seperti lembaga adat, tokoh masyarakat, dan pemimpin lokal yang menjadi perantara antara rakyat dan pemerintah. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menghendaki pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel serta mengutamakan kepentingan rakyat dan keadilan sosial.
- Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, terkait dengan kearifan lokal seperti sedekah, zakat, infaq, dan shodaqoh yang merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan status, golongan, atau latar belakang.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:

- Mengamalkan dan mengajarkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang terkandung dalam Pancasila kepada generasi muda dan generasi mendatang.
- Menghormati dan menghargai kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia dan tidak merendahkan atau menghilangkan kearifan lokal tersebut.
- Mempelajari dan memahami kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia dan mengambil hikmah dan pelajaran dari kearifan lokal tersebut.
- Menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat dalam melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia.
- Mendorong dan mendukung inovasi dan kreativitas yang berbasis pada kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

Pancasila elektro B -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Rafif Azmi གིས-
Nama : Muhammad Rafif Azmi
NPM : 2315031091
Kelas : TE B
MatKul: Pendidikan Pancasila

Jurnal ini menyoroti pentingnya memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam menyelesaikan masalah-masalah nasional, terutama korupsi. Nilai-nilai Pancasila mencakup penghormatan terhadap sesama manusia, konsep nasionalisme, serta nilai-nilai luhur dalam keadilan sosial dan kemanusiaan.

Filsafat ilmu digunakan sebagai alat untuk memahami dan menyelesaikan masalah-masalah nasional. Filsafat ilmu adalah telaah kritis terhadap metode yang digunakan dalam mempelajari ilmu tertentu, baik secara empiris maupun rasional. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, filsafat ilmu dapat membantu mengatasi persoalan kebangsaan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini, terutama dalam hal pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup masyarakat.

Jurnal ini juga menekankan pentingnya revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam mengatasi masalah sosial, politik, ekonomi, dan budaya di Indonesia. Revitalisasi ini dapat dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai Pancasila kepada elit politik, pejabat negara, dan birokrat. Selain itu, pengembangan Pancasila juga dapat dilakukan melalui filsafat ilmu, dengan mengkaji nilai-nilai Pancasila secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis.

Dalam konteks pengembangan Pancasila, peran ilmuwan dan akademisi sangat penting sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Melalui kebebasan akademik dan mimbar yang bertanggung jawab, filsafat ilmu dapat menggali unsur-unsur inti dari Pancasila dan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang nilai-nilai tersebut.

Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan pentingnya memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta mengembangkan Pancasila melalui pendekatan filsafat ilmu. Dengan pemahaman yang mendalam tentang Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat, diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah nasional yang dihadapi oleh Indonesia.