Nama : Muhammad Rafif Azmi
NPM : 2315031091
kelas : PSTE B
Matkul : Pendidikan Pancasila
A. Pendapat saya mengenai isi artikel tersebut adalah bahwa artikel tersebut mengajak kita untuk menjaga akhlak dan sopan santun sebagai budaya Indonesia yang positif. Hal positif yang bisa saya ambil dari artikel tersebut adalah bahwa kita harus sadar akan dampak negatif dari globalisasi yang bisa merusak nilai-nilai moral kita. Kita harus tetap berpegang pada aturan dan norma yang berlaku di masyarakat dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang kurang baik.
B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut adalah bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang sesuai dengan budaya Indonesia. Pancasila juga menjadi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Isi artikel tersebut sejalan dengan Pancasila karena menekankan pentingnya menjaga akhlak dan sopan santun sebagai bagian dari budaya Indonesia yang menghormati hak dan kewajiban setiap orang, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.
C. Berbagai kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:
- Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, terkait dengan kearifan lokal seperti gotong royong, saling membantu, dan berdoa bersama dalam berbagai acara adat, agama, dan sosial. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia percaya dan takut kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
- Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, terkait dengan kearifan lokal seperti sapa, salim, hormat, dan sungkem kepada orang tua, guru, dan sesepuh. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menghormati martabat dan hak asasi manusia serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan peradaban.
- Sila ketiga, Persatuan Indonesia, terkait dengan kearifan lokal seperti bhineka tunggal ika, musyawarah, dan mufakat dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia mengakui dan menghargai keragaman suku, bahasa, agama, dan budaya yang ada di Indonesia serta berusaha untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
- Sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, terkait dengan kearifan lokal seperti lembaga adat, tokoh masyarakat, dan pemimpin lokal yang menjadi perantara antara rakyat dan pemerintah. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menghendaki pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel serta mengutamakan kepentingan rakyat dan keadilan sosial.
- Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, terkait dengan kearifan lokal seperti sedekah, zakat, infaq, dan shodaqoh yang merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama. Kearifan lokal ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan status, golongan, atau latar belakang.
D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila adalah sebagai berikut:
- Mengamalkan dan mengajarkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang terkandung dalam Pancasila kepada generasi muda dan generasi mendatang.
- Menghormati dan menghargai kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia dan tidak merendahkan atau menghilangkan kearifan lokal tersebut.
- Mempelajari dan memahami kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia dan mengambil hikmah dan pelajaran dari kearifan lokal tersebut.
- Menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat dalam melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia.
- Mendorong dan mendukung inovasi dan kreativitas yang berbasis pada kearifan lokal yang ada di berbagai daerah di Indonesia.