Kiriman dibuat oleh Dion Dionisius Nathan Putra Pratama

Menurut analisis saya, vidio ini berisikan tentang pentingnya etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Etika sangatlah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui etika, kita bisa mensukseskan kehidupan berbangsa dan mewariskannya dari generasi ke generasi berikutnya. Etika Pancasila merupakan cabang filsafat yang berdasarkan pada sila Pancasila yang mengatur tata kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam etika Pancasila yaitu :
1. Sila Ketuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta.
2. Sila Kemanusiaan mengandung dimensi humanis yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam
pergaulan antar sesama.
3. Sila Persatuan mengandung dimensi nilai solidaritas rasa kebersamaan dan cinta tanah air.
4. Sila Kerakyatan mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain.
5. Sila keadilan mengandung dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain dan kesediaan membantu kesulitan orang lain.
Nama: Dionisius Nathan Putra Pratama
NPM: 2316031064
Kelas: Reguler B

Jurnal tersebut membahas tentang "Hubungan antara hukum dan etika politik hukum di indonesia (membaca pancasila sebagai sumber nilai dan sumber etik)
Politik hukum merupakan sikap untuk memilih apa-apa yang berkembang dimasyarakat, kemudian dipilih sesuai dengan prioritas dan diselaraskan dengan konstitusi kita (UUD 1945) dan kemudian dituangkan dalam produk hukum. Politik hukum berperan sebagai kebijakan dasar untuk menentukan arah dalam berkehidupan kebangsaan, yang tentunya harus memiliki etika dalam setiap tindakannya. Hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari 3 dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya, serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya. Dimensi ketiga cakupan luasan atas hubungan etik dan hukum dimana etika lebih luas dari hukum, karena itu setiap pelanggaran hukum pasti merupakan pelanggaran etik, singkat kata pelanggaran hukum adalah pelanggaran etik. Namun tidak demikian sebaliknya, pebuatan yang dianggap meanggar etik belum tentu melanggar hukum. Jika etika diibaratkan sebagai samudera maka kapalnya adalah hukum.
Nama : Dionisisus Nathan Putra Pratama
NPM : 2316031064
Kelas : Reguler B

1. Menurut pendapat saya penolakan jenazah korban COVID-19 merupakan suatu tindakan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila ke-2 yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam kasus ini, tidak seharusnya masyarakat menolak adanya jenazah korban COVID-19 ini. Apalagi diketahui bahwa jenazah korban ini merupakan seorang perawat garda terdepan dalam penanganan kasus COVID-19.
2. Saran dan solusi dari saya sebagai mahasiswa yaitu bisa dengan cara memberi pengetahuan tentang cara penanganan korban suatu penyakit dengan benar dan aman dan juga dengan cara melakukan edukasi tentang pentingnya menghargai dan membantu satu sama lain kepada masyarakat sekitar.
3. Pancasila sila ke-2 berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, yang pada kasus ini tentu saja sangat berhubungan dengan Pancasila sila ke-2. Kasus ini sangat amat menyangkut dengan nilai kemanusiaan. Walaupun disini korban sudah tidak bernyawa lagi, tetapi pengamalan nilai kemanusiaan harus tetap dilakukan karena korban ini juga merupakan manusia yang harus mendapatkan keadilan.
Nama : Dionisius Nathan Putra Pratama
NPM : 2316031064
Kelas : Reguler B

Berdasarkan analisis saya tentang jurnal yang diberikan yaitu, jurnal itu membahas tentang pentingnya mempelajari Pancasila melalui filsafat ilmu dalam mengatasi masalah-masalah nasional di Indonesia. Ilmu Filsafat juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu :
1. Secara Ontologi
Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada umat manusia.
2. Secara Epistemologi
Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Secara Aksiologi
Nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia.
Nama : Dionisius Nathan Putra Pratama
NPM : 2316031064
Kelas : Reguler B

Menurut analisis saya mengenai vidio ini, menurut arti katanya, kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani “Philosophia”, Phile yang artinya cinta (hasrat yang besar) dan Sophia yang artinya kebijaksanaan (kebeneran sejati/sesungguhnya).

Aliran-aliran filsafat anatara lain:
1. Berfilsafat Rationalisme mengagungkan akal.
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi.
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas.
4. Berfilsafat Hedonisme mengagungkan kesenangan.

Adapun manfaat mempelajari filsafat yaitu:
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki.
2. Melatih kemampuan berfikir logis.
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana.
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif,
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup serta menghasilkan tindakan yang bijaksana.

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri-ciri ,yaitu sebagai Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen yang memiliki fungsinya masing-masingmasing-masing, saling berhubungan dan saling ketergantungan, dan terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks. Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan ortologis, espitermologis, dan aksiologis.