གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dion Dionisius Nathan Putra Pratama

Nama : Dionisius Nathan Putra Pratama
NPM : 2316031064
Kelas : Reguler B

Jurnal tersebut mambahas bahwa Integritas Nasional merupakan Penangkal Etnosentrisme di Indonesia, disebutkan bahwa:
Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Indonesia. Identitas nasional merupakan karakteristik unik yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lainnya. Secara esensial, Pancasila mencakup beberapa unsur identitas nasional, yaitu agama, bahasa, suku bangsa, dan budaya. Integritas nasional terjadi ketika kelompok-kelompok bersatu untuk menghadapi isu bersama, baik itu ideologis, ekonomis, atau sosial. Meskipun Indonesia memiliki alam yang indah dengan iklim subtropis yang ramah dan tanah yang subur, belakangan ini hal ini telah memicu konflik di kalangan masyarakat. Hal ini menghasilkan munculnya pandangan sentris seperti sentrisme, religisentrisme, politiksentrisme, dan sebagainya. Etnosentrisne merupakan kecenderungan untuk berpikir bahwa budaya etnik lebih unggul dibandingkan dengan budata etnik lain. Dengan hal ini, integritas nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus menerus melanda Indonesia.
Nama : Dionisius Nathan Putra Pratama
NPM : 2316031064
Kelas : Reguler B

Di dalam video tersebut membahas tentang identitas nasional dan integrasi nasional.
Identitas nasional merupakan sekumpulan budaya untuk menjadi satu yang berhakikat Pancasila.
Identitas nasional memiliki berbagai bentuk, yaitu :
- Suku bangsa
- Agama
- Audaya
- Bahasa

Terdapat juga faktor-faktor pendorong integrasi nasional, yaitu :
- Sejarah
- Keinginan untuk bersatu
- Perasaan cinta tanah air
- Rela berkorban
- Konsensus nasional

Selain faktor pendorong, terdapat juga faktor-faktor penghambat integrasi nasional, yaitu :
- Masyarakat yang cenderung heterogen
- Ketimpangan
- Etnosentrisme
- Adanya gangguan dari luar

Terdapat dua bentuk dari integrasi nasional, yaitu :
- Asimilasi
- Akulturasi
Nama: Dionisius Nathan Putra Pratama
NPM: 2316031064
Kelas: Reguler B

Negara Indonesia adalah bangsa multikultural jadi seluruh konponen negara ini harus bekerjasama dalam suatu komunitas agar dapat hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Multikulturalisme adalah sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co- existence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain juga formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibagunnya ruang- ruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi. Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya nya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial.