Posts made by Muhammad Rayhan Gumay Rayhan

Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
TI C

Adapun analisis yang saya dapatkan dari jurnal ini adalah membahas tentang hubungan antara hukum dan etika dalam konteks politik hukum di Indonesia. Jurnal ini juga mengungkapkan bahwa perkembangan etika dua tahap perkembangan, yakni tahap pertama adalah etika teologi (theological ethics) yang berasal dari doktrin agama dan tahap kedua adalah etika ontologis (ontological ethics) yang merupakan perkembangan dari etika agama.

Kemudian sistem etika memiliki peran yang sangat krusial dalam hukum, mengawasi tindakan para pemangku jabatan publik dan profesional agar tetap menjunjung tinggi integritas dan moralitas. Hal ini juga membantu memastikan bahwa mereka mematuhi standar etika yang berlaku dalam bidang profesi mereka. Akibatnya, sistem etika memiliki potensi untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan, praktik korupsi, dan perilaku tidak etis dalam praktik hukum. Lebih dari itu, sistem etika dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum serta meningkatkan mutu layanan publik.

Terakhir, jurnal tersebut menekankan bahwa hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia memiliki signifikansi yang sangat penting. Sistem etika berperan dalam mengawasi perilaku para pemangku jabatan publik dan profesional dengan tujuan mencegah penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan perilaku tidak etis dalam praktik hukum. Selain itu, jurnal juga menyoroti bahwa politik hukum di Indonesia mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan prinsip-prinsip UUD 1945, dan bahwa hubungan antara hukum dan etika dapat dilihat melalui tiga dimensi, yaitu dimensi substansi dan wadah, dimensi jangkauan pengaruhnya, dan dimensi motivasi manusia untuk mematuhi atau melanggar etika tersebut.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
TI C

Adapun hasil analisis saya yang saya dapatkan adalah sebagai berikut.
Etika dalam Pancasila merujuk pada seperangkat nilai moral, prinsip-prinsip, dan norma-norma yang terkandung dalam dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional Indonesia memuat nilai-nilai etika yang mengatur perilaku dan tindakan individu, masyarakat, dan pemerintah etika juga adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila pancasila untuk mengatur kehidupan masyarakatNilai-nilai yang terkandung dalam etika Pancasila yaitu:
1) Sila Ketuhanan, mengandung nilai moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
2) Sila Kemanusian, mengandung dimensi Humanus berupa nilai yang menjadikan manusia menjadi manusiawi, yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.
3) Sila Persatuan, mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan, dan cinta tanah air.
4) Sila Kerakyatan, mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain.
5) Sila keadilan, mengandung dimensi nilai ingin peduli atas nasib orang lain, empati , membantu orang lain, persamaan hak antar warga negara.

Kemudian pentingnya penerapan Pancasila dalam sistem etika adalah sebagai berikut.
1. Menetapkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan.
2. Pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki pembiasaan yang jelas dalam tata pergaulan, baik lokal, nasional, regional, dan internasional merupakan makna pancasila sebagai sistem etika.
3. Pancasila sebagai sistem etika, dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tujuannya tidak jauh dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa Pancasila.
4. Menciptakan masyarakat dengan moral tinggi yang menghormati nilai-nilai Pancasila. Hal ini dapat dicapai melalui pembinaan karakter dan moral yang dilakukan oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.
5. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan menghargai keragaman dan perbedaan yang ada dalam masyarakat.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
TI C

Adapun hasil dari analisis saya adalah sebagai berikut.

Pancasila sendiri merupakan ideologi dan dasar negara yang di dalamnya tentu memiliki nilai-nilai bagi warga dan negara Indonesia. Pendidikan di Indonesia lebih mementingkan pendidikan karakter bagi warganya agar memiliki perilaku yang didasarkan pada budi pekerti yang baik sesuai dengan kepribadian luhur bangsa Indonesia yang didasakan pada nilai-nilai Pancasila. Pendidikan karakter juga sama saja dengan melatih siswa agar memiliki moral dan akhlak yang baik sehingga mampu menjadi warga negara yang baik pula. Di sini lah letak hubungan antara pendidikan dengan filsafat Pancasila.

Filsafat Pancasila itu sendiri memiliki 3 aspek, yakni secara ontologis, aksiologis, dan epistemologis. Dasar ontologis Pancasila sebagai sistem filsafat bisa diinterpretasikan bahwa adanya negara perlu dukungan dari warga negara itu sendiri. Kualitas negara sangat bergantung pada kualitas warga negara. Kualitas warga negara sangat erat berkaitan dengan pendidikan. Hubungan ini juga menjadi timbal-balik karena landasan pendidikan harus mengacu pada landasan negara. Esensi landasan negara harus benar-benar memperkuat landasan pendidikan untuk mencapai tujuan bersama adanya keserasian hubungan antara negara dengan warga negara. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan religius.

Nama  : Muhammad Rayhan Gumay

NPM   : 2355061007

TI C

 

A.    Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Menurut pendapat saya, proses pendidikan disaat pandemi waktu lalu terutama di Indonesia memang memiliki banyak komplikasi dan kontroversi. Pada saat itu, orang-orang Indonesia sedang mengalami perbedaan pandangan karena pendidikan saat itu sedang mengalami transformasi besar-besaran, seperti dilaksanakannya pembelajaran daring yang mana siswa diharuskan untuk belajar di rumah secara mandiri.

Terdapat sisi pro dan kontra terhadap proses pendidikan di tengah pandemi waktu lalu. Banyak orang mendukung pemerintah untuk melakukan pembelajaran secara daring agar mengurangi penyebaran virus Covid-19, namun tidak sedikit juga orang-orang yang protes mengenai pembelajaran daring pada saat itu.

Pendapat saya pribadi, pemerintah sudah tepat untuk melaksanakan pembelajaran daring tersebut karena saya rasa keamanan jauh lebih penting dibanding kenyamanan. Memang ada beberapa hal yang harus dikorbankan, seperti kurangnya pemahaman siswa dalam menerima ilmu, guru yang belum paham bagaimana caranya melaksanakan pembelajaran daring dengan benar, kemudian siswa yang jarang berinteraksi, dan lain-lain. Akan tetapi, tidak sedikit juga sisi positif yang bisa diambil, seperti mengurangi penyebaran virus Covid-19, menurunkan angka kematian, waktu belajar yang lebih fleksibel, lebih punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan keluarga, lebih bisa diawasi, mampu untuk menemukan potensi diri/hobi, dan lain-lain.


B.    Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?

Menurut saya, caranya adalah dengan tetap/menambahkan mata pelajaran yang berkorelasi dengan nilai-nilai Pancasila. Kemudian, pendidikan dilaksanakan dengan cara yang interaktif dan tidak membosankan sehingga siswa lebih antusias dalam belajar. Tidak cukup hanya itu, pemerintah juga seharusnya memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga pendidik agar bisa menghasilkan output yang bisa mendekati maksimal. Pemerintah juga seharusnya memperluas jangkauan ketersediaan internet dan teknologi di seluruh daerah di Indonesia terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) karena dengan begitu siswa bisa mengakses pendidikan jauh lebih mudah. Terakhir, saya rasa penting juga untuk melakukan evaluasi agar bisa mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan dan apakah hasilnya sudah tepat atau belum.


C.    Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!

Salah satu contoh kasus disaat pandemi Covid-19 waktu lalu yang menurut saya spektakuler adalah ada satu waktu dimana kita warga Indonesia saling bahu-membahu untuk membantu kepada warga yang membutuhkan, seperti yang awalnya tidak pernah mengeluarkan sepeser duitnya untuk kemanusiaan dan berakhir hatinya tergerak untuk itu. Kemudian, mereka saling membantu untuk memberikan bantuan seperti makanan, obat-obatan, bahkan perlindungan. Hal tersebut lah yang menjadi inti dari nilai-nilai Pancasila, seperti tanggung jawab, gotong royong, rasa persatuan, rasa kemanusiaan, peduli, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, disaat pandemi juga kita mulai melaksanakan hidup sehat seperti masyarakat yang mulai makan makanan sehat, melakukan aktivitas olahraga, mengoleksi tanaman-tanaman, dan mulai menjaga kebersihan lingkungan.


D.    Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

Pancasila merupakan nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan dipedomani seluruh warga negara Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai dasar Pancasila akan memperkuat identitas, jati diri, dan karakter masya­rakat Indonesia yang berkepribadian Pancasila.

Di dalam mengaktualisasi nilai-nilai Pancasila sangat mungkin ditemukan adanya masalah yang berkaitan dengan hidup kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Untuk itu solusi terbaik untuk mengatasi persoalan kebangsaan adalah dengan kembali pada nilai-nilai Pancasila. Beberapa cara yang dapat dijadikan alternatif untuk kembali dan melakukan aktualisasi nilai-nilai Pancasila saat ini, seperti membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara terus-menerus dan aktual.

Kemudian aktualisasi melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Pada tataran pendidikan formal perlu revitalisasi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah. Sebagai sebuah nilai, Pancasila tidak cukup hanya dipelajari, tetapi harus diresapi, dihayati, dan dipahami secara mendalam.


Muhammad Rayhan Gumay

2355061007

TI C

Adapun hasil analisis saya mengenai video di atas adalah sebagai berikut.

Menurut saya, Filsafat Pancasila adalah sebuah konsep pemikiran filosofis yang berfokus pada nilai-nilai dasar yang menjadi landasan dan panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Filsafat Pancasila menggabungkan aspek-aspek filosofis dengan nilai-nilai kearifan lokal dan prinsip-prinsip demokrasi yang diakui secara universal.

Lalu, filsafat itu sendiri memiliki 4 aliran, yakni :

1)      Filsafat Rasionalisme (akal)

2)     Filsafat Materialisme (materi)

3)     Filsafat Individualisme (individualitas)

4)     Filsafat Hedonisme (Kesenangan)

Kemudian ada beberapa manfaat Ketika kita mempelajari filsafat Pancasila, seperti dapaat menumbuhkan nasionalisme dan cinta tanah air, menjadi pedoman dan pegangan sikap, melatih kemampuan berpikir logis, dan menjadi pandangan hidup agar dapat berperilaku sesuai norma-norma yang berlaku di Masyarakat.

Pancasila sebagai sistem filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila.  Yang dimaksud sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Sila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis. Artinya, antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia.