Nama : Muhammad
Rayhan Gumay
NPM :
2355061007
TI C
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses
pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Menurut pendapat saya, proses pendidikan
disaat pandemi waktu lalu terutama di Indonesia memang memiliki banyak
komplikasi dan kontroversi. Pada saat itu, orang-orang Indonesia sedang
mengalami perbedaan pandangan karena pendidikan saat itu sedang mengalami
transformasi besar-besaran, seperti dilaksanakannya pembelajaran daring yang mana
siswa diharuskan untuk belajar di rumah secara mandiri.
Terdapat sisi pro dan kontra terhadap
proses pendidikan di tengah pandemi waktu lalu. Banyak orang mendukung
pemerintah untuk melakukan pembelajaran secara daring agar mengurangi penyebaran
virus Covid-19, namun tidak sedikit juga orang-orang yang protes mengenai pembelajaran
daring pada saat itu.
Pendapat saya pribadi,
pemerintah sudah tepat untuk melaksanakan pembelajaran daring tersebut karena
saya rasa keamanan jauh lebih penting dibanding kenyamanan. Memang ada beberapa
hal yang harus dikorbankan, seperti kurangnya pemahaman siswa dalam menerima
ilmu, guru yang belum paham bagaimana caranya melaksanakan pembelajaran daring
dengan benar, kemudian siswa yang jarang berinteraksi, dan lain-lain. Akan
tetapi, tidak sedikit juga sisi positif yang bisa diambil, seperti mengurangi
penyebaran virus Covid-19, menurunkan angka kematian, waktu belajar yang lebih
fleksibel, lebih punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan keluarga, lebih bisa
diawasi, mampu untuk menemukan potensi diri/hobi, dan lain-lain.
B.
Bagaimanakah
mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19
supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Menurut saya, caranya adalah dengan tetap/menambahkan
mata pelajaran yang berkorelasi dengan nilai-nilai Pancasila. Kemudian, pendidikan
dilaksanakan dengan cara yang interaktif dan tidak membosankan sehingga siswa
lebih antusias dalam belajar. Tidak cukup hanya itu, pemerintah juga seharusnya
memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga pendidik agar bisa menghasilkan
output yang bisa mendekati maksimal. Pemerintah juga seharusnya memperluas
jangkauan ketersediaan internet dan teknologi di seluruh daerah di Indonesia terutama
di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) karena dengan begitu siswa bisa
mengakses pendidikan jauh lebih mudah. Terakhir, saya rasa penting juga untuk
melakukan evaluasi agar bisa mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan dan apakah
hasilnya sudah tepat atau belum.
C.
Berikan
contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti
jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong
royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu
mengenai contoh kasus tersebut!
Salah satu contoh kasus disaat pandemi Covid-19
waktu lalu yang menurut saya spektakuler adalah ada satu waktu dimana kita
warga Indonesia saling bahu-membahu untuk membantu kepada warga yang membutuhkan,
seperti yang awalnya tidak pernah mengeluarkan sepeser duitnya untuk
kemanusiaan dan berakhir hatinya tergerak untuk itu. Kemudian, mereka saling
membantu untuk memberikan bantuan seperti makanan, obat-obatan, bahkan
perlindungan. Hal tersebut lah yang menjadi inti dari nilai-nilai Pancasila,
seperti tanggung jawab, gotong royong, rasa persatuan, rasa kemanusiaan,
peduli, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, disaat pandemi juga kita mulai
melaksanakan hidup sehat seperti masyarakat yang mulai makan makanan sehat, melakukan
aktivitas olahraga, mengoleksi tanaman-tanaman, dan mulai menjaga kebersihan
lingkungan.
D.
Jelaskan
yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku
masyarakat?
Pancasila
merupakan nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan dipedomani seluruh warga
negara Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Penghayatan yang mendalam atas nilai-nilai dasar Pancasila akan memperkuat
identitas, jati diri, dan karakter masyarakat Indonesia yang berkepribadian
Pancasila.
Di
dalam mengaktualisasi nilai-nilai Pancasila sangat mungkin ditemukan adanya
masalah yang berkaitan dengan hidup kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan.
Untuk itu solusi terbaik untuk mengatasi persoalan kebangsaan adalah dengan
kembali pada nilai-nilai Pancasila. Beberapa cara yang dapat dijadikan
alternatif untuk kembali dan melakukan aktualisasi nilai-nilai Pancasila saat
ini, seperti membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara secara terus-menerus dan aktual.
Kemudian
aktualisasi melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila, baik melalui
pendidikan formal maupun nonformal. Pada tataran pendidikan formal perlu
revitalisasi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah. Sebagai
sebuah nilai, Pancasila tidak cukup hanya dipelajari, tetapi harus diresapi,
dihayati, dan dipahami secara mendalam.