Posts made by Muhammad Rayhan Gumay Rayhan

Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
Kelas : TI C
Prodi : Teknik Informatika

Adapun hasil analisis saya dalam jurnal tersebut adalah sebagai berikut.

Jurnal yang berjudul "Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19" mengulas secara komprehensif mengenai signifikansi bela negara dan solidaritas dalam menghadapi permasalahan besar yang dihadapi oleh suatu negara ketika menghadapi pandemi. Bela negara dalam konteks ini dijelaskan sebagai tanggung jawab esensial bagi setiap anggota masyarakat untuk menunjukkan kesetiaan dan cinta mereka kepada negara melalui tindakan nyata, seperti mematuhi perintah pemerintah dan menghindari menyebarkan informasi palsu. Selain itu, jurnal juga menyoroti pentingnya adanya solidaritas antarwarga dan dukungan yang diberikan kepada tenaga medis sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian dalam menjaga stabilitas dan kesehatan sosial.

Dalam perspektif yang lebih luas, jurnal tersebut menekankan pentingnya adanya pendidikan kewarganegaraan yang kuat dalam membentuk kesadaran akan nilai-nilai bela negara dan solidaritas sejak usia dini. Ini dilihat sebagai fondasi penting untuk membangun generasi yang sadar akan tanggung jawab mereka sebagai warga negara dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis seperti pandemi COVID-19. Pendidikan kewarganegaraan menjadi kunci untuk memperkuat kesatuan dan ketahanan sosial, serta mempersiapkan masyarakat untuk mengatasi berbagai perubahan yang terjadi di masa depan.

Dengan menyajikan analisis yang mendalam tentang bagaimana bela negara dan solidaritas berperan dalam menjaga stabilitas negara dan menghadapi tantangan selama pandemi, jurnal ini memberikan kontribusi yang berharga dalam pemahaman kita tentang bagaimana nilai-nilai kewarganegaraan dapat membentuk masyarakat yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kepentingan bersama.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
Kelas : TI C
Prodi : Teknik Informatika

Adapun hasil analisis dari video tersebut adalah sebagai berikut.

Video tersebut membahas mengenai ketahanan nasioanl, konsep tersebut didefinisikan sebagai keuletan, keterampilan, dan ketangguhan suatu bangsa, serta kemampuannya untuk mengembangkan potensi demi menghadapi berbagai ancaman yang dapat mengancam integritas, identitas, kelangsungan hidup, dan perjuangan mencapai tujuan nasional suatu negara. Video tersebut menjelaskan bahwa sumber ancaman bagi suatu negara bisa berasal dari berbagai arah, baik dari dalam maupun luar, dan dapat termanifestasi secara langsung atau tidak langsung. Ancaman tersebut dapat mengarah pada serangan terhadap lokasi dan posisi geografis, keadaan dan kekayaan alam, kemampuan penduduk, serta aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan suatu bangsa.

Untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut, strategi yang diusulkan adalah dengan menerapkan dua konsep utama, yaitu "Tri Gatra" untuk aspek alamiah dan "Panca Gatra" untuk aspek sosial. Dalam konteks Tri Gatra, penting untuk meningkatkan potensi laut dan darat, memanfaatkan kekayaan alam secara optimal, dan meningkatkan kualitas pendidikan penduduk. Sedangkan dalam Panca Gatra, perlu dilakukan penguatan ideologi nasional, menerapkan sistem politik yang sehat, meningkatkan sektor ekonomi, memperkuat nilai-nilai sosial budaya, serta memperkuat pertahanan keamanan melalui partisipasi dan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, video tersebut menyoroti pentingnya pemahaman dan implementasi konsep ketahanan nasional sebagai landasan untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh suatu bangsa dalam mencapai tujuan nasionalnya.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
Kelas : TI C
Prodi : Teknik Informatika

Berdasarkan analisis kasus yang diberikan, berikut adalah pendapat saya.

a) Menurut saya, artikel tersebut menggambarkan situasi penegakan HAM di Indonesia pada tahun 2019 yang cukup suram, dengan berbagai kemunduran seperti kurangnya akuntabilitas atas pelanggaran oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi, diskriminasi berbasis gender, dan peningkatan pelanggaran di Papua. Namun, ada beberapa hal positif, seperti upaya reformasi oleh pemerintah, ratifikasi perjanjian internasional, dan munculnya gerakan sosial yang mengawasi kekuasaan. Meskipun banyak tantangan, masih ada harapan melalui reformasi dan aktivisme masyarakat sipil.

b) Demokrasi di Indonesia mencerminkan nilai-nilai budaya lokal yang menekankan musyawarah untuk mencapai mufakat, sesuai dengan konsep gotong royong yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat. Prinsip demokrasi yang berlandaskan Ketuhanan yang Maha Esa menekankan pentingnya moralitas dan keadilan dalam proses politik, mencerminkan pluralitas agama di Indonesia yang diakui dan dihormati. Meskipun demikian, implementasi nilai-nilai ini sering kali menghadapi tantangan dalam konteks politik praktis dan dinamika sosial yang kompleks.

c) Praktik demokrasi di Indonesia saat ini belum mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, serta hak asasi manusia. Meskipun demokrasi di Indonesia sudah berjalan, masih banyak masalah seperti ketidakseimbangan kekuasaan, kurangnya akuntabilitas, dan pelanggaran hak asasi manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk memperbaiki sistem politik dan menempatkan prinsip-prinsip demokrasi sesuai dengan nilai-nilai dasar negara.

d) Tentunya saya tidak menyukai anggota parlemen yang mengklaim mewakili suara rakyat tetapi menjalankan agenda politik mereka sendiri. Mereka seharusnya memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Praktik ini merusak kepercayaan terhadap demokrasi dan menghambat pembangunan. Transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan anggota parlemen harus ditegakkan. Masyarakat perlu kritis, aktif mengawasi kinerja wakilnya, dan bijak dalam memilih pemimpin yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kepentingan publik.

e) Menurut saya, pihak yang memiliki kekuasaan karismatik berbasis tradisi atau agama sering memanfaatkan loyalitas dan emosi masyarakat untuk tujuan yang tidak jelas, yang bisa melanggar hak asasi manusia (HAM). Dalam konteks demokrasi saat ini, tindakan seperti ini bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang menekankan kebebasan individu, kesetaraan, dan non-diskriminasi. Manipulasi ini dapat menyebabkan penyalahgunaan kekuasaan, penindasan, dan pelanggaran hak-hak dasar warga negara, yang seharusnya dijaga dalam demokrasi yang sehat.