Posts made by Muhammad Rayhan Gumay Rayhan

Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
PSTI C

Adapun hasil analisis saya dari jurnal berikut adalah, temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar peserta penelitian menunjukkan tingkat pengembangan kepribadian Pancasila yang tinggi, seperti tercermin dari skor kuisioner yang umumnya melebihi 80. Hasil ini mencerminkan sikap positif, khususnya dari kalangan mahasiswa, terhadap nilai-nilai Pancasila. Aspek-aspek seperti integritas dalam kehidupan sehari-hari, toleransi terhadap perbedaan ras dan agama, serta pemahaman mendalam tentang pendidikan Pancasila dianggap sebagai hal yang penting oleh peserta penelitian. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta penelitian juga mampu menanggapi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan baik. Mereka percaya bahwa kemajuan teknologi harus digunakan dengan tanggung jawab, terutama dalam konteks proses belajar, transaksi, dan bisnis di sektor perdagangan. Respons positif ini tercermin dari skor kuisioner yang melampaui 80, dan peserta penelitian menyatakan niat untuk melakukan penyaringan informasi media sosial, memblokir konten yang tidak pantas, dan menggunakan bahasa yang santun dalam berkomunikasi online.

Kemudian mata kuliah Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dijelaskan sebagai suatu metode untuk memberikan panduan kepada individu dalam mengeksplorasi, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan pembangunan bangsa dan negara. Ini dilakukan dengan menggunakan nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan fondasi negara Republik Indonesia. Penyelenggaraan mata kuliah ini mencakup aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis. Tujuan dari Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah untuk memperkuat peran Pancasila sebagai landasan falsafah negara, memberikan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa, serta mempersiapkan mereka untuk menganalisis dan menemukan solusi terhadap berbagai tantangan dalam kehidupan bersama sebagai masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu, mata kuliah ini juga bertujuan untuk memperkuat sikap mental mahasiswa, seperti meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air, dan kesatuan bangsa.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
PSTI C

Adapun hasil analisis saya adalah sebagai berikut, bisa kita tarik kesimpulan bahwa IPTEK ada untuk membantu manusia tentu nya punya positif dan negatif. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Adapun sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK :
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dengan aspek rasional dan irasional, akal dan kehendak. memastikan bahwa pengembangan IPTEK tidak hanya mempertimbangkan temuan dan penciptaannya, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap manusia dan lingkungannya. Selanjutnya sila kemanusian yang adil dan beradab, yaitu memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradap karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. Kemudian sila Persatuan Indonesia, dianggap sebagai faktor yang mendukung universalitas dan internasionalisme dalam pengembangan IPTEK. Pengembangan IPTEK seharusnya tidak hanya membawa kebermanfaatan bagi bangsa Indonesia tetapi juga berkontribusi pada rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, dan keluhuran bangsa di dunia. Lalu, sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, hal tersebut mendasari IPTEK secara demokratis dan memberikan kebebasan bagi orang lain untuk berpendapat serta terbuka untuk dikritik dan dikaji ulang bahkan dibandingkan dengan penemuan lain. Terakhir, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang mengimplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, maupun dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
PSTI C

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Jawab:

Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan nilai yang menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala penjabaran norma hukum, norma moral, dan norma kenegaraan. Norma kenegaraan yang dimaksud salah satunya adalah etika politik. Pancasila sebagai sumber etika politik memiliki makna bahwa dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, seluruh aspek yang menyangkut kekuasaan, kebijaksanaan yang berkaitan dengan publik, dan pembagian kewenangan harus berdasarkan legitimasi moral religius, legitimasi hukum, dan legitimasi demokrasi. Legitimasi moral religius sesuai dengan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Legitimasi hukum sesuai dengan pasal 1 ayat 3 Undang-undang Dasar atau UUD 1945 bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Legitimasi demokrasi sesuai dengan sila keempat Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan etika perilaku politik yang seharusnya. Hal ini dapat ditandai dengan masih banyaknya pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi, menyelahgunakan kewenangan dan jabatannya demi keuntungan pribadi dan golongan, melakukan tindakan nepotisme, dan masih banyak lagi penyelewengan etika perilaku politik di Indonesia ini. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa etika perilaku politik di Indonesia pada saat ini belumlah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bahkan, dapat dikatakan masih jauh dari kata sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.


B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Jawab :
Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Menurut saya etika yang dianut oleh generasi muda sedikit berbeda dengan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia, tetapi perlu diketahui bahwa penting pula untuk kita sebagai generasi muda dalam menghargai etika kelompok masyarakat dan mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia di lingkungan sekitar.
Beberapa solusi untuk mengatasi dekadensi moral yang sedang terjadi adalah melalui diskusi dan pelatihan mengenai etika dan nilai-nilai Pancasila untuk generasi muda dan masyarakat setempat, meningkatkan transparansi serta partisipasi masyarakat dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan, serta memperkuat pembenahan pelayanan publik dengan komitmen yang tinggi dan kerja sama dari semua unsur pemerintahan dalam menghadapi pertentangan etika dan paradigma pemerintahan.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
PSTI C

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat.10 Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu.

Hubungan antara tatanan sosial dan tatanan politik disambung oleh media massa, artinya media massa ini saling mengisi dan melengkapi dalam bentuk komunikasi. Tidak semua orang mengetahui hukum, namun dengan media massa, masyarakat akan mengetahui hukum dengan membaca maupun mendengar informasinya. Tidak dapat dipungkiri, meskipun terdengar seperti solusi, justru masalah hukum sebagai tatanan akan terus muncul apabila tidak ditanamkan pada diri dengan baik hakekat isi Pancasila.

Kurangnya implementasi jiwa Pancasila terlihat dalam berita-berita yang menyesatkan. Menurut analisis pustaka yang dilakukan oleh penulis, media massa sebagian besar hanya berperan sebagai penyedia informasi kepada masyarakat. Ini berarti bahwa masyarakat hanya memuaskan rasa ingin tahu mereka mengenai berita hukum tanpa mendorong mereka untuk membangun karakter dan moral yang lebih kuat. Media massa di Indonesia belum mencapai tahap di mana mereka dapat membantu mengubah moral masyarakat agar lebih mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Dampak dari situasi ini dapat dilihat dalam hilangnya semangat patriotisme, peningkatan individualisme yang berlebihan, dan tetapnya kepentingan pribadi atau kelompok di atas kepentingan bangsa dan negara.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila melalui media massa di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Ketidakakuratan berita dan kurangnya kewaspadaan masyarakat dalam menilai informasi dapat merusak nilai-nilai Pancasila, sehingga diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong peran media massa dalam membentuk karakter dan moral yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.