Kiriman dibuat oleh Muhammad Rayhan Gumay Rayhan

Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
PSTI C

Menurut analisis dalam jurnal tersebut, pemilu presiden 2019 di Indonesia dihadapkan pada beragam tantangan yang memerlukan penanganan segera. Salah satu tantangan kunci adalah adanya politisasi birokrasi yang menghambat netralitas dan efektivitas pemerintahan, disertai dengan kurangnya kepercayaan publik terhadap semua pihak terkait dalam pemilu. Kepercayaan publik dipandang sebagai elemen krusial yang mendukung penguatan demokrasi serta stabilitas politik.

Selain itu, jurnal juga menyoroti pentingnya peran aktif dari elemen-elemen kekuatan lain seperti civil society, media massa, dan lembaga survei dalam mengembangkan demokrasi. Partisipasi aktif civil society dalam pengawasan pemilu dan media massa yang memberikan informasi secara obyektif dianggap sangat penting dalam menjaga kepentingan masyarakat.

Walaupun pemilu 2019 di Indonesia berlangsung dengan damai dan aman, namun kompleksitas dan kontroversi yang muncul menunjukkan bahwa terdapat pelajaran yang berharga. Keberhasilan pemilu tidak hanya terletak pada proses suksesi kepemimpinan yang aspiratif, adil, dan damai, tetapi juga dalam konteks memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan eksistensi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tantangan yang muncul dari pemilu serentak 2019 menggambarkan bahwa upaya konsolidasi demokrasi yang berkualitas masih menghadapi sejumlah kesulitan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menempatkan nilai-nilai demokrasi sebagai prioritas utama dan memastikan bahwa pemilu di masa depan dapat dijalankan dengan lebih baik guna memperkuat fondasi demokrasi serta stabilitas politik di Indonesia. Sebagai pakar, saya akan menambahkan bahwa langkah-langkah konkret seperti penguatan lembaga pengawas, peningkatan transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat sipil dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan tersebut.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
Kelas PSTI C

Menurut analisis saya dalam video tersebut adalah sebagai berikut.

Di dalam sebuah video yang membahas prinsip-prinsip demokrasi, terungkap bahwa sementara demokrasi memberikan kebebasan dan hak-hak warga negara dan juga dapat menyebabkan kekacauan, terutama ketika berhadapan dengan masalah korupsi. Video tersebut menyoroti pentingnya mengelola kekacauan dengan bijak, khususnya dalam konteks Indonesia yang mengalami penurunan kondisi demokrasi.

Melalui pemahaman yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi, video menekankan bahwa untuk memperkuat demokrasi, partisipasi aktif dari seluruh masyarakat sangatlah penting. Mulai dari pemilihan umum hingga pengawasan terhadap pemerintahan, keterlibatan aktif ini menjadi pondasi yang kuat bagi sistem demokrasi yang sehat.

Selain itu, video juga menyoroti perlunya peningkatan pendidikan tentang hak-hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat dapat berperan lebih aktif dan bertanggung jawab dalam memperjuangkan demokrasi yang berkelanjutan.

Dengan mengelola kekacauan secara bijak, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperkuat pendidikan politik, fondasi demokrasi Indonesia dapat diperkuat untuk masa depan yang lebih baik, di mana nilai-nilai demokrasi seperti kebebasan berekspresi dan perlindungan hak-hak individu tetap dijaga dengan baik.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
Kelas : PSTI C

Menurut hasil analisis saya mengenai jurnal tersebut adalah sebagai berikut.

Jurnal tersebut membawa fokus pada pentingnya nilai-nilai demokrasi dalam konteks pemilihan umum di Indonesia, yang merupakan cerminan dari Sila Keempat Pancasila. Dalam abstraknya, jurnal tersebut menggarisbawahi bahwa demokrasi adalah hak bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam jalannya pemerintahan. Namun, dalam konteks Indonesia, demokrasi belum sepenuhnya mencerminkan ideologi yang disepakati oleh masyarakat. Analisis jurnal ini menyoroti relevansi Sila Keempat Pancasila dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. Sila Keempat yang menekankan pada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan menjadi fokus utama dalam konteks pemilihan umum di Indonesia. Di tengah amanat konstitusi yang menegaskan Indonesia sebagai negara hukum dan demokrasi, pengaplikasian nilai-nilai demokrasi menjadi krusial untuk menjaga stabilitas politik dan keberlangsungan demokrasi. Dalam jurnal ini, ditegaskan bahwa pemilihan umum di Indonesia harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama Sila Keempat, yang mengandung nilai-nilai demokrasi, musyawarah, kejujuran, dan asas kerakyatan. Namun, realitas pemilihan umum di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan misalnya, terdapat konflik dan interpretasi yang tidak selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila.

Selain itu, peraturan yang kurang jelas dalam Undang-Undang juga menciptakan ketidakpastian dalam pelaksanaan pemilihan umum. Pemilihan umum di Indonesia, khususnya dalam konteks pemilihan kepala daerah, seringkali menjadi ajang konflik dan persaingan yang intensif. Kampanye yang tidak selaras dengan i'tikad baik, ujaran kebencian di media sosial, dan permasalahan lainnya turut menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi dalam membangun demokrasi yang matang. Namun demikian, jurnal ini juga menekankan pentingnya memperkuat implementasi nilai-nilai demokrasi dalam sistem pemilihan umum. Proses pemilihan umum di Indonesia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, merupakan bagian integral dari sistem demokrasi dalam rangka menciptakan pemerintahan yang lebih demokratis. Dalam konteks ini, nilai-nilai demokrasi Pancasila, yang menekankan musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama, harus diimplementasikan secara efektif.

Meskipun masih terdapat tantangan dan masalah yang dihadapi, langkah-langkah untuk memperkuat demokrasi dan menjaga stabilitas politik harus terus ditingkatkan. Jurnal tersebut juga menekankan pentingnya peran Pancasila Sila Keempat dalam menjaga kestabilan politik dan demokrasi di Indonesia. Dengan menegaskan prinsip negara hukum dan demokrasi, pemilihan umum diharapkan dapat menjadi wujud nyata dari nilai-nilai Pancasila dan menghindari konflik serta ketidakpastian dalam proses demokrasi di Indonesia. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa jurnal tersebut memberikan pandangan yang mendalam tentang hubungan antara nilai-nilai demokrasi, Sila Keempat Pancasila, dan pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia. Sebagai refleksi dari sistem demokrasi, pemilihan umum diharapkan dapat mencerminkan prinsip-prinsip Pancasila dan mendukung terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan stabil.
Nama : Muhammad Rayhan Gumay
NPM : 2355061007
PSTI C

Menurut analisis saya berdasarkan video yang telah diberikan adalah sebagai berikut.

Dalam video tersebut membahas perkembangan demokrasi di Indonesia sejak masa pemerintahan revolusi kemerdekaan hingga masa reformasi saat ini. Di era awal revolusi kemerdekaan, Indonesia mengalami keterbatasan dalam pengembangan demokrasinya. Fokus utama pada waktu itu adalah mencapai kemerdekaan, sehingga proses demokrasi menjadi terbatas. Kemudian, masa demokrasi parlementer dianggap sebagai masa keemasan demokrasi Indonesia. Semua elemen masyarakat terlibat dalam proses politik, tetapi demokrasi ini gagal karena politik aliran yang mendominasi, yang mengakibatkan masalah dalam pengelolaan konflik dan kesamaan kepentingan.

Selanjutnya, era demokrasi terpimpin ditandai oleh ketiga kekuatan politik utama yang memiliki pengaruh yang kuat, menciptakan stabilitas politik dengan kendali ketat dari pemerintah. Sementara itu, pemerintahan Orde Baru awal mencoba mendistribusikan kekuasaan kepada masyarakat, menunjukkan inklusivitas dalam sistem politik. Selama masa reformasi, Indonesia menerapkan demokrasi Pancasila dengan ciri khas yang berbeda dari Orde Baru, namun memiliki kesamaan dengan demokrasi parlementer. Ini mencerminkan upaya untuk mengembalikan kebebasan politik dan keterlibatan masyarakat yang lebih besar. Dengan demikian, Indonesia telah melalui lima bentuk demokrasi yang berbeda sejak kemerdekaannya, dengan setiap periode menghadapi tantangan dan berhasilnya dalam mengimplementasikan sistem demokrasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat itu.

Setiap 5 jenis demokrasi di Indonesia pastinya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing pun juga tentunya memiliki tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia pada masa itu.