Kiriman dibuat oleh Dimas Faqih Nur Aulia Rohman

NAMA: Dimas Faqih Nur Aulia Rohman
NPM : 2315061059
Kelas : PSTI C

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia mungkin menghadapi penyimpangan dengan nilai-nilai Pancasila. terutama terkait dengan independensi, integritas, dan transparansi. Beberapa praktik politik mungkin saja tidak selaras sepenuhnya dengan nilai-nilai Pancasila, terutama jika terdapat kecenderungan korupsi atau ketidakadilan dalam pelayanan mereka kepada masyarakat.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Etika generasi muda di sekitar tempat tinggal saya bervariasi terutama dalam etika dan perilaku. Beberapa generasi muda memegang teguh nilai-nilai moral dan etika, sementara beberapa generasi muda juga ada yang mengalami dekadensi moral. Oleh karena itu pendidikan nilai Pancasila perlu diperkuat di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Pembentukan karakter yang berlandaskan kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab dapat membantu mengatasi masalah ini. Dan juga peran aktif keluarga dalam membentuk nilai-nilai positif. Dengan kolaborasi ini, mungkin dapat membangun generasi muda yang lebih kuat etikanya, mencerminkan nilai-nilai Indonesia yang luhur.
NAMA: Dimas Faqih Nur Aulia Rohman
NPM : 2315061059
Kelas : PSTI C

Setelah saya anilisis jurnal yang bapak berikan tersebut yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sossial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia" jurnal tersebut membahas tentang penegakan hukum, kebijakan hukum pidana, dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks pengendalian sosial melalui media massa di Indonesia. Secara umum, jurnal ini membahas peran media massa dalam menekan kejahatan, terutama korupsi, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip Pancasila.
Yang pertama yaitu jurnal ini membahas berbagai aspek penegakan hukum, termasuk pendekatan yang bersifat simptomatik, tidak kausatif, dan tidak eliminatif. Selain itu, jurnal ini juga membahas dualisme penelitian hukum normatif dan empiris, kemudian memberikan wawasan tentang pendekatan yang digunakan dalam memahami isu-isu hukum.
Kemudian jurnal ini juga membahas tentang nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara tampak mendalam. Nilai-nilai tersebut dibagi ke dalam tiga kategori: materiil, vital, dan kerohanian. Pembahasan tentang hakekat Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil memberikan landasan filosofis bagi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan. Jurnal ini juga membahas globalisasi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, dengan fokus pada individualisme dan persaingan di pasar internasional. Penjelasan ini memberikan konteks untuk memahami tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di era globalisasi.
Kemudian yang terakhir jurnal ini membahas media massa sebagai instrumen kontrol sosial dan peranannya dalam menekan kejahatan, khususnya korupsi. hal ini memberikan perspektif tentang bagaimana media massa dapat menjadi agen perubahan dalam memberantas kejahatan dan mendukung implementasi nilai-nilai Pancasila.
Nama: Dimas Faqih Nur Aulia Rohman
NPM: 2315061059
Kelas: TI C

Analisis yang saya dapat dari video yang bapak berikan adalah sebagai berikut:
Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memiliki etika, kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik, yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam etika Pancasila:
1. Sila Ketuhanan: Mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta.
2. Sila Kemanusiaan: Mengandung dimensi humanus, menjadikan manusia menjadi manusiawi, dan upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama
3. Sila Persatuan: Mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan, dan cinta tanah air.
4. Sila Kerakyatan: Mengandung nilai sikap menghargai dan mau mendengar pendapat orang lain.
5. Sila Keadilan: Mengandung dimensi nilai peduli atas nasib orang lain dan kesediaan membantu kesulitan orang lain.
urgensi Pancasila dalam sistem etika yang pertama meletakkan sila-sila Pancasila sebagai etika berarti menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap tindakan dan keputusan yang ke-2 Pancasila sebagai sistem etika Memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik nasional regional dan internasional yang ke-3 Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa Pancasila
Nama: Dimas Faqih Nur Aulia Rohman
NPM: 2315061059
Kelas: TI C

Analisis yang saya dapat dari jurnal yang bapak berikan adalah sebagai berikut:
Dalam jurnal tersebut Hakim Garuda Nusantara menyebut bahwa etika adalah "samudera" dan hukum adalah "kapal" yang berlayar di dalamnya. Hal ini menggambarkan bahwa etika merupakan landasan moral yang lebih luas dan dalam, sementara hukum adalah instrumen konkret yang digunakan untuk mengatur perilaku masyarakat.
Dalam konteks politik hukum di Indonesia, hubungan antara hukum dan etika sangat relevan. Etika memiliki peran penting dalam membentuk dan memandu pembuatan kebijakan hukum. Keputusan politik hukum yang diambil oleh pemerintah dan badan legislatif seringkali didasarkan pada pertimbangan etika, nilai-nilai moral, dan kepentingan bersama masyarakat. Etika juga memengaruhi cara hukum diterapkan dan dijalankan dalam masyarakat.
Dalam politik hukum, pembuatan peraturan perundang-undangan harus mempertimbangkan aspek-etika, moral, dan keadilan sosial. Pembentukan kebijakan hukum yang sesuai dengan etika akan mendukung tujuan negara, seperti melindungi kepentingan masyarakat, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, dalam konteks politik hukum, etika berperan penting dalam membimbing pengambilan keputusan hukum yang sejalan dengan nilai-nilai dan kepentingan masyarakat.
Selain itu, etika juga relevan dalam etika pemerintah dan penegakan hukum. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip etika dalam menjalankan tugas mereka. Etika memandu bagaimana keputusan diambil, tindakan diimplementasikan, dan hak-hak individu dihormati.
Dalam keseluruhan konteks politik hukum di Indonesia, etika dan hukum memiliki hubungan erat dan saling memengaruhi. Etika berfungsi sebagai landasan moral yang membimbing
Nama: Dimas Faqih Nur Aulia Rohman
NPM: 2315061059
Kelas: TI C

jurnal tersebut menjelaskan bagaimana pendidikan di Indonesia berhubungan dengan filsafat, terutama filsafat Pancasila. Filsafat Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk landasan intelektual bagi cara berpikir bangsa Indonesia dan menjadi pedoman dalam pendidikan.
Filsafat Pancasila menekankan nilai-nilai seperti ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini merupakan panduan dalam pendidikan di Indonesia, dan mereka ditanamkan dalam peserta didik melalui sistem pendidikan di berbagai jenis pendidikan.
Selain itu, jurnal ini membahas teori seperti empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi tentang pendidikan dan perkembangan manusia. Ini mencerminkan berbagai perspektif tentang bagaimana pendidikan mempengaruhi perkembangan seseorang.
Secara keseluruhan, filosofi Pancasila memainkan peran penting dalam mengarahkan pendidikan di Indonesia dan mendorong pembentukan karakter warga negara yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.