གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dimas Faqih Nur Aulia Rohman

Nama : Dimas Faqih Nur Aulia Rohman
NPM : 2315061059
Kelas : PSTI C
Prodi : Teknik Informatika

A. Artikel tersebut menggarisbawahi bahwa kinerja penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 masih buruk. Beberapa isu utama yang disorot termasuk pelanggaran HAM berat di masa lalu yang belum dituntaskan, penanganan konflik sumber daya alam, dan pengurangan ruang kebebasan sipil. Komnas HAM dan LBH Jakarta mencatat berbagai pelanggaran, seperti tidak adanya akuntabilitas atas pelanggaran oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi berbasis gender, dan pelanggaran hak-hak di Papua. Namun, ada beberapa perkembangan positif seperti langkah reformasi kunci, ratifikasi perjanjian HAM internasional, dan gerakan masyarakat yang kuat menolak ketidakadilan.

Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah bahwa meskipun situasi HAM di Indonesia tampak suram, masih ada harapan dengan adanya langkah-langkah reformasi dan komitmen terhadap perjanjian HAM internasional. Gerakan masyarakat dan mahasiswa juga menunjukkan bahwa ada kesadaran dan upaya kolektif untuk memperjuangkan keadilan dan hak-hak sipil.

B. Demokrasi Indonesia memiliki akar dalam nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan yang Maha Esa mencerminkan bahwa nilai-nilai spiritual dan moral menjadi landasan dalam proses demokrasi. Pendapat saya, prinsip ini penting untuk memastikan bahwa demokrasi tidak hanya berfokus pada kebebasan individu, tetapi juga pada tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga keharmonisan dan keadilan dalam masyarakat.

C. Praktik demokrasi di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, terutama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Meskipun ada kemajuan, masih terdapat banyak tantangan seperti korupsi, pembatasan kebebasan berpendapat, dan diskriminasi yang menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dan HAM belum optimal.

D. Kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri sangat merugikan demokrasi dan kepercayaan publik. Sikap saya adalah bahwa anggota parlemen harus bertanggung jawab dan transparan dalam tindakan mereka, selalu memperhatikan kepentingan nyata masyarakat, dan bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

E. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan dari tradisi atau agama yang menggerakkan loyalitas rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, sering kali dapat melanggar hak asasi manusia. Ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang seharusnya menjunjung tinggi kebebasan, keadilan, dan hak individu. Dalam era demokrasi modern, sangat penting untuk memastikan bahwa kekuasaan digunakan untuk melindungi dan memperjuangkan hak-hak rakyat, bukan untuk kepentingan sempit atau manipulasi politik.
Nama : Dimas Faqih Nur Aulia Rohman
NPM : 2315061059
Kelas : PSTI C
Prodi : Teknik Informatika

setelah saya analisis jurnal tersebut, jurnal tersebut membahas bahwa selama masa Orde Baru, komunitas Tionghoa di Indonesia mengalami diskriminasi yang signifikan, baik sosial maupun politik. Pemerintahan Soeharto tidak memberikan pengakuan yang layak bagi mereka, tetapi upaya komunitas Tionghoa membuahkan hasil dengan disahkannya UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, yang mengakui hak-hak mereka sebagai warga negara Indonesia.

Salah satu tokoh penting dari komunitas Tionghoa adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok memulai karir politiknya di DPRD Kabupaten Belitung Timur dan kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dikenal karena integritas dan ketegasannya, Ahok meneruskan program-program Jokowi dan berfokus pada transparansi dan efisiensi birokrasi. Meski menghadapi tantangan dari partai politik dan kelompok tertentu, Ahok tetap berkomitmen pada pelayanan publik.

Penegakan hukum di Indonesia mencakup tindakan preventif untuk mencegah pelanggaran dan tindakan represif untuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang terjadi. Dalam konteks ini, penting untuk meningkatkan penegakan hukum agar memberikan keadilan bagi seluruh warga negara, termasuk komunitas Tionghoa.