Kiriman dibuat oleh Najwa Aprisda Ramdhani Unila

Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086

Proses adanya pelaksanaan kemerdekaan Indonesia tentu dilakukan dengan perjuangan-perjuangan didalamnya, dengan tercapainya tujuan para tokoh tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia bukanlah suatu hal yang mudah. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu dan pada keesokan harinya di Bandung yaitu 15 Agustus 1945 melalui siaran radio berita tersebut diketahui oleh kalangan bangsa Indonesia. Sesampainya Ir.Soekarno dan Drs.Muhammad Hatta ke tanah air terjadi pro dan kontra antara golongan muda dan golongan tua mengenai proklamasi kemerdekaan. Golongan muda ingin cepat cepat melaksanakannya tanpa harus bergantung kepada bangsa lain tetapi berbeda dengan golongan muda, mereka ingin dilakukan secara terorganisir yakni diketahui oleh para bangsa bangsa lain yang ditandai dengan melampirkan tandatangan. Terkait hal ini terjadi penculikan terhadap Ir.Soekarno dan Drs.Muhammad Hatta oleh sejumlah golongan muda dari Menteng 31 menuju RengasDengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Tujuannya yaitu agar mereka jauh dari pengaruh pemerintah Jepang. Setelah terjadi perundingan secara sengit dari kedua perwakilan golongan muda dan tua akhirnya tercapai kesepakatan bahwa kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Soekarno-Hatta dijemput menuju rumah Laksamana Maeda Tadashi. Naskah proklamasi dirumuskan oleh Ir.Soekarno,Achmad Soebardjo, dan Drs. Muhammad Hatta. Pertimbangan tentu terjadi sebelum tercapainya kata sepakat tentang kepastian isi. Setelah disepakati, Sajuti Melik mengetik dengan naskah yang sudah mengalami beberapa perubahan. Penyusunan berlangsung hingga dini hari 17 Agustus 1945. Proklamasi dikumandangkan oleh Ir.Soekarno di Jl.Pegangsaan Timur No.56.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Najwa Aprisda Ramdhani Unila -
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086

A.Gotong royong sebagai manifestasi modal sosial yang dianggap sebagai jati diri bangsa, perlu ditransformasikan di era kekinian agar tetap relevan. Gotong royong apat menjadi modal sosial untuk
meningkatkan keberdayaan masyarakat saat menghadapi bencana maupun permasalahan bersama. Sikap gotong royong dapat dimulai dari lingkungan sekitar, kepedulian terhadap sesama merupakan aspek penting untuk membangun adanya kesadaran gotong royong. Hal lain yang dapat menguatkan gotong royong yakni dengan memahami kekurangan individu, muncul
banyak permasalahan yang dapat diseleisaikan secara gotong royong seperti bekerja sama dalam suatu bentuk wadah/ organisasi.

B. Dilingkungan tinggal saya ada sebuah perkumpulan pemuda pemudi atau karang taruna dan saya merupakan bagian dari mereka. Saya cukup aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan, meskipun terkesan belum seberapa besar tetapi saya turut bangga karena orang- orang didalamnya bisa memaksimalkan seluruh kegiatan dengan rasa tanggungjawab. Mengedepankan mufakat bersama selalu saja bermusyawarah dalam membahas hal apapun, mengingat kita bukan hanya berbeda pendapat tetapi juga perbedaan umur, agama, suku, ras. Namun, tidak akan pernah jadi masalah selama apa yang kita tanamkan yaitu rasa saling menghargai dan toleransi. Gotong royong menjadi aspek penting dalam bermasyarakat, dapat menumbuhkan rasa saling memahami antar satu sama lain.

C. Identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri nasional yang
dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang
lainnya. Identitas nasional dalam kosteks bangsa cenderung mengecu pada
kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Sedangkan
identitas nasional dalam konteks negara tercermin dalam simbol-simbol
kenegaraan seperti: Pancasila.
Identitas Nasional Indonesia:
1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia.
2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih.
3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4. Lambang Negara yaitu Pancasila
5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional
identitas nasional menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan
bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut
kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara.dua faktor penting dalam pembentukan identitas nasional yaitu
faktor primodial dan faktor kondisional. Identitas nasional merupakan jati
diri bangsa yang bersifat dinamis dan khas yang menjadi pandangan hidup.

D. Adanya perubahan dalam sila pertama Pancasila tentu berdampak besar bagi seluruh rakyat Indonesia, mengingat di Indonesia sendiri memiliki banyak sekali agama dan kepercayaan. Untuk itu tindakan tersebut mengurangi sikap kefanatikan terkait hal beragama. Biarkan kita tetap satu, mengimani kepercayaan masing-masing dan tetap berlandas pada Pancasila, junjung rasa toleransi sampai kita semua menyadari bahwa perbedaan bukanlah suatu hal yang dapat di kritiki.
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086

Dalam jurnal tersebut agama dan Pancasila memiliki kesamaan fungsi, yaitu sebagai nilai dan alat untuk mencapai kesejahteraan lahir batin masyarakat. Jika diibaratkan roda kanan dan roda kiri sebuah kendaraan Fungsi roda tersebut sama sebagai penggerak badan kendaraan untuk menempuh satu tujuan tertentu, namun perannya yang berbeda. Agama berperan sebagai perekat sosial dan pembina ruhani, sedangkan Pancasila berperan sebagai pedoman (ideologi) bernegara. Agama adalah rumah besar yang menyajikan tata kelola mental, spiritual dan seluruh sendi kehidupan manusia, sedangkan Pancasila adalah rumah besar ragam agama anak bangsa, menyajikan tata kelola negara supaya terarah pada sasaran.
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086

Pada pidato 1 Juni 1946 oleh presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno memaparkan sebab-sebab dan filsafat dari negara Indonesia. Pidato ini memaparkan bahwa Pancasila merupakan philosofische grondslag (dasar falsafah negara). Pancasila yang di kemukakan oleh Bung Karno yakni Kebangsaan, Internasionalisme(Peri Kemanusiaan), Mufakat (Demokrasi), Kesejahteraan Sosial, Bertaqwa terhadap Tuhan YME.Bung Karno mengatakan apabila lima sila dirasa berat dan kurang sesuai dihati, dapat diperas menjadi Trisila, yakni: Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, dan Ketuhanan.Apabila Trisila tidak begitu pas dihati, maka saat diperas kembali menjadi Ekasila, yakni: Gotong royong. Dimana kuatnya prinsip-prinsip kepentingan umum dan interaksi suku bangsa di bandingkan dengan kepentingan golongan yang keluar dari proses musyawarah mufakat.
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM : 2315061086

Menurut saya jurnal tersebut telah mendeskripsikan tentang betapa pentingnya menjadikan nilai-nilai yang terkandung didam pancasila di kehidupan sehari hari meksipun dengan segala tantangan yang ada. Didalam nilai nilai karakter terdapat tantangan tersendiri dalam pengimplementasian nilai-nilai Pancasila di era globalisasi ini. Globalisasi membawa sebuah perubahan terhadap suatu negara salah satunya negara Indonesia.Perubahan yang dapat dirasakan pada saat ini yakni mengikisnya nilai 
budaya dalam suatu negara khusunya dalam kehidupan generasimuda.internalisasi nilai-nilai Pancasila yang dapat diberikan untuk generasi muda agar budaya bangsa ini tidak mengiksi maupun meluntur yakni dapat dengan cara menanamkan rasa nasionalisme kepada generasi muda melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di lembaga pendidikan,mulai dari sejak Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Pendidikan Pancasila merupakan suatu usaha sadar dalam melakukan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menumbuhkan jati diri
bangsa (Kesuma, 2019).