Kiriman dibuat oleh Najwa Aprisda Ramdhani Unila

Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086
Kelas: TI B

Dari video tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesi memainkan peran kunci dalam membentuk landasan etika dan prinsip-prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, diharapkan pengembangan iptek di Indonesia dapat mengikuti prinsip-prinsip moral, etika, dan kearifan lokal. Hal ini bertujuan untuk menciptakan perkembangan iptek yang memberikan manfaat positif bagi kesejahteraan masyarakat, menjaga nilai-nilai budaya, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Sila sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan iptek yakni meliputi:
1. Sila ketuhanan yang maha esa : mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antarabakal dan kehendak
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab : memberikan dasar dasar moralitas bahwa manudia dalam mengembangkan iptek harus bersikap beradab
3. Sila persatuan indonesia : mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila sila lain
4. Sila ke 4 : mendasari pengembangan iptek secara demokratis
5. Sila ke 5 : mengkomplementasikan pengembangan iptek harus menjaga keseimbangan dalam kehidupan, dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhan.
Nama :Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086
Kelas: TI B

Berdasarkan analisis jurnal dapat disimpulkan bahwa:
Terdapat 3 dasar dalam pelaksanaan mata kuliah Pancasila menurut Kemendikbud yaitu, 1) dasar Filosofis, 2) Dasar Sosiologis, 3) Dasar Yuridis. Tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi secara spesifik adalah untuk : 1) Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai sebagai norma dasar Pancasila dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 2) Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 3) Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. 4) Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.
Nama : Najwa Aprisda Ramdhani
NPM : 2315061086
Kelas : TI B

A. Sistem Etika Perilaku Politik dan Hubungannya dengan Pancasila:
Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia memiliki beberapa tantangan. Dalam bahasan Pancasila, nilai-nilai etika yang seharusnya dijunjung tinggi terdiri dari kejujuran, keadilan, gotong royong, serta rasa tanggung jawab. Tetapi, pada kenyataan politik seringkali menunjukkan adanya penyimpangan dari nilai-nilai etika tersebut. Terkait masalah dalam sistem etika, perilaku politik pada saat ini meliputi praktik korupsi, nepotisme, politik uang, dan pemimpin yang kurang transparan. Sehingga dapat mengakibatkan ketidaksesuaian antara perilaku politik sekarang dan nilai-nilai Pancasila. Sistem etika politik yang lebih sesuai dengan Pancasila harus mempromosikan kepentingan rakyat, keadilan sosial, dan integritas.

B. Etika Generasi Muda dan Tantangan dalam Mencerminkan Nilai Pancasila:
Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ada beberapa tantangan yang dapat mempengaruhi etika generasi muda:
1. Globalisasi: Pengaruh budaya dan nilai-nilai asing dapat membuat generasi muda terpapar pada nilai-nilai yang tidak selalu sejalan dengan Pancasila. Penting untuk memberikan pendidikan dan pemahaman yang kuat tentang Pancasila.
2. Teknologi: Teknologi modern mempengaruhi cara komunikasi dan interaksi sosial. Generasi muda perlu diarahkan untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
3. Ketidaksetaraan dan Diskriminasi: Masalah seperti ketidaksetaraan sosial dan diskriminasi dapat mempengaruhi etika generasi muda. Mereka perlu diberi pemahaman tentang pentingnya keadilan dan persamaan hak.
Solusi mengenai dekadensi moral yang terjadi saat ini melibatkan berbagai upaya:
1. Pendidikan: Penting untuk memasukkan pendidikan etika dan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan. Ini akan membantu generasi muda memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut.
2. Peran Orang Tua dan Keluarga: Orang tua perlu menjadi contoh yang baik dan mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak-anak mereka.
3. Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan terhadap perilaku politik dan pemerintah dapat membantu mengurangi praktik korupsi dan ketidakadilan.
4. Transparansi dan Akuntabilitas: Mendorong pemerintah dan pemimpin politik untuk menjadi lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap rakyat. Melalui upaya yang konsisten dan kolaborasi antara berbagai pihak dapat diatasi, dan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman yang kuat dalam perilaku politik dan kehidupan sehari-hari generasi muda di Indonesia.
Nama : Najwa Aprisda Ramdhani
NPM : 21315061086
Kelas : TI B

Berdasarkan analisis jurnal diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, pencegahan melalui media massa sangat disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana utama menekan kejahatan. Penelitian ini dilakukan secara normatif yakni penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum. Hukum ditelaah asas-asasnya, dijabarkan dari undang-undang, peraturan yang terkait media massa. Norma-norma terkait media massa disandingkan dengan asas-asas serta doktrin mengenai kontrol sosial oleh media massa untuk dianalisis berdasarkan penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa memberitakan informasi belum terlaksana. Masih banyak terdapat berita yang tidak teruji kebenarannya yang dapat merusak tatanan sosial. Media massa hanya memuat berita sebagai pemuas informasi saja tanpa menanamkan pembentukan pribadi sosial yang berjiwa Pancasila. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila, karena itu tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berdasarkan Pancasila.
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Tidak semua orang mengetahui hukum, namun dengan media massa, masyarakat akan mengetahui hukum dengan membaca maupun mendengar informasinya. Akal, rasa, dan karsa manusia diciptakan oleh Tuhan untuk menilai apa yang hendak dilakukan manusia sehingga terwujud sebuah tindakan.
pentingnya peran media massa dalam mendukung kebijakan hukum pidana dengan memberikan peran pencegahan kejahatan. Namun, penelitian yang dilakukan secara normatif menemukan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa belum terlaksana dengan baik. Berikut beberapa poin yang dapat dijelaskan dari teks tersebut:
1. Peran Media Massa dalam Kebijakan Hukum Pidana: Media massa dianggap sebagai pendukung kebijakan hukum pidana dengan memberikan peran dalam pencegahan kejahatan. Kebijakan hukum pidana tidak selalu cukup dalam menekan tingkat kejahatan, dan media massa dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan.
2. Pencegahan Melalui Media Massa: Media massa dapat berperan dalam pencegahan kejahatan dengan menyampaikan informasi yang mendidik dan mengedukasi masyarakat, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang aturan hukum dan akibat dari tindakan kriminal.
3. Pentingnya Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila: Penelitian menekankan bahwa peran media massa dalam pencegahan kejahatan harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masyarakat Indonesia. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang mengandung prinsip-prinsip moral dan etika yang diharapkan masyarakat laksanakan.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum diskusi

oleh Najwa Aprisda Ramdhani Unila -
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086
Kelas: TI B

Pembahasan dalam video tersebut yaitu pancasila secara filsafat yakni membahas makna dan pengertian yang sedalam-dalamnya. Makna Pancasila merupakan suatu kesatuan yang memiliki sistem pemikiran rasional sistematis terdalam dan menyeluruh. Selanajutnya, Pancasila dalam kajian filsafat dibagi menjadi tiga yakni:
Kajian ontologi : Upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila pancasila. Tri prakara atau tiga hal yaitu adat budaya, religi, dan negara
Kajian epistemologi : Tiga persoalan dasar yautu tentang sumber pengetahuan manusia, teori kebenaran pengetahuan manusia, dan watak pengetahuan manusia
Kajian aksiologi : Membahas tentang nikai praksis atau manfaat suatu pengetahuan tentang pancasila

Kajian filsafat merujuk pada sesuatu yang sifatnya abstrak yang dapat diartikan sebagai keberhargaan atau kebaikan nilai-nilai itu sesuatu yang berguna. Nilai juga mengandung harapan akan sesuatu yang diinginkan. Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia memiliki Integrating Force yang mampu menciptakan kehidupan bangsa Indonesia yang multikultural. Filsafat Pancasila dapat dimaknai sebagai proses untuk menumbuhkan kemampuan cerah hidup menghormati tulus dan toleran terhadap keberagaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat pluralis.